Assalamualaikum............

Hai! Friendzzzz.........

Wellcome to my little world!

"Tempatku mencurahkan imaginasi liar tanpa batas! psttt jangan salah sangka kkkk,,,just for fun ^^"

" Berbagi dalam khayalan itu menyenangkan,,,,, "

Sabtu, 24 Desember 2011

BEAUTIFUL GRACE // FF//PART 3


BEAUTIFUL GRACE

Main cast             : Yunho , Ara
Other cast           : many of hallyu star ( every chapter are new cast )
Genre                   : Romantics, Friendship
Rating                   : 13 +
Category              : Chapter ( long I hope )


Part 3 of  this chapter is about who Ara loves to mark little dissapointed to Yunho.
Tapi ini baru awal cerita yang akan dilalui mereka berdua, masih terlalu dini untuk menemukan dua hati yang sama sekali belum saling kenal.



PART  3

Disappointed!

“Kau sudah selesai chagi?”tanya namja itu menyentuh tangan Ara dengan lembut melihat Ara selesai menyuapkan sendok terakhir ice cream.
“Nde.”Ara tersenyum lembut pada sosok namja tampan disampingnya dengan pandangan mesra.
Chagi?......
Hati Yunho terasa ingin meledak mendengar namja itu memanggilnya chagi pada Ara…..
“Yunho-ah!Junsu-ah! perkenalkan ini teman-temanku, yang itu Go Ara dan ini Kim Soo Hyun.”Ujar Tifanny memperkenalkan Ara dan Soo Hyun pada Yunho dan Junsu.
Ara dan Soo Hyun tersenyum begitupun dengan Junsu dan Yunho meski dalam hati Yunho menyimpan rasa segan karena Soo Hyun memanggil chagi pada Ara tadi.
“Kami sudah pernah bertemu.”Ara tersenyum.
“Sincha? Jadi kalian sudah saling kenal?”tanya Tiffanny membulatkan matanya.
Ara menggeleng.
“Belum.”jawab Ara.
“Tapi katamu kau sudah pernah bertemu mereka?”kata Tifanny bingung.
“Kami belum sempat berkenalan, waktu itu aku hanya menjemput Oppa Minho kelapangan setelah bertanding.”jawab Ara menjelaskan.
“Oh……..”Tifanny tersenyum mengerti.
Jadi Apa hubungan Minho dengan Ara?
Yunho berkata dalam hati, tapi entahlah sisi hatinya tak bisa berhenti bertanya.
Jadi siapa Soo Hyun?
Rasanya Yunho ingin bertanya,tapi belum sempat satu katapun terlontar dari mulutnya tiba-tiba….
“Ah….chagi! sebaiknya kita pulang sekarang.”Soo Hyun melihat pergelangan tangannya dan terkejut melihatnya, dengan serta merta mengajak pulang Ara dengan terburu-buru.
“Mianheyo kami harus pulang sekarang.”kata Soo Hyun membungkuk.
“Annyeong…..”Ara tersenyum mengikuti Soo Hyun.
Junsu, Yunho dan Tiffany hanya bisa tersenyum kecut, terutama Yunho dan Tifanny.
Ada seribu tanya yang ingin Yunho lontarkan pada yeoja cantik didepannya itu tapi mulutnya seperti terkunci, apalagi namja bernama Kim Soo Hyung itu seperti memprotek Ara darinya dan Junsu.
“Kenapa dia selalu begitu…’’Tiffanny menggumam sendiri.
“Mwo?”Yunho mendengar Tiffanny mengguman tidak jelas.
“Anyo….”meski berusaha disembunyikan tapi masih terlihat Tifanny kesal mereka pergi saat mereka belum selesai makan.
“Bagaimana kau bisa mengenal mereka Fanny?”tanya Junsu.
“Mereka temanku saat masih sekolah di Kanada.”kata Tifanny dengan enggan.
“Maksudmu kalian bertiga satu sekolah dan kebetulan juga pindah ke korea bertiga?”tanya Yunho.
“Iya benar. Karena kami sama-sama dari korea kami menjadi sahabat baik bertiga dan kebetulan juga tahun lalu kami pindah ke korea secara bersamaan.”
“Oh….jadi hanya kau yