MY ETERNAL GIFT
Cast : Yunho
Genre : Bebas
Rating : Bebas
Category : Oneshot
Tittle : My Eternal Gift
Author : Embun Pagi
Enjoyed...........
..................
Ini
adalah persembahan untuk ulang tahunmu yang tidak akan pernah lekang
oleh waktu, karena hadiah ini tak akan pernah habis dan akan tumbuh
setiap hari, seiring waktumu yang terus akan menapak dan berganti tapi
hadiah ini akan ada di setiap ulang tahunmu dan hadiah ini hanya
kuberikan padamu.
....................
@
Yunho
termenung. Dia teringat perkataan itu dua tahun lalu. Kini semua
seperti mimpi. Kini semua hilang seperti angin yang berlalu.
Yunho tak tahu apa benar hadiah itu akan tetap menjadi miliknya kini, karena pemberi hadiah itupun telah pergi entah kemana.
Yunho mendesah, pesta ulang tahunnya telah berlalu, seharian dengan berbagai kemeriahan dan acara sampai tengah malam tadi.
Setelah
semua kemeriahan itu, kini Yunho sendiri dalam kamar, dalam kelelahan
dan dalam kesedihan yang sukses disembunyikannya dari semua orang.
Telah
sehari penuh Yunho tertawa dan bergembira dengan mereka dan sekarang
Yunho hanya menangis sendiri dalam kamarnya. Tak juga Changmin yang
telah kelelahan membantunya mengisi semua acara yang dibuat management
dan fandom.
Yunho menatap sebuah foto usang yang tetap
disimpannya dalam dompet. Foto mungil yang selalu disembunyikannya dari
semua orang bahkan dari dongsaeng terdekatnya Changmin.
Dalam
foto mungil itu dimana dirinya terlihat sangat bahagia memeluk seorang
yeoja cantik yang juga tersenyum bahagia dalam pelukannya.
Yunho mengusap lembut wajah itu seakan dia nyata didepannya.
Yunho
menatap weker dimeja dan jam sudah menunjukkan pukul 2 dinihari tapi
matanya tetap tak mau terpejam dan kini ulang tahunnya telah lewat dua
jam tapi keajaiban yang diucapkannya dalam do’a ulangtahunnya tetap
tidak terjadi.
Yeoja itu tak ada disampingnya bahkan hanya
untuk mengucapkan selamat ulang tahun, segala ucapan selamat dari
ribuan orang dan doa’-do’amereka untuk membuatnya bahagia hari ini tak
mampu menjadi nyata untuk Yunho.
Dan bagaimana mungkin
dia bisa mewujudkan janjinya untuk memberikan ‘hadiah’ itu setiap
tahunnya tanpa pernah habis. Karena ternyata baru satu tahun ‘hadiah’
itu telah aus terhapus waktu bersama kepergiannya.
Yunho
mencoba memejamkan matanya dengan semua sakit yang dirasakannya dihari
dimana seharusnya dia sangat bahagia ini.Tapi bayangan yeoja itu terus
melayang-layang dipikirannya.
Yunho merasakan sakit yang
sangat dalam hatinya, tak terasa airmata menetes dari sudut matanya yang
mencoba dipejamkannya. Betapa meridukan sosoknya sangat berat dan
menyakitkan.
@@@@@@@@@
“Hyung,,,kau tidak tidur semalam?”tanya Changmin melihat mata Yunho merah dan berkantong.
“Aku tidak bisa tidur.”Jawab Yunho meneguk kopi yang dibuat Changmin untuknya.
“Kau
harus istirahat hyung, aku khawatir padamu, kau terlihat seperti mayat
hidup.”Ujar Changmin melihat Yunho sangat pucat dengan mata yang
terlihat mengantuk dan hitam disekelilingnya.
“Tidak
Changmin-ah, aku baik-baik saja. Dengan make-up dan kacamata orang tak
akan melihatku seperti ini, kau tak usah khawatir, aku hanya kurang
tidur saja, nanti dipesawat aku akan tidur.”Kata Yunho tetap ngotot.
“Baiklah
Hyung,,, aku hanya tak ingin kau sakit.”kata Changmin menyerah. Dia
tahu Hyungnya itu sangat keras dan bila dia bilang ya maka ya dan bila
tidak maka harus tidak.
“Gwenchanayo,,,gomawo Changmin-ah.”Yunho mengangguk.
Changmin hanya tersenyum.
Setelah
mandi Yunho sedikit menggunakan make-up untuk menutupi wajahnya yang
terlihat pucat dan memakai kacamata hitam kesayangannya. Orang-orang
terutama wartawan tidak boleh tahu keadaan yang sebenarnya.
“Ayo kita berangkat.”Yunho tersenyum pada Changmin.
“Kau
yakin Hyung?”tanya Changmin tak yakin meski sepintas Yunho terlihat
modis dengan kacamata besarnya dan tak tampak mata sayunya.
“Ne…”Yunho mengangguk dengan mantap.
Changminpun mengikuti Hyungnya itu menemui manager dan crew yang akan mengikuti mereka pergi ke Jepang.
Seperti biasanya di bandara sudah berkumpul banyak fangirl dan wartawan yang mencoba mengambil foto mereka.
Yunho
melambaikan tangan dan tersenyum pada mereka. Meski matanya terasa
sangat perih tapi Yunho tak melepaskan senyuman dari bibirnya. Dia
beruntung orang sering melihatnya menggunakan kacamata hitam sebagai
salah satu style sekarang jadi dia merasa sangat tertolong dengan itu.
Masih banyak fangirl yang berteriak-teriak dibandara.
“Saengil Chukae Oppa! Saengil Chukaehambnida Oppa!”
Dan
bermacam-macam teriakan ucapan ulang tahun uang dibalas Yunho dengan
ucapan ‘Gomawo’ dan tersenyum serta lambaian tangan pada mereka.
Tapi
dalam hati Yunho kembali merasakan irisan perih yang menggores saat
ucapan-ucapan itu kembali terdengar. Bukan Yunho membencinya, mereka
yang begitu mencintainya dan memperhatikannya Yunho sungguh merasa
sangat berterima kasih.
Tapi satu saja ucapan selamat ulang tahun yang ingin didengarnya tak terdengar dan tak didapatkannya.
Dalam
pesawat Yunho tak banyak bicara dan memilih tidur. Changminpun
sepertinya tak ingin mengganggu Hyungnya itu dan membiarkannya saja.
Sampai
di Tokyo mereka langsung menuju hotel untuk sejenak istirahat sebelum
sorenya mengisi acara talk show dan mini konser malam harinya.
“Hyung
sebaiknya kau istirahat dulu agar kau prepare nanti sore.”Kata Changmin
mengambil bagian Yunho yang biasanya berkata seperti itu.
“Yah! Aku yang seharusnya bilang begitu.”Kata Yunho melotot ke arah Changmin.
Changmin
nyengir. Dia tahu perasaan Hyungnya sedang tidak mood makanya
kesempatan buat dia memberi nasehat karena biasanya dialah yang selalu
dinasehati.
“Karena aku sayang padamu Hyung.”Kata Changmin memasang wajah tak bersalahnya.
Yunho hanya tersenyum.
“Dan kau mau kemana?”tanya Yunho melihat Changmin sepertinya siap untuk pergi.
“Aku keluar sebentar Hyung.”Kata Changmin.
“Kau tak bisa pergi sendiri Changmin-ah, sebaiknya aku ikut denganmu.”kata Yunho.
“Yah,,,Hyung aku bukan anak kecil lagi. Aku pergi dengan Sunbae.”Ujar Changmin menunjuk seorang penari latar mereka.
“Baiklah, kau hati-hati ya.”Yunho seperti biasanya bersikap melindungi Dongsengnya itu.
“Siip!”Changmin mengacungkan jempol tangannya.
Yunho
mengangguk dan tertawa menyadari bahwa kekhawatirannya pada Changmin
terlalu berlebihan, sebagai maknae Changmin bukan lagi anak kecil pemalu
yang kemana-mana harus diantarnya atau ditemaninya, bahkan sebentar
lagi dia juga akan ulang tahun dibulan yang sama dengannya.
@@@@@@@@
Konser mini berlangsung dengan sukses dengan ribuan pasang mata memadati tempat pertunjukan di hall yang lumayan luas itu.
Yunho
dan Changmin turun stage dengan perasaan puas dan bangga. Segala
kesedihan dan keletihan pada Yunho hilang sudah melihat antusias
penonton.
“Wuah,,,,senang sekali!”Changmin tak menyembunyikan kebahagiaannya.
“Yah,,,”Yunho ikut tersenyum lebar.
Ini
adalah obat yang paling mujarab yang selalu berhasil menyembuhkan saat
Yunho sedang sedih. Saat semua pergi mereka selalu mendukungnya,
bernyanyi bersamanya dan mendampinginya melewati masa-masa sulitnya dan
kesedihannya.
Satu yang mungkin tak bisa dibagi dengan
mereka adalah hatinya. Hati yang tengah terluka. Seberapapun besar cinta
mereka untuknya tapi untuk sisi hatinya yang paling dalam kini telah
menjadi gelap. Hanya satu cahaya kecil yang mungkin suatu saat akan
meneranginya kembali.
Yunho menjatuhkan badannya ditempat tidur. Changmin menyusulnya beberapa menit kemudian.
“Lelah Hyung?”tanya Changmin melihat Yunho memejamkan matanya.
“Yah,,,tentu saja.”Yunho membuka matanya.
“Hyung, mianhe,,, tapi sebaiknya kau jangan tidur dulu.”kata Changmin.
“Kenapa?”Yunho mengerutkan dahinya.
“Kemarin aku lupa memberikan hadiah untukmu jadi sekarang aku akan memberikannya hehehe…”Changmin tertawa.
“Kau ini,,,bukannya kau telah memberikannya kemarin?”tanya Yunho bingung.
“Itu
bukan dariku Hyung tapi dari manager, mianhe,,,kau tahu? Setidaknya aku
harus memberimu sesuatu didepan wartawan.”kata Changmin polos.
“Tak apa Min-ah,,,gomawo.”Yunho menepuk pundak Changmin.
Changmin
tersenyum, dia memeluk Hyungnya dengan sayang, Yungho menepuk-nepuk
pundak dongsaengnya itu yang terkadang masih saja bersikap manja.
“Tunggu sebentar Hyung, aku janji ini akan jadi hadiah terindah untukmu.”kata Changmin dengan muka ceria.
Yunho hanya mengangguk-angguk sambil melepaskan sepatu konsernya dan menggantinya dengan sandal.
Yunho
duduk dan membuka hp-nya. Disana banyak sekali sms masuk dan panggilan
tak terjawab. Yunho melihat satu persatu nama-nama yang masuk baik sms
ataupun miscall tapi tak satupun yang menarik perhatiannya dan
meletakkan kembali dimeja tanpa membalas sms atau miscall.
Yunho menopang kepalanya dengan kedua tangannya dan menatap langit-langit hotel.
‘Hmmm,,,,,,,sendiri lagi,sepi’
Yunho mendesah, menarik nafasnya dan mengeluarkan perlahan.
Yunho
menolehkan kepalanya mendengar pintu hotel dibuka perlahan. Changmin
tersenyum, Yunho membalasnya dan membenarkan duduknya.
“Kau siap Hyung?”tanya Changmin.
“Aisshh,,,,apa-apaan kau ini, memangnya kau mau apa?”Tanya Yunho merasa tidak enak dengan pertanyaan Changmin.
“Hai!! Hyung!”
Yunho terkejut melihat tiga sosok namja masuk kekamar hotelnya dengan wajah sumringah.
“Kalian?!”Yunho memandang mereka dengan tak percaya.
“Selamat ulang tahun Hyung.”Junsu memeluk Yunho disambut Yunho dengan pelukan erat.
“Saengil Chukaehamnida Hyung.”Yoochun melakukan hal yang sama dengan Junsu.
“Happy B’day.”Jaejoongpun tak ketinggalan memeluk Yunho.
Changmin yang melihatnya menjadi terharu dan matanya berkaca-kaca.
“Gomawo!
kalian menyempatkan datang kesini.”Kata Yunho senang sekali melihat
tiga sahabat yang sekian lama berpisah dengannya bisa bertemu lagi.
“Kau tak marah pada kami Hyung?”tanya Junsu.
“Kenapa marah? Kita masih tetap sahabat dan kuhormati keputusan kalian.”kata Yunho dengan bijak.
Mereka bertiga mengangguk.
Yunho
selalu bisa menenangkan dan itulah yang membuat mereka tetap hormat
padanya, meski mereka kini tak bersama lagi dalam satu ikatan.
Mereka
tetap menjadi sahabat yang saling mencintai dan menyayangi satu dengan
yang lain sebagai sudara tanpa rasa benci dan permusuhan.
Karena
jalan hidup manusia memang tidak ada yang bisa menebak bahkan seberapa
sempurnanya pun rencana telah tersusun bila memang Tuhan menghendaki
lain maka manusia hanya bisa merencanakan dan berusaha mewujudkannya
saja, sebaik mungkin.
Itulah yang selalu diyakini Yunho
sehingga tak ada rasa benci,dendam dan sakit hati pada tiga sahabatnya
itu. Rasa sayangnya jauh lebih besar dan kuat untuk dikalahkan egonya
sebagai seorang leader yang ditinggalkan.
“Kami tak bisa
lama-lama disini Hyung, kami harus pergi sekarang.”Kata Yoochun dengan
berat padahal dia masih ingin berbagi cerita dengan dua sahabatnya itu.
“Aku mengerti, meski aku sedikit kecewa kalian tidak bisa disini lebih lama lagi.”kata Yunho tak menyembunyikan rasa kecewanya.
“Kita pasti akan bertemu lagi, aku janji.”kata Jajoong dengan mantap.
Yunho mengangguk dan memeluk mereka satu persatu, juga Changmin melakukan hal yang sama.
Setelah
mereka keluar kamar Yunho duduk dengan wajah yang lebih cerah meski
tetap ada kecewa dimatanya. Changmin hendak melangkah keluar kamar saat
Yunho mencegahnya.
“Min-ah,,,”Changmin menoleh.
“Ne,,hyung?”
“Gomawo.”Yunho tersenyum.
“Masih ada satu hadiah lagi Hyung.”kata Changmin.
“Hah?!”Yunho hanya melongo melihat Changmin meninggalkan kamar.
Yunho
berpikir apalagi kejutan yang akan dilakukan dongsaengnya itu. Tapi
Changmin benar, dia memberikan hadiah yang paling indah di ulang
tahunnya kali ini.
Bertemu dengan sahabat yang
dirindukannya sekian lama membuat beban dalam hatinya berkurang dan
merasa ada bahagia yang nyata dan hangat disana.
“Hyung,,,”Yunho dikagetkan dengan suara Changmin.
“Eh,,,kau sudah kembali?”Yunho memandang Changmin yang senyum-senyum.
“Ini
hadiah terbaik untukmu Hyung dan aku akan tidur dikamar manager.”kata
Changmin meninggalkan Yunho dengan senyum di wajahnya.
“Apa maksudmu?”Yunho mengangkat alisnya.
Changmin
sudah menghilang dibalik pintu sebelum Yunho mendapat jawabannya.Yunho
akhirnya berdiri dari duduknya dan hendak menuju pintu keluar saat pintu
terbuka dan….
Yunho membelalakkan matanya melihat siapa yang datang.
“Ara!”
“Oppa...”Ara berhenti ditengah pintu saat Yunho memandangnya dengan tajam.
“Bagaimana kau tahu aku disini?”tanya Yunho.
“Mmm,,,Changmin Oppa yang memberitahuku.”kata Ara tak bergerak dari tempatnya berdiri.
Yunho baru menyadari bahwa dia belum mempersilahkan Ara masuk.
“Duduklah Ara.”
“Gomawo.”Ara menjawab lirih.
“Apa Changmin yang memintamu datang?”tanya Yunho.
Ara menunduk.
“Ara,,,,”
“Ne,,,Oppa.”Jawab Ara ragu.
“Kenapa harus datang kalau kau tak menginginkannya Ara.”Suara Yunho terdengar lembut meski sebenarnya menahan kecewa.
“Apa kau tak suka aku datang Oppa?”tanya Ara menatap Yunho.
“Aku tak ingin memaksa orang yang tak ingin menemuiku.”awab Yunho dengan nada kecewa.
“Sangeil chukkae,Oppa.”Ucap Ara lirih.
“Gomawo.”Yunho memandang jendela kamar yang masih terbuka kordennya dan melihat kelangit yang nampak sangat gelap diluar sana.
Ara memberanikan diri menatap Yunho.
“Oppa,,,mianheyo.”
“Untuk apa?”tanya Yunho yang kini juga menatap Ara.
“Semuanya
Oppa,,,semua yang tidak sanggup aku lakukan.”kata Ara. Matanya kini
mulai berkaca-kaca melihat betapa namja didepannya ini begitu menyimpan
kesedihan dalam hatinya.
“Bukan salahmu Ara,,,keadaan yang
tak memihak pada kita.”Ujar Yunho menyadari bahwa bukan hanya dia yang
terluka tapi juga wanita didepannyapun sangat terluka.
Yunho mendekati Ara dan menyentuh bahu Ara dengan tangannya.
“Ara,,,apa hadiah itu masih berlaku untukku?”tanya Yunho.
Ara menatap mata Yunho yang menatapnya.
Ara tersenyum.
“Seperti kataku Oppa hadiah itu akan abadi kuberikan hanya untukmu.”
“Gomawo Ara,,,karena hanya hadiah itulah yang kubutuhkan di setiap ulang tahunku,seumur hidupku.”
Yunho
mencium kening Ara dan memeluk Ara, meluapkan seluruh bahagia yang kini
menjadi sempurna dan menuntun setitik cahaya lilin yang kembali menyala
disudut hatinya yang kemarin padam.
Dan hari ini adalah
ulang tahun paling sempurna dalam hidupnya, mendapatkan kembali hadiah
abadi yang pernah diucapkan seorang yeoja dan hadiah itu akan tetap
menjadi miliknya, yaitu hadiah hati dari seorang Go Ara.
‘Terima kasih Tuhan, kau kabulkan semua do’aku hari ini’
Bisik Yunho memejamkan matanya.
@@@@@@
This FF just I'm write a few days ago,,,,,,,butuh banyak tenaga extra untuk nerusin FF yang tertunda hope next month i'm running to great mood to write again ^^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar