Assalamualaikum............

Hai! Friendzzzz.........

Wellcome to my little world!

"Tempatku mencurahkan imaginasi liar tanpa batas! psttt jangan salah sangka kkkk,,,just for fun ^^"

" Berbagi dalam khayalan itu menyenangkan,,,,, "

Minggu, 06 November 2011

One Night On Secret Dating // FF


One Night On Secret Dating 


Cast : Go Ara
Genre : Romance
Rating : 13 +
Category : one shot

Tak terlihat lelah saat Ara tiba dinegara Adi Kuasa itu karena dia bisa tidur dengan lelap di VIP class. Ara langsung menuju Four Season hotel  untuk menginap. Hotel mewah dengan fasilitas nomer wahid yang telah dipesankan manager untuknya menginap  2 hari sebelum memulai debut syuting film terbarunya ‘papa’di Atlanta. Sementara dua hari ini dia akan di New York untuk keperluan pemotretan sebuah majalah style korea.
Dan akan melanjutkan ke Atlanta setelah pekerjaannya di New York selesai ,selama proses syuting Ara akan tinggal di trailer dan tinggal disekitar lokasi syuting bersama asisten dan managernya yang selalu setia menemaninya kemanapun dia pergi.
“yoboseo….”Ara mengangkat teleponnya.
“…”
“nde, aku baru tiba dihotel sekarang sedang tiduran.”Ara membalikkan badannya diatas tempat tidur sehingga wajahnya tengkurap menghadap kebantal.
“…”
“nanti malam?”
“…”
“nde…”Ara mengembangkan senyumnya.
“…”
“Bye…..”Ara kembali membalikkan badannya dengan senyum lebar dan mata yang bersinar dengan terang memandang langit-langit kamar mewah itu dengan kagum.
“Bahagia sekali…..dia mengajakmu kencan?”tanya asistennya melihat Ara yang senyum-senyum sendiri.
Ara  mengangguk dan memandang asistennya itu dengan wajah bahagia. Ya, tak ada rahasia yang disembunyikan pada asisten yang sudah dia anggap  unnie itu.
“Kau mau kemana malam ini?”
“Anyo,Unnie….dia hanya mengajakku ke observatory empire hotel dilantai  86.”jawab Ara.
“Apa dia menginap dihotel ini juga?”asistennya bertanya lagi.
“Tidak! Dia menginap di Hilton.”
“Oh…jadi dia akan menjemputmu kesini?’’
“Nde…”
“Sebaiknya kau istirahat dulu, mau aku bangunkan jam berapa Ara?”
“jam 6 ya Unnie….gomawo.”Ara tersenyum dan memejamkan matanya.
“Nde……..”Asistennya tersenyum  memandang Ara yang terlihat masih ceria meski sebenarnya lelah karena perjalanan yang cukup jauh.
*****
Ara mematut diri didepan kaca dan membetulkan rambutnya yang dibiarkan tergerai dengan indah.
“Kau sudah cantik, Ara!”ujar asistennya.
“Ah, Unnie…….”Ara tersenyum malu.
“Apa bajuku sudah bagus Unnie?”meski sudah menjadi artis terkenal dan selalu tampil memukau didepan kamera tapi setiap akan bertemu dengan namja yang satu ini ,dia selalu bingung harus memakai baju yang seperti apa. Padahal dia tak terlalu memikirkan bila hadir disebuah event besar sekalipun. Ara selalu ingin terlihat sempurna didepan namja itu.
“apa kau bercanda? Apapun yang kau pakai kau selalu terlihat sempurna.”asistennya hanya menggeleng melihat Ara yang masih saja nervouse dan tidak percaya diri setiap namja itu mengajaknya kencan.
“tapi…..”Ara masih ragu dan memutar badannya didepan cermin.
“Ara, semua sudah sempurna tinggal kau saja yang harus menenangkan dirimu, kau tak mau salah tinggah kan didepannya?”
“Nde…tapi dia selalu membuatku seperti itu.”muka Ara bersemu merah.
“Aish…..kau ini, baru membicarakannya saja wajahmu sudah bersemu merah begitu.”Ara tersenyum.
“Kau lebih dari manyukainya ya?!”
“Aku rasa ya Unnie, tapi sampai kapan kami begini Unnie,”wajah Ara tiba-tiba muram.
“Sabar Ara, nanti akan tiba saatnya untuk kalian.”Asisten Ara yang juga penasehat pribadinya itu mendekati Ara dan memegang pundak Ara dengan lembut.
“Nde….”Ara tersenyum optimis.
“Sudah jangan kau pikirkan, nikmati saja saat ini, kau tak mau merusak kencanmu malam ini kan?” Ara mengangguk.
“Kalian tak mudah mendapat kesempatan seperti ini karena kesibukan kalian dan tuntutan pekerjaan, jadi kau harus menikmati sekecil apapun moment yang bisa kalian dapatkan bersama.”dengan bijak asisten Ara memberi nasehat.
