HEART OF VOICE
Main Cast : go ara, yunho,
Cast : Cho kyuhyun, Kim heechul, kim sang bum, kim so eun, gyuri, Jessica, krystal
Genre : Romantics, friendship
Category : One Shoot
Rating : PG 18
Inspire by the romantics movie
Setelah liat film yang menurutku terlalu pendek tapi punya makna yang amat dalam “ The Romantics “ langsung deh tanganku gatel pengen nulis hahaha……….biar asal dan castnya beda tapi ceritanya juga agak menyimpang dari aslinya……..happy reading! Bukan penulis professional jadi maklum kalo ngasal nulisnya…..kamsahamnida!
Ara,so eun,Qyuri,yunho,kimbum,kyuhyun dan heecul adalah 7 sahabat baik sejak kuliah. Mereka selalu bersama-sama sampai akhirnya lulus kuliah dan berpisah ,memilih jalan masing-masing. Sampai suatu hari mereka mendapat undangan pernikahan dari salah satu sahabatnya yaitu Jessica yang juga teman kuliah mereka yang juga kebetulan adalah roommate dari Ara meminta mereka bertujuh untuk menjadi pendamping pengantin di pernikahannya dengan Yunho.
Merekapun berjanji berkumpul di kota seoul untuk bersama-sama pergi ke kota kecil asal mereka yang juga tempat pernikahan Jessica dan yunho yaitu gwangju.
“Anneyong haseo!”So Eun menyapa Ara yang sudah menunggu duduk di kap mobilnya.
“So Eun!”Ara terpekik dan langsung memeluk sahabatnya itu.
“Kau semakin cantik So Eun!”Ara mencium pipi So Eun dengan gemas.
“Kau tak usah menghiburku, semua orang tahu kau lebih cantik dariku!”So Eun tak mau kalah mencium gemas sahabat yang sudah hampir 2 tahun tak ditemuinya itu.
“Ah tapi Kim Bum tak berpikir begitu kan?”Ara melirik Kim Bum yang cuma geleng-geleng kepala melihat kedua sahabatnya itu.
“Kau tak mau memelukku Bum-ahh?”Tanya Ara membuka kedua tangannya.
Kim Bum hanya tertawa dan memeluk Ara denga erat.
“Kau ini tak berubah juga ya?’’Kim Bun menjitak kepala Ara setelah melepaskan pelukannya.
“Ga ada ciuman? Takut sama So Eun ya?”Ara meledek sahabatnya.
So Eun Cuma melotot gemas, Ara tertawa senang.
Saat mereka asyik melepas kangen dan berbagi cerita muncul mobil Toyota Alphard warna silver dan berhenti didepan mereka.
“Kyuhyun!Qyuri!”So Eun dan Ara berteriak berbarengan membuat Kim Bum mendelik ,menutup telinganya karena mereka berteriak sangat keras.
“Aish…….kalian ini!”
“Ara! So Eun!”Qyuri memeluk kedua sahabatnya itu dengan erat.
Sementara Kyuhyun memeluk Kim Bum dan bergantian memeluk Ara dan juga So Eun. Setelah asyik berbincang sebentar akhirnya mereka melanjutkan perjalanan ke Gwangju.
Karena So Eun ingin ikut mobil Ara akhirnya Kim Bum tak jadi membawa mobil karena ia tak mau sendirian menempuh perjalanan jauh sedangkan Ara enggan ikut mobilnya dan dia juga tak tega membiarkan Ara sendirian. Akhirnya Kim Bum ikut mobil Kyuhyun dan Qyuri.
“Kau baik-baik saja, Ara?”tanya So Eun dalam perjalanan.
“Ne..”Ara hanya menjawab singkat.
“Apa kau yakin?”
“Aku bahagia? Siapa yang aku bohongi? Tapi it’s ok, I’m fine.”Ara hanya tersenyum kecut.
“Kau memang selalu seperti itu.”So Eun agak sedikit khawatir dengan sahabatnya itu.
“Itu sudah pilihannya, aku bisa apa? Sekarang aku akan memberi ucapan selamat untuknya.”Ara memandang lurus jalanan yang sudah memasuki luar kota Seoul.
“Ok, kau adalah karang yang tegar.”So Eun tak ingin membuat hati sahabatnya bimbang.
Sementara di mobil Kyuhyun.
“Apa yang kau pikirkan Bum?”dari kaca spion melihat Kim Bum termenung dibangku belakang.
“Anyi……..”Kim Bum menggeleng.
“Apa Ara?”tanya Qyuri.
Kim Bum memandang jalanan disampingnya dan tersenyum sinis.
“sebenarnya, ya!”Kim Bum agak ragu menjawab.
“ “Kau masih menyukainya?”tanya Khyuhyun.
“Itu sudah lama berlalu, dia juga tak menyukaiku, aku hanya kesal saja kenapa dia harus memilih orang yang salah.”kata Kimbum.
“Tapi kau tak akan mendekatinya kan setelah tahu Yunho menikah dengan orang lain?”tanya Qyuri.
“Kau ini gila! Tentu saja tidak, aku sudah punya So Eun sekarang.”
“Baguslah….aku tak perlu khawatir.”Qyuri tersenyum lega.
“Aku juga tiak mengerti kenapa dia menikah dengan Jessica, bagaimana dengan Ara?”tanya Khunyun entah pada siapa.
“Aku sedikit khawatir dengan Ara.”Qyuri ikut menimpali.
“Aish…….si Yunho itu, kenapa dia selalu mendapatkan apa yang dia mau.”kekesalan Kim Bum masih belum hilang.
“Jadi kau khawatir dengan Ara, Bum?”tanya Khyuhyun.
“sebagai teman ya tentu saja tapi……Ara bukan wanita lemah, dia juga baik-baik saja tadi, aku tak melihatnya sedih.”Ujar Kim Bum.
“Itu karena Ara tak pernah mau memperlihatkan kerapuhannya didepan kita. Huh…anak itu dari dulu juga sudah begitu ,sok menjadi orang yang tegar.”Kata Qyuri.
“Yah aku tahu…..karena itu kita sebagai sahabatnya juga jangan membiarkan dia lemah karena Yunho.”kata Kim Bum bijak.
“Kau benar Bum. Aku rasa Ara sudah lama melupakan Yunho karena dia meninggalkan Yunho dan berkencan dengan namja lainkan di Incheon, itu kabar terakhir yang aku dengar dua bulan yang lalu. Dia berkencan dengan seseorang meski dia tak mau mengatakan siapa namja itu.” Kata Khyuhyun panjang lebar.
Mereka bertiga mengangguk-angguk dan memilih berbincang tentang hal lain.
Perjalanan panjang dari Seoul ke Qwangju yang memakan waktu hampir 5 jam membuat mereka kelelahan ( ngarang abis, soalnya ga tau berapa jarak Seoul-Qwangju dan butuh waktu berapa jam untuk sampai…
Awalnya mereka ingin mencari penginapan saja setelah menelepon Jessica bahwa mereka sudah sampai di Qwangju tapi Jessica memaksa mereka untuk menginap di rumahnya. Dan itu tak masalah buatnya karena keluarga Jessica merupakan salah satu orang terkaya di Qwangju. Rumah besarnya yang punya hampir 12 kamar lebih bisa dikatakan mansion atau istana ketimbang rumah.
Jessica menyambut mereka dengan suka cita terutama Ara.
“Wah kau terlihat semakin cantik calon pengantin!”Ara tersenyum memeluk Jessica.
“Kau juga…..”Jessica tersenyum bahagia.
Ara benar-benar berhasil menyembunyikan kekecewaan dengan senyum yang buat So Eun,Kyuhyun,Kim Bum dan Qyuri itu sangat dipaksakan.
Jessica langsung mengajak mereka kekamar masing-masing. So Eun mendatangi kamar Ara disebelahnya dan saat masuk ternyata Qyuri sudah ada disana.
“Kau lihat tadi dekorasinya, wah sangat mewah dan menakjubkan.”So Eun tak bisa menyembunyikan kekagumannya.
“ Ya wajar, Orang tua Jessica kaya untuk pesta anak pertamanya pasti akan dibuat semewah mungkin.”kata Qyuri.
Ara hanya tersenyum miris.
“Kau siap bertemu Yunho, Ara?”tanya So Eun mendekati Ara yang tengah membersihkan wajahnya didepan cermin.
“Nde…”Ara menjawab datar.
“Apa aku harus mencegahmu?”Quri sepertinya mulai mengkhawatirkan Ara.
“Aku tidak akan mengacaukan pesta ini, teman. Kau tahu? Meski Yunho dulu adalah namjacinguku tapi Jessica adalah sahabatku bukan saudaraku, aku tak segila yang kalian pikirkan.”Ara agak kesal dengan kekhawatiran temennya.
“Ok, jadi kamu siap untuk pesta nanti malam?”tanya So Eun.
“Nde!”Ara menjawab mantap.
“Sudah siapkan pidatomu?”tanya Qyuri.
“Sudah……”Ara membeberkan kertas didepan wajah Qyuri.
“Kau memang yang terbaik!”Qyuri memeluk Ara.
Tok!Tok!Tok!
Krystal membuka pintu kamar Ara dan membawakan mereka gaun untuk dipakai untuk acara pernikahan besok. Gaun pink muda dengan potongan siluet sederhana bertangan satu itu terlihat sangat cantik dan mewah.
“Wah cantik sekali.”So Eun berbinar-binar mencoba gaun yang ternyata sangat pas ditubuhnya.
“Pasti gaun pengantinnya sangat bagus ya? Apa kau melihatnya krystal.”tanya Qyuri.
“Bagus banget, tapi Jessica unnie menyimpan ditemapt rahasia dia tak mau orang lain melihatnya, aku saja melihat cuma pas gaun itu datang.”kata Krystal agak kecewa.
“Kau ingin mencobanya?”tanya Ara menebak.
“nde, kau tahu?”tanya Kristal heran.
“Terlihat dari wajahmu.”jawab Ara kalem.
“Tenang saja Krystal, nanti kau akan punya sendiri gaun pengantin seperti kakakmu bila sudah saatnya.”Qyuri mengacak rambut Krystal.
“Nde.”Krystal hanya tersenyum malu.
Tepat jam 7 malam Ara,So Eun dan Qyuri serta Kyuhyun dan Kim Bum menuju ruang tengah keluarga Jung yang telah didesaign untuk pesta sebelum hari pernikahan esok hari. Malam itu Yunho dan keluarganya akan datang dan menginap di rumah Jessica.
Ara sibuk menata hatinya mempersiapkan diri melihat orang yang dicintainya untuk pertama kalinya setelah dua tahun tak bertemu, sayangnya justru dihari pernikahannya.
“Anneyong cantik!”Heecul menghampiri Ara dan tersenyum sumringah.
“Heecul?”Ara agak kaget melihat heechul.
“Hey! Kenapa baru nongol kau!”Kim Bum meninju bahu Heecul.
“Mian….urusanku banyak jadi baru bisa kesini sekarang.”Heecul memeluk sahabatnya satu persatu.
“kau tak datang dengan namjacingumu kan?”tanya heechul pada Ara.
Ara hanya tersenyum dingin.
“Bagus, sekarang tak ada lagi yang menghalangiku mendapatkanmu.”kata Heecul dengan pedenya.
“Tak usah bicara ngawur.”Ara mendelik.
“Hei! Kau masih tak percaya aku benar-benar menyukaimu?”Ara hanya mendengus melihat muka Heechul yang cengar-cengir nggak jelas.
Sementara teman-temannya hanya senyum-senyum melihatnya.
“Ayolah Ara….lihat So Eun dengan Kim Bum, Qyuri dengan Kyuhyun tinggal kau dan aku kan? Jadi kita pasangan sekarang?”tanya Heechul tak mau menyerah.
“Acaranya sudah mau dimulai.”Ara mengalihkan pembicaraan melihat keluarga calon mempelai lelaki memasuki ruangan.
Ara sedikit tertegun melihat Yunho yang terlihat begitu tampan mengenakan jas hitam lengkap. Tak banyak perubahan dari tubuhnya paling hanya rambutnya saja yang terlihat rapi sehingga dia terlihat lebih dewasa dari saat terakhir Ara melihatnya saat wisuda.
Yunho tak kalah kaget melihat Ara meski dia tahu Jessica mengundangnya, hanya dia tak menyangka saja akan melihat Ara lagi. Dimata Yunho Ara kini terlihat semakin cantik dan matang. Memang tak secantik Jessica karena dimanapun dan kapanpun Jessica selalu terlihat sempurna. Yunho melihat Ara yang juga melihatnya tapi hanya sesaat karena Ara segera mengalihkan pandangannya pada So Eun yang mengajaknya berbincang. Juga Jessica yang menggandengnya dan mengajaknya berbicara mengalihkan perhatiannya pada Ara.
Ara mendesah, meski sudah sangat lama tapi tetap saja sakit itu masih ada saat dia melihat Yunho memeluk wanita lain. Lebih menyakitkan lagi karena yang di pilih Yunho untuk menjadi istrinya adalah sahabat sekaligus rivalnya di masa kuliah dulu.
Sebenarnya Ara tak habis mengerti kenapa Jessica harus mengundangnya, sedangkan Jessica tahu kalau Yunho adalah kekasihnya dulu. Terlintas dipikiran Ara bahwa Jessica sengaja menundangnya untuk menunjukkan bahwa ia bisa memenangkan semua kompetisi darinya.
Tapi Ara buru-buru menepiskan perasaan itu dari pikirannya. Semua bukan sepenuhnya salah Jessica toh Yunho juga telah memilihnya dan tak memilih Ara yang pernah empat tahun menjadi yeojacingunya.
Saat giliran Ara menyampaikan pidato untuk kedua mempelai….
“Untuk unnieku Sica yang cantik, selamat atas kebahagiaanmu menemukan orang yang akan mendampingimu seumur hidup, buatku Sica lebih dari teman karena unnie tahu semua tentang aku dan aku tahu semua tentang sica. Untuk waktu terbaik yang telah kita lewati bersama dankau selalu mendapatkan segalanya karena kau memang pantas mendapatkan yang terbaik dalam hidupmu.”Ara mengangkat gelas wine pada kedua mempelai.
Yunho dan Sica tersenyum mengangkat gelas winenya. Yunho tak berkedip selama Ara menyampaikan pesannya meski sesekali tersenyum kearah Sica hanya agar sica tak curiga padanya. Meski tersenyum tapi dada Yunho terasa sesak.
*****
Pesta usai dan tamu undangan satu per satu meninggalkan ruangan, begitu juga dengan Sica yang memilih masuk kekamar lebih dulu .
“Kita keluar?”tanya Kyuhyun pada Yunho yang kini bergabung kemeja mereka.
“Kayo……..!”Kim Bum menyeret tangan Yunho yang hanya mengikuti saja.
Akhirnaya mereka bertujuh keluar rumah menuju halaman belakang kearah danau.
“Wuah…….waktu berlalu begitu cepat!’teriak Kyuhyun.
“Benar! Setelah Yunho siapa lagi diantara kita yang akan menikah?”tanya Heechul.
“Karena aku dan Qyuri sudah menikah aku rasa yang menyusul dalam waktu dekat So Eun dan Kim Bum.”Kim Bum Cuma nyengir sementara So Eun masih belum yakin.
“Kita tunggu saja.”kata Kim Bum kalem.
“Kenapa tak menikah segera daripada hidup bersama tanpa status yang jelas.”kata Qyuri.
“Ah….sudah kenapa jadi aku yang kalian bahas, kita sedang dipesta Yunho kan?”So Eun menghardik dengan kesal.
“Hmmmmmmm”Yunho hanya tersenyum.
Mereka berjalan menyusuri danau dengan telanjang kaki dan bercanda, sampai tak disadari ternyata Yunho tak ada diantara mereka.
“Hei kemana Yunho?”tanya Qyuri yang menyadari Yunho tak ada diantara mereka.
“Bukannya dia dibelakangmu?”kata Ara.
“Dia minum banyak tadi, apa mabuk?”tanya Kim Bum.
“Entahlah…..sebaiknya kita cari saja.”kata Kyuhyun.
“Baiklah…aku cari kesana dengan Qyuri.”Kyuhyun menggandeng tangan Qyuri memisahkan diri dari kelompok.
“Aku kesana!”Kim Bum menyeret tangan So Eun.
“Tinggal kita berdua.”Kata Heecul pada Ara.
“Sebaiknya kita mulai mencari.”kata Ara meninggalkan Heechul.
“Yaa…Ara tunggu aku.”Heechul menjejeri langkah Ara.
“Ara mianhe……”kata heechul.
“untuk apa?”tanya Ara heran.
“Jessica…”jawab Heechul, Ara hanya tersenyum tipis.
“Biar bagaimanapun Sica itu sepupuku dan aku tahu dia selalu menyusahkanmu sejak kuliah dulu.”kata Heechul menatap Ara sambil terus berjalan.
“Kenapa jadi kau yang merasa bersalah?”tanya Ara.
“Karena Sica tak mungkin meminta maaf padamu kan? Jadi aku saja.”
“Tidak ada yang harus dimaafkan, tidak ada yang salah.”Ara melangkahkan kakinya perlahan.
“Ara……”
“Hmmmm…..”
“Kau benar-benar tak mau membuka hatimu untukku?”tanya Heechul serius.
“Aku tak mau hubungan kita menjadi aneh, kau tahu? Dan kau tahu semua tentang aku dan aku rasa aku tak perlu menjawabnya.”Ara jadi melangkahkan kakinya dengan cepat.
“Kau marah?”Heechul sedikit berlari mengikuti Ara yang meninggalkannya.
“Kau yang membuatku kesal!”Ara mendengus dengan kesal.
Tiba-tiba Heechul mencengkeram bahu Ara dan membuatnya berhadapan dengan jarak yang sangat dekat.
“Apa yang kau lakukan!”Ara menatap tajam Heechul.
Tanpa menjawab Heechul mencium Ara dengan kasar membuat Ara sangat terkejut dan reflek mendorong tubuh Heechul dengan keras dan menjauhinya kemudian…
PLAK!
Ara menampar Heechul!
“Kau keterlaluan!”tanpa banyak bicara Ara meninggalkan Heechul.
Heechul yang masih kaget dengan tamparan Ara segera menyusul sambil memegangi pipinya yang masih terasa sakit dan panas.
“Ara cangkraman! Ara!”dengan cepat Heechul sudah bisa menyusul langkah Ara.
Ara berhenti dan menatap mata Heechul dengan tajam penuh dengan kemarahan membuat Heechul ngeri melihatnya.
“Mianhe Ara!”Heechul menyesal dengan apa yang dilakukannya tadi.
“Heh!”Ara tersenyum sinis.
“Ara…..”Heechul benar-benar merasa tidak enak.
“Tinggalkan aku sendiri atau aku yang harus pergi?”Ara melangkah meninggalkan Heechul.
“Ara…”Ara tak memperdulikan panggilan Heechul.
“Mian Ara…….”Heechul hanya menunduk melihat Ara semakin menjauhinya.
Ara benar-benar merasa sangat kesal tapi bukan karena Heechul yang menciumnya tapi karena dia melihat Yunho yang sama sekali tak memperdulikannya sama sekali tadi di pesta. Yunho asyik memeluk Sica tanpa memperdulikan perasaannya sama sekali. Ara menghembuskan nafasnya dengan berat.
*****
“Ara!”
Suara panggilan itu cukup mengagetkan Ara yang berjalan menunduk.
“Kau?”Ara melotot melihat orang yang menyapanya sedang duduk dibalik pohon.
“Ternyata kau disini? Aku akan beritahu yang lain.”Ara hendak melangkah berbalik kearah rumah.
“Jangan Ara! Aku masih ingin disini.”Yunho mencegah Ara tanpa bangun dari duduknya.
“Temani aku disini Ara.”Yunho menatap Ara dengan sendu.
“Heh, apa maumu?”Ara tersenyum sinis dan hendak melangkah.
“Ara, aku mohon…..”
Ara melihat Yunho yang memohon dengan tulus dan membuat hatinya luluh. Arapun duduk disamping Yunho.
“Kau tak seharusnya disini.”Ara berkata dengan datar.
“Aku lelah…..”Yunho memandang bintang yang nampak sangat jauh diatas sana.
“Mwo?”Ara memalingkan mukanya kearah Yunho.
“Aku ingin berhenti Ara, berhenti disatu titik.”kata Yunho balik menatap Ara.
“Kau bicara apa?”
“Kita…”
“Kita? Huh bukankah kau yang memutuskan menikah dan menjadikanku tak berarti apa-apa bagimu.”Ara berkata dengan sinis.
“Ara….kau tahu aku mencintaimu.”
“Hei……orang akan menikah dengan orang yang dicintai!”sontrak Ara.
“Aku tahu…tapi kurasa ini yang terbaik untukku.”Yunho berkata dengan pelan.
“Yah itu memang terbaik untukmu, selalu seperti itu.”Ara mendesah.
“Kau yang meninggalkanku Ara.”Yunho memandang kekasihnya itu dengan sedih.
“Menurutmu apa yang harus aku lakukan saat melihat namjacingumu berciuman dengan sahabatmu? Kau yang memaksa aku pergi.”Kata Ara kesal dan berdiri.
“Kau tak pernah bertanya padaku.”Yunho mencegah Ara yang hendak meninggalkannya dengan memegang tangan Ara.
“Apa fakta harus selalu dipertanyakan?”Ara tetap menjawab dengan nada sinis.
“Aku tak pernah menciumnya Ara, dia yang menciumku.”kata Yunho.
“Tapi kau tak menolaknya?”tanya Ara, Yunho terdiam.
“Kau tak bisa menjawab? tak penting kau menginginkanya atau tidak, karena kenyataannya sekarang kau menikah dengannya.”Ara mencibir alasan Yunho.
“Aku tak pernah berkencan dengannya saat kau pergi.”
“Kau pikir itu penting sekarang?”tanya Ara.
“Tidak Yun, seharusnya kau merasa bersalah dua tahun yang lalu, nyatanya itu sudah sangat terlambat kini, kau tak mencariku padahal kau tahu aku ada di Inchoen.”
“Tapi kau harus tahu Ara, aku tak pernah berkencan dengannya, aku memutuskan menikah denganya dua minggu yang lalu setelah aku tahu dia tak lelah mendekatiku setelah kepergianmu.”kata Yunho pasrah.
“Kau tersentuh sekarang? Kenapa tidak sedari dulu, kau sia-siakan waktumu Yun! Kau tahu Sica menyukaimu sejak kita berkencan empat tahun lalu.”
“Aku tahu. Ini kepuutusanku setelah kupikir dia bisa memberiku apa yang aku butuhkan.”kata Yunho.
“Ya aku mengerti, dia cantik,pintar dan kaya. Semua itu tak bisa dibandingkan dengan empat tahun kebersamaan yang pernah kita jalani.”Ara tetap berkata dengan dingin dan sedikit marah.
“Kau terlalu memojokkan aku Ara.”Yunho tampak sedih dengan ucapan Ara.
“Bukan kau yang harus sedih Yun, aku yang seharusnya menangis.”nada suara Ara masih tinggi.
“Dan kenapa kau tak melakukannya?”Yunho menatap mata Ara berharap masih ada kehangatan disana.
“Hah! Kau picik sekali Jung Yunho!Kau sudah menyingkirkan aku dari kota ini, aku sudahmencoba menjalani hidupku tanpa ada kamu disampingku dan berkencan dengan orang lain, apa alasanku untuk bersedih untukmu?”Ujar Ara dengan suara bergetar menahan marah dan sedih.
“Karena kau mencintaiku Ara.”Yunho memeluk Ara.
“Lepaskan!”Ara berontak dari pelukan erat Yunho tapi tak mampu karena Yunho seakan tak mau melepaskan Ara.
“aku sangat mencintaimu Ara sampai kapanpun itu tak akan berubah.”Yunho berbisik lembut ditelinga Ara.
“Kenapa kau harus menikahi Sica,Yun.”gumam Ara lirih.
“Aku tidak tahu…..”Yunho menggelengkan kepala.
“Kau telah menyakiti aku Yun.”Ara tak melepaskan pelukan Yunho, dia menikmati kehangatan yang sudah sangat lama dirindukannya.
“Mianhe Ara…….tapi hatiku tak pernah berpaling darimu.”Yunho menatap Ara dengan lembut.
Perlahan Yunho mencium bibir Ara dengan lembut dan dalam. Yunho menumpahkan kerinduan yang sesak menumpuk didadanya selama ini. Ara memejamkan matanya merasakan sentuhan lembut bibir Yunho yang memenuhi bibirnya, perlahan Ara membuka mulutnya dan membiarkan bibir Yunho memenuhi mulutnya. Entah berapa lama sampai Yunho melepaskan ciuman panjang itu perlahan. Yunho menatap dalam mata Ara dan tersenyum. Ah….Ara baru menyadari Yunho tak tersenyum lepas seperti itu sejak pesta tadi, Ara tersenyum menatap Yunho dan merasakan belaian lembut tangan Yunho dipipinya.
“Aku sangat merindukanmu Ara….”Yunho berbisik lembut.
“Na do………”Ara merebahkan kepalanya dibahu Yunho.
“Temani aku malam ini Ara…..”Yunho memeluk Ara dan membimbingnya kearah pondok kecil disamping danau yang agak jauh jaraknya dari rumah utama keluarga Jessica.
Ara hanyamengikuti keinginan Yunho tanpa berkata apa-apa, kerinduannya selama ini membuatnya menutup mata bahwa Yunho akan menikah dengan Jessica esok hari. Karena dia tahu Yunhopun punya perasaan yang sama, mereka saling mencintai.
Ara tak tahu apa yang membuatnya begitu menyerah malam itu, cintanya yang begitu besar pada Yunho membuatnya lupa akan luka yang ditorehkan Yunho bertahun-tahun lalu dan esok mungkin………
Ara menyenderkan kepalanya didada Yunho yang terasa hangat ditengah malam yang sangat dingin dimusim semi itu. Yunho memeluk erat tubuh Ara dan membelai lengan Ara yang lembut dengan perlahan dan sayang.
“Kau dingin Ara.”Yunho mengambil jaketnya dan menutup punggung Ara .
“Dipelukanmu aku tak merasa dingin lagi.”kata Ara tersenyum.
Yunho tersenyum dan mempererat pelukannya dan mencium kening Ara.
“Saranghae Ara, aku bahagia malam ini.”Yunho berbisik lembut.
“Na do saranghae.”Ara memejamkan matanya.
Sementara So Eun, Kim Bum, Kyuhyun dan Qyuri akhirnya menyerah setelah tak berhasil menemukan Yunho, mereka memilih istirahat dikamarnya masing-masing karena hari sudah sangat larut dan berpikir kalau Yunho pasti sudah pulang dan kembali kekamarnya.
*****
Ara membuka matanya perlahan dan tersenyum, tapi seketika senyumnya berganti kekecewaan saat tak melihat Yunho disampingnya.
Apa yang kau harapkan Ara……..
Desis Ara meringis kecewa. Ara menghembuskan nafasnya dengan berat menatap danau yang tampak tenang pagi itu. Setelah merapikan pakaiannya Ara melangkahkan kaki menuju rumah So Eun yang tampak dari kejauhan sangat megah dan besar. Setelah siang ternyata baru terlihat jarak rumah itu tidak terlalu jauh dari danau.
“Ara, kau dari mana pagi-pagi?”tanya So Eun melihat Ara berjalan di belakang rumah.
“Aku….”
“Aku mencarimu tidak ada dikamar ternyata disini!”Qyuri berteriak membuat Ara tidak jadi meneruskan jawabannya.
“Aku ingin melihat pemandangan disini pagi-pagi, jadi aku keluar.”kata Ara berbohong.
So Eun dan Qyuri hanya menganguk-angguk.
*****
Yunho melihat dari kejauhan dan sedikit kaget karena Ara sedang berbincang dengan Qyuri dan So Eun dan dilihatnya Sica baru datang dan bergabung. Yunho mendesah ..tadi pagi dia meninggalkan Ara yang masih tertidur dipondokan. Tadinya Yunho akan membangunkan Ara sebentar lagi karena tak tega melihat Ara tertidur sangat pulas baru mengajaknya pulang kerumah Sica tapi ternyata Ara sudah ada dibelakang rumah.
“Ah itu dia!”Sica berteriak melihat Yunho mendekati mereka.
“Kenapa kau berteriak.”Yunho menghampiri mereka.
“Mereka mengira kau hilang semalam Yun.”Kata Sica memandang tiga sahabatnya. Yunho hanya tersenyum merangkul Sica dengan mesra.
“Sebaiknya kita bersiap.”kata Ara menatap Yunho dengan perasaan kecewa dan sedih. Mereka semua mengangguk.
Yunho menatap punggung Ara dengan perasaan yang sama sedihnya.
“Mian…”Yunho bergumam.
“Mwo?”Jessica menatap Yunho yang bergumam tidak jelas.
“Tidak apa-apa, Kayo…..”Yunho menggandeng Sica memasuki rumah besar itu.
*****
Yunho gelisah didalam kamar dan menatap cermin cukup lama, bahkan dia belum memakai jas dan rambut yang masih acak-acakan. Kim Bum dan Kyuhyun memasuki kamar Yunho dan itu membuat Yunho sedikit lega.
“Untung kalian kesini.”kata Yunho lega.
“Kenapa belum rapi?”tanya Kim Bum.
“Apa kau tegang?”Kyuhyunpun bertanya.
“Aku bingung. Bagaimana rambutku, harus pakai minyak rambut atau tidak?”tanya Yunho.
“Sepertinya bukan itu yang jadi masalahmu.”kata Kim Bum melihat muka Yunho yang tampak sangat tegang.
Yunho menatap dua sahabatnya.
“Kau harus memilihnya Yun.”Kata Kyuhyun menepuk punggung Yunho.
Yunho mendesah, sesak didadanya kini semakin menghimpitnya disaat-saat penting seperti ini.
*****
Jessica berteriak keras.
“Krystal!”Krystal berlari menghindari kejaran Jessica dan memasuki kamar Qyuri dan menguncinya dari dalam, kebetulan Qyuri ternyata tak ada disana.
“Ada apa?”Oemma Sica menghampiri anaknya yang tampak kesal dan histeris.
“Gaunku Oemma.”Sica melangkah dengan kesal kembali kekamarnya diikuti Oemmanya.
“Ini masih bisa Oemma perbaiki, tenang saja tidak lama, sebentar Oemma ambil jarum dan benangnya dulu.”Oemma Sica mengambil gaun yang diperlihatkan anaknya.
“Anak itu benar-benar keterlaluan.”Sica masih tampak emosi.
Tak lama Oemmanya selasai menjahit baju pengantin dan memakaikannya pada Jessica.
“Adikmu tak sengaja Sica, dia hanya ingin mencobanya.”Kata Oemmanya bijak.
“Aku sudah melarangnya Oemma.”kata Sica masih sedikit kesal.
“Sudah tak usah marah lagi, tidak baik calon pengantin mukanya cemberut,ayo senyum.”
“Nde.”Sicapun akhirnya tersenyum.
“Oemma tolong panggilkan teman-temanku ya?”pinta Sica pada Oemmanya yang hendak keluar dari kamarnya.
“Nde!”
Tak lama Ara,Qyuri dan So Eun memasuki kamar Sica. Sica menyambutnya dengan wajah sumringah penuh dengan kebahagiaan dan kebanggaan.
Ara sempat terbelalak melihat gaun yang dikenakan Sica.
“Cantik sekali!”So Eun terpesona melihat Sica memakai gaun penganti yang sangat elegan.
“Ya, kau terlihat cantik! Sangat cantik.”kata Qyuri, Ara tersenyum miris.
“Bagaimana menurutmu Ara?”tanya Sica melihat Ara hanya tersenyum.
“Kau cantik memakai apapun, Sica. Terutama gaun itu.”
“Sepertinya kau tak tulus mengatakannya.”kata Sica.
“Kenapa kau harus mempersulit dirimu Sica, kau telah mengambil semuanya dariku.”Ara tak bisa menahan emosinya.
“Kau seharusnya bersikap baik Ara.”kata Sica sinis.
“Apa kau tak pernah merasa puas Sica? Kenapa harus mengundangku padahal kau bukan temanku.”kata Ara berusaha menahan emosinya.
Melihat suasana tegang itu So Eun dan Qyuri memilih keluar dari kamar, mereka bingung harus membela siapa.
“Kenapa kau tak bisa terima saja kekalahanmu Ara, kau tahu aku lebih segalanya darimu dan itu sejak dari kita kuliah.”ketus Sica membuat Ara semakin teriris.
“Kau merebutnya dariku Sica, apa kau tak pernah merasa menyesal dan bersalah telah menghancurkan temanmu?”Ara msih berusaha menahan suaranya agar tidak terdengar keras.
“Teman? Kau sendiri yang bilang aku bukan temanmu.”
“Kau yang membuat aku tak ingin berteman denganmu karena kau selalu menganggapku rival. Apa yang tak kau ambil dariku Sica?”Tanya Ara.
“Aku tak mengambilnya darimu Ara, tidak satupun, aku mendapatkannya karena aku yang berhak mendapatkannya.”Sica bersikeras dengan sikap sombongnya.
“Apa aku harus mengingatkanmu satu persatu Sica? Kau memakai gelang yang kuinginkan sehari setelah aku memberitahumu padahal kau tahu aku ingin mengumpulkan uang untuk membelinya, aku membiarkanmu. Kau pakai gaun merah ke pesta prom night padahal itu gaun yang ingin aku pakai untuk acara itu dan terpaksa gigit jari karena kau telah membelinya dari butik sebelum aku sampai., sekarang kau mengambil dua hal paling penting yang aku miliki yaitu Yunho dan gaun pengantin ini, apa kau merasa puas sekarang?’’mata Ara kini berkaca-kaca menahan emosi.
“Aku mendapatkannya bukan merebutmu dan Yunho memilihku bukan kamu Ara, kau harus terima itu.”Sica memandang sinis Ara.
“Yunho tak mencintaimu, bagaimana kau jalani pernikahan yang dipaksakan ini.”Ara tak kalah sinis.
“Kau hanya masa lalunya Ara, dia memilihku sekarang, dia menikahiku bukan kamu!”Sica juga tersenyum sinis.
“Aku sudah mengingatkanmu Sica, jangan sampai kau menyesal.”Kata Ara.
“Kenapa kau harus melakukan ini sekarang Ara? Kau cemburu?”tanya sica dengan nada tinggi.
“Mwo? Cemburu?”Ara hanya tertawa sumbang.
“Aku tak akan menyerah Ara, tidak dengan apapun yang kau katakan sekarang.”Sica melangkah meninggalkan Ara yang terhuyung bersandar ketembok kamar.
Ara tak lagi bisa menahan airmatanya yang sedari tadi ditahannya didepan Jessica. Tapi Ara segera tersadar dan mengahapus airmatanya dan membetulkan make-up tipisnya agar tak terlihat habis menangis. Tapi wajahnya tak bisa menyembunyikan kesedihan hatinya.
*****
“Ara mianhe……” Heechul mendekati Ara.
Ara hanya tersenyum tipis.
“Aku benar-benar minta maaf untuk semalam Ara, aku janji tak akan mengulanginya lagi.”Tampaknya Heechul benar-benar menyesali perlakuannya pada Ara semalam.
“Aku sudah lupa.”
“Teman?”Heechul tersenyum memeberikan lengannya dan disambut Ara dengan senyum.
“Forever.”ujar Ara.
Mereka melangkah menuju halaman belakang tempat altar pernikahan,berpasangan, pertama keluar So Eun dengan Kim Bum, Qyuri dengan Khyuhyun, Krystal dengan Changmin dan Ara dengan Heechul berjalan paling belakang disusul pengantin yang digandeng Appanya.
Yunho menatap Ara dengan sedih , sementara Ara sama sekali tak melihat kearahnya. Dia tahu Ara pasti kecewa dan sedih, hanya saja Ara memang selalu tak pernah menunjukkan perasaannya didepan semua orang.
Sica nampak semakin cantik dengan gaun pengantin putih tanpa lengan berbahan silk dan menjuntai panjang kebelakang kurang lebih dua meter sehingga terseret saat dia melangkah menuju kearah Yunho yang menunggunya di Altar.
Yunho menghela nafas perlahan dan tersenyum tapi hatinya sungguh sakit dan dadanya sangat sesak. Dia menyambut tangan Sica dan menghadap pendeta yang akan melakukan upacara pemberkatan untuk mereka.
“Yeobo!Yeobo!”tiba-tiba terdengar teriakan dan keributan dari bangku tamu undangan.
“Oemma?”Yunho terkejut saat menengok kearah keributan. Reflek Yunho berlari kearah Oemmanya yang tampak menguncang-guncang tubuh Appanya yang tergeletak.
“Appa! Appa!”Yunho menguncang-guncang tubuh Appanya namun tak ada reaksi.
Yunho segera berlari kearah mobil sambil membopong tubuh Appanya tanpa memperdulikan teriakan Jessica.
“Yunho! Yun!”teriak Jessica tapi tak digubris Yunho yang langsung menyalakan mobil dan berlalu menuju rumah sakit.
Semua orang tampak syock dan perlahan membubarkan diri satu persatu. Orangtua Jessica tampaknya sangat syock dan malu dengan kejadian itu, sementara Sica sendiri langsung berlari kekamarnya.
“Aku sudah merasakan kalau pernikahan ini ada yang salah dari awal.”kata Heechul.
“Mwo?”Serempak mereka berlima memandang Heechul.
“Ne..Yunho tak pernah menyukai Sica tapi tiba-tiba ingin menikahinya itu aneh buatku.”
Mereka hanya terdiam tak tahu harus bicara apa.
Tampaknya pernikahan Sica dan Yunho benar-benar telah gagal karena orang tua Jessica sangat marah merasa dipermalukan, meski Sica berusaha meyakinkan orangtuanya tapi mereka tetap menolak dan menentang pernikahan ulang antara dirinya dengan Yunho.
“Yoboseo?”Kyuhyun mengangkat telepon.
“…”
“Mwo?!”Kyuhyun terbelalak.
“Kami akan beritahu keluarga Sica, Yun! kami akan langsung kerumahmu.”Kyuhyun menutup teleponnya dan memandang sahabat-sahabatnya.
“Appa Yunho meninggal.”
“MWO!!”mereka semua syock mendengar ucapan Kyuhyun.
Bergegas Kyuhyun memberitahu keluarga Sica tapi sayang tampaknya emosi masih menguasai orangtua Sica sehingga mereka tak mau datang untuk sekedar mengucapkan bela sungkawa pada Yunho.
*****
Yunho memaklumi kemarahan orangtua Sica atas ketidakhadirannya pada pemakaman Appanya. Meski Sica sudah meyakinkan Yunho dan meminta maaf atas nama orangtuanya tapi Yunho benar-benar merasa kecewa.
Setelah pemakaman Ara,So Eun dan yang lainnya pulang ketempat mereka masing-masing. Kali ini Kim Bum, So Eun dan Ara pulang dengan mobil Ara dan mereka berpisah di Seoul, sementara Kyuhyun langsung menuju Busan tempat mereka menetap selama ini.
Ara sendiri melanjutkan perjalanan ke Incheon dengan perasaan tak menentu. Masih terbayang wajah Yunho yang tampak sangat sedih, ingin sekali rasanya menemaninya tapi Sica seperti tak memberinya kesempatan untuk mendekati Yunho, karena itulah dia lebih memilih pulang dengan sahabat-sahabatnya yang lain.
Kau kembali lari Ara………
Desisnya kecewa pada dirinya sendiri.Ara menghembuskan nafasnya yang terasa sangat sesak. Dalam benaknya terlintas, mungkin ini saatnya dia harus benar-benar mengubur perasaanya pada Yunho dalam-dalam, bukan tapi membuangnya jauh-jauh.
*****
Seminggu telah berlalu dan Ara tak mendengar kabar apapun dari Yunho. Ara sudah menetapkan hatinya membuka lembaran baru tanpa bayang-bayang Yunho lagi.
Ting Tong! Ting Tong!
Ara agak malas saat pagi-pagi sudah ada yang memencet bel apartemennya dan biasanya kalau bukan pengantar susu segar atau petugas laundry. Dengan mata masih mengantuk Ara membuka pintunya tanpa melihat siapa yang datang dari kaca pembesar.
Kreek….
“Anneyong haseyo.”Ara membelalak kaget melihat tamunya.
“Yunho!”
“Aku rindu padamu jagi.”Tanpa dipersilahkan Yunho melangkah masuk melewati Ara yang masih bengong terpaku didepan pintu.
“Kenapa kau ada disini?”tanya Ara masih bingung.
“Kau tidak rindu padaku Ara?”bukannya menjawab Yunho malah balik bertanya.
“Kau belum jawab pertanyaanku.”Ara mendengus kesal.
Yunho tersenyum mendekati Ara yang berdiri berkacak pinggang memelototinya.
“Mendapatkan cintaku kembali.”kata Yunho melingkarkan tangannya dipinggang Ara dan menarik mendekatinya.
“Kau…….”Ara menatap Yunho dengan ribuan pertanyaan. Tanpa jawaban Yunho menyentuh bibir lembut Ara penuh perasaan, Ara tak pernah mampu menolak, yang ada dibenaknya saat Yunho mulai menciumnya adalah membalas ciumannya dengan sama hangatnya.
Yunho melepaskan ciumannya dan tersenyum kemudian menyentuh hidung Ara dengan hidungnya dan menatap dalam mata Ara.
“Aku tak akan melepaskan lagi cintaku Ara.”Yunho melepaskan tangannya dari pinggang Ara.
Kemudian berjongkok dan mengeluarkan sesuatu dari saku celananya dan menyodorkannya pada Ara.
“Go Ara, will you marry me?”Yunho melamar Ara.
“Mwo?”Ara kaget dilamar Yunho pagi-pagi masih dalam keadaan bangun tidur dan acak-acakan.
Yunho mengangkat alisnya dan mengambil tangan Ara, Ara membiarkan Yunho memakaikan cincin berlian yang indah itu ditangannya.
“Pas”kata Yunho setelah selesai memakikan cincin dan mencium jemari Ara dengan lembut.
“Tidak bisa romantic sedikit ya? Melamar pagi-pagi.”kata Ara.
“Meski kau masih bau tapi kau tetap cantik.”Yunho tersenyum memeluk kekasihnya itu. Ara tersenyum malu.
“Kenapa yakin sekali aku akan menerima?”tanya Ara merebahkan tubuhnya dipangkuan Yunho.
“Memang kau akan menolaknya?”tanya Yunho mengelus lembut rambut Ara, Ara hanya tersenyum simpul.
“Jadi kau memutuskan Sica?”tanya Ara.
“Aku tak pernah pacaran dengannya, jadi aku tak pernah putus darinya. Pernikahan kami gagal ya sudah semuanya bubar.”kata Yunho tanpa beban.
“Kapan kau akan menikahiku?”tanya Ara menantang Yunho.
“Besok.”Ara hanya tersenyum memejamkan matanya merasakan setiap sentuhan tangan Yunho yang semakin liar….
Yunho membuka matanya saat hidungnya mencium bau tajam yang membuat perutnya keroncongan. Yunho segera beranjak dari tempat tidur dan menghampiri Ara yang sedang sibuk mengaduk-aduk sesuatu, membelakanginya.
“Hmm..Kimci!”Hidung Yunho kembang kempis melihat Ara yang ternyata sedang membuat Kimci.
“Lepaskan Yun.”Ara berontak manja meminta Yunho melepaskan pelukannya.
Yunho tersenyum dan mencium leher Ara dengan lembut baru melepaskan pelukannya dan duduk dimeja yang hanya berjarak ½ meter dari tempat Ara mengaduk kimci.
Yunho tak melepaskan pandangannya dari Ara, Ara yang tahu Yunho terus memandanginya hanya tersenyum simpul.
“Matamu tidak pegal melihatku terus-menerus.”Kata Ara meletakkan Kimci dimeja dan duduk menghadap Yunho.
“Tidak, aku akan terus memandangmu sampai mataku tak bisa terbuka lagi.”kata Yunho tersenyum.
“Gombal.”muka Ara memerah mendengar ucapan Yunho.
“Saranghae, Jagi.”
“Seperti ABG saja.”kata Ara menyembunyikan hatinya yang sebenarnya berbunga-bunga.
“Yun, apa kau serius ingin menikahiku?”tanya Ara serius.
“Ara…kita menikah bulan depan, bagaimana?”Yunho malah balik bertanya dengan muka yang tak kalah serius.
“Secepat itu? bagaimana dengan pekerjaanmu, aku…”
“Aku tahu apa yang ingin kau katakan! Jagi, temanku menawarkan pekerjaan disini jadi kau tak usah khawatir, aku akan bertanggung jawab padamu.”Yunho mencium tangan Ara.
“Jinjja?”
“Nde”
“Bagaimana dengan usaha Appamu di Gwangju?”tanya Ara.
“Taemin akan mengurusnya.”kata Yunho tenang.
“Jadi kau sudah memikirkan semua ini Yun?”
“Nde, aku sudah bilang Oemma akan menikahimu.”kata Yunho enteng.
“Mwo?kau?”Ara kaget mendengar pengakuan Yunho.
“Oemma sudah tahu aku hanya mencintaimu, dia senang aku lebih memilihmu ketimbang Sica.”kata Yunho tersenyum senang.
“Sincha?”Ara merasa bahagia telah mendapat restu keluarga Yunho.
“Nde, Eomma bilang kau harus memberinya cucu tahun ini.”Yunho tersenyum nakal.
“Mwo? Aisshh……kau!”Muka Ara langsung memerah.
Yunho tersenyum melihat Ara yang menunduk menahan malu.
“Kenapa malu? Apa menikahnya kita majukan saja minggu depan.”kata Yunho.
“Anyi….bulan depan saja, aku mau pilih gaunnya dulu.”Ara langsung menggelengkan kepalanya membuat Yunho tersenyum geli.
“Kau tidak takut ?”tanya Yunho.
“andwae?”
Yunho tersenyum sambil mengelus perutnya sendiri dan melakukan gerakan parabola dengan tangannya pada perutnya.
“Anyo! Kau sendiri bisa mewujudkan keinginan Oemmamu!”
“Aish……..kau menantangku!”Yunho berdiri menghampiri Ara tapi Ara segera berlari kearah beranda disusul Yunho yang langsung menangkapnya dengan gemas, Ara tak mampu melepaskan pelukan erat Yunho.
* END *

Tidak ada komentar:
Posting Komentar