Masih sangat menyedihkan membaca berita kematian gadis cilik Yue-Yue. Kenapa dunia semakin sinis dengan sesama. Manusia kini semakin jauh dari kasih sayang pada sesama. Tak terasa seiring menuanya dunia dan tergerusnya kasih sayang dengan hedonisme semu, perlahan tapi pasti membutakan hati kita. Pembelajaran yang amat sangat memalukan dan menyedihkan untukku. Belajar dari peristiwa memalukan itu betapa ketidak pedulian sesama kepada sesamanya kini jadi barang yang sangat berharga. Semua kini hanya dinilai dengan kematrialistisan semata. Perbedaan itu aku lihat sehari-hari. Hidup dikota besar seperti Jakarta ternyata tak berbeda saat aku pulang kembali ke desa. Masa kecil yang penuh tawa itu sangat-sangat jauh berbeda dengan saat ini. Tak ada lagi orang menyapa dengan senyum, tak ada lagi anak-anak kecil bermain di halaman rumah.Ketidakpedulian pada sekitar juga otomatis berimbas pada kesesama. Sangat susah membedakan mana orang yang benar harus ditolong atau hanya menipu di kota yang penuh dengan kepura-puraan. Tapi apakah harus bertanya bila memang menolong dengan hati yang tulus? Aku hanya ingin menghilangkan prasangka-prasangka buruk itu.
Saat ini sangat sulit mempercayai orang dengan segala kecurigaan yang ada seakan menghalangi hati nurani untuk melakukan tugasnya. Penolakan dari perintah ketulusan di sudut hati yang paling dalam dari mereka yang mengatasnamakan egoisme ternyata yang sering jadi pemenang. Aku hanya mencoba merenungkan....Apakah aku salah satu dari orang-orang yang tak peduli itu?
Aku hanya berdo'a semoga aku bukanlah orang yang masuk terseret dengan globalisasi yang terus bergulir dengan kejam. Tak akan bisa menghentikannya tapi ego masih bisa aku kendalikan. Hanya percaya pada apa kata hati nurani maka semua ketidakpedulian itu akan memudar dengan sendirinya.
Tiga kata yang tak pernah aku lupakan meski sekarang sangat jarang aku dengar. Warisan paling berharga dari orangtuaku yang selalu aku ingat untuk tak pernah lupa aku ucapkan pada sesama, siapapun dia oarngnya karena 3 kata ajaib itu bisa mengekspesikan siapa kita sebenarnya " TOLONG , MAAF , TERIMA KASIH ".

Tidak ada komentar:
Posting Komentar