“Kau seperti Eomma ya Unnie..”Ara memeluk asistennya dengan sayang.
“Kau ini manja sekali, sudah sana jangan biarkan dia menunggu terlalu lama!”asistennya mendorong tubuh Ara kepintu.
“Ah…Unnie, dia baru sampai.”Ara melihat ponselnya yang bergetar dan membaca sebuah massage. Ara keluar dari kamar hotelnya yang ada dilantai delapan menuju pintu lift yang ada diujung koridor.
Beberapa pria bule memperhatikan Ara yang terlihat sangat cantik dengan gaun putih selutut berpadu dengan blazer berwarna senada  transparant memperlihatkan kulit putih mulusnya dari lengan sampai ujung jarinya karena gaun yang dipakai adalah gaun straples bertali kecil menempel diujung bahunya. Tapi Ara hanya diam saja tak bereaksi meski dia tahu beberapa pasang mata memperhatikannya di dalam lift karena posisinya kebetulan ada paling depan dekat dengan pintu lift. Ara tahu ini bukan dikorea jadi dia tak perlu basa-basi memberi senyum atau membungkukkan badan karena mungkin ekspektasinya akan lain bila dia melakukan itu. Kalau di Negara Asia lain mungkin akan sama tapi ini Negara barat yang sangat berbeda kebudayaan dia merasa tak harus melakukannya.
Ara bernafas dengan lega saat keluar dari lift dan segera menuju pintu keluar lobi utama. Ara celingukan karena tak menemukan orang yang dicarinya disana.
Dia bilang sudah sampai tapi kenapa tidak ada….
Bisik Ara dalam hati. Ara mengalihkan pandangannya kejalanan kota New York yang terlihat sangat indah dengan lampu berkelap-kelip. Ara benar-benar dibuat kagum dan untuk sesaat lupa kalau dia sedang menunggu seseorang.
“Anneyong haseo,Mianhe, membuatmu menunggu lama…”Suara lembut itu membuat Ara terkejut karena menyapanya dari belakang.
“Oppa…!!”Ara agak terpekik.
“Aishh…..jangan menakutiku seperti itu.”Ara memberengut.
“Kau takut?”Namja itu tersenyum melihat Ara yang memperlihatkan wajah protesnya.
“Anyi, hanya terkejut.”
“Mianhe……”Namja itu memperlihatkan senyum mautnya yang membuat muka Ara memerah saat matanya bertemu pandang.
“tadi kau bilang sudah sampai, berarti kau bohong padaku!”Ara memandang namja tampan didepannya.
“anyi pretty….tadi aku ketoilet dulu saat menunggumu. ”
“jinjja?”
“Nde……aku tidak akan bohong padamu,kita jalan sekarang?”ujar namja itu .
Ara tersenyum dan mengangguk.
Di dalam Yellow Taxi yang terkenal di New York, namja itu menggenggam tangan Ara dan menciumnya dengan lembut.
“Aku sangat merindukanmu Ara.”namja itu memandang dalam kemata Ara.
Wajah Ara langsung memerah saat mendapat sentuhan lembut dari namja yang juga sangat dirindukannya itu. Saat memandangnya Ara melihat kerinduan yang tertumpuk disana, Ara juga yakin diapun melihat kerinduan yang sama besar dimatanya.
“Aku juga Oppa.”Ara membalas senyum namja tampan berambut pendek dengan sikap tenang dan suara bassnya yang dalam dengan penuh kerinduan.
“Kenapa susah sekali untuk bertemu denganmu,Ara.”keluh namja itu menyesalinya.
“Yah…ini resiko pekerjaan kan, Oppa!”Ara berusaha tenang menggapi kekesalan namja itu meski dalam hatinya juga setuju dengannya.
“dan sekarang kau harus tinggal disini dalam waktu lama untuk syuting filmmu yang baru, ah… bagaimana kalau aku merindukanmu…..”ada kecewa diwajah tampannya.
“Nde…aku juga pasti akan sangat merindukanmu.”
“Aku akan meneleponmu tiap hari.”dia tersenyum pada Ara.
“Aku juga, Oppa! Aku ingin mendengar suaramu tiap hari.”Mata Ara bersinar dengan indah.
“Tapi aku ingin menatap matamu tiap hari….”
“Aku ingin melihat senyummu tiap hari….”
“Aish…….rasanya melelahkan harus terus menyembunyikan perasaan ini dari semua orang.”namja itu menggeretakkan giginya.
Mereka menghabiskan malam itu dengan  bercanda tertawa dan bercerita apa saja untuk menghabiskan malam yang tidak bisa mereka nikmati setiap hari. Meski sering berkencan dan tahu perasaan masing-masing tapi tak pernah ada komitmen. Ada dinding yang sangat tebal yang menghalangi mereka untuk hanya sekedar menjadi pasangan biasa seperti umumnya pasangan kekasih yang sedang jatuh cinta dan saling mencintai.
***
Tapi sesulit apapun rintangan itu baik Ara maupun namja itu menikmati kebersamaan yang mereka jalin diam-diam dengan bahagia. Hanya orang-orang terdekat mereka saja yang tahu seperti apa mereka manjalani hubungan itu selama ini. Namja tampan yang dipanggil Oppa memeluk Ara dan memperlihatkan pemandangan New York dari kaca samping observarory yang bercahaya remang dan romantic pada malam hari, ternyata disana juga banyak pasangan yang tengah berkencan.
“Sangat indah ya…”bisiknya ditelinga Ara.
“Nde….”Ara menyenderkan kepala didadanya.
“Aku bahagia bisa memelukmu malam ini, Ara. Rasanya aku tak ingin malam ini berganti pagi.”Ara merasakan ciuman lembut dikepalanya.
Ara tersenyum mendongakkan kepalanya melihat dari dekat wajah namja yang memeluknya dengan erat dari belakang itu.
“Sampai kapan kau disini Oppa?”tanya Ara.
“Besok setelah event selesai aku langsung pulang ke Seoul karena harus tampil dijepang dua hari lagi.”ditatapnya mata lembut Ara.
“kenapa cepat sekali.”Ara terdengar kecewa.
“Nde, aku akan kembali kesini bulan depan Ara untuk  konser  dengan artis lainnya.”katanya menatap langit malam dengan kecewa juga.
“jadi aku baru bisa menemuimu bulan depan, Aishh……..”namja itu agak kesal menyadari dia tidak akan bertemu Ara cukup lama.
“Aku akan menunggu, Oppa….”Ara memejamkan matanya menikmati pelukan namja itu.
“Nde…chagi…..”dikecupnya dahi Ara dengan lembut.
“Oppa…”bisik Ara memejamkan matanya menikmati pelukan namja itu dengan berjuta perasaan yang sulit untuk diungkapkan.
…..
Ara menatap sendu namja itu didepan pintu kamarnya, membuat namja itupun enggan beranjak pergi dari depan Ara.
“sweat dream pretty, jaga dirimu ya, janji?”dia menggenggam tangan Ara dengan lembut.
“Nde, kau juga Oppa jangan terlalu lelah dan jangan lupa makan  ya!”Ara mengangguk.
“Nde.”
Dikecupnya kening Ara cukup lama seakan enggan menjauhkan bibirnya dari dahi Ara.
“Masuklah….”
Ara membuka pintu dengan berat tapi dia juga sudah lelah dan schedule padat menantinya esok hari untuk pemotretan dan juga pas baju dan meeting dengan sutradara. Begitupun namja itu, Ara tahu dia tak kalah sibuk dengannya dan dia bahagia ditengah kesibukan super padatnya dia masih menyisihkan waktu untuknya. Ara menutup perlahan pintu kamar dan memandang senyum namja tampan bertinggi badan 184 cm yang punya tatapan mata dalam dan teduh yang akan dirindukannya itu menghilang dibalik pintu dengan perasaan bahagia bercampur kecewa.
***
Ara hanya tersenyum membaca rumor yang beredar di internet tentang kabar dirinya menjalin hubungan dengan leader TVXQ U-know Yunho.
“Apa lagi sekarang Ara?”tanya asistenya melihat Ara tersenyum menatap laptopnya.
“Semakin banyak hater, Unnie.”jawab Ara.
“Yunho?”tanyanya lagi.
“Nde!”
“Dia memang milik semua orang siapapun yeoja itu hidupnya tidak akan mudah disamping Yunho.”Asistenya hanya geleng-geleng kepala.
“Nde.”Ara hanya tersenyum.
“Tapi seiring waktu mereka pasti mengerti. Kau sendiri bagaimana?”tanya asisten Ara lagi.
“Mwo? Ada apa denganku?”Ara memalingkan wajahnya pada asisten yang tengah sibuk mengepak baju disofa.
“kau yakin bisa menjalani hubungan diam-diammu dengan Oppa? Bagaimana kalau mereka tahu?kau sudah siap mengahadapinya? “tanpa melihat wajah Ara dia terus bertanya.
“Aku hanya ingin menikmatinya saat ini Unnie, untuk nanti aku tak ingin memikirkannya.”Ara menjawab dengan bijak.
“Aku senang, kau semakin dewasa, kurasa pengaruh Oppa sangat besar padamu, ya?!”asisten Ara tersenyum.
“Nde, aku banyak belajar darinya.”Ara mengangguk, melihat MV TVXQ ‘ Before You Go ‘.
Hwaiting Oppa….gomawo untuk malam yang indah…………
Ara tersenyum menatap sosok yang dikaguminya dalam video itu.
Ara menutup laptopnya.
*****

1 komentar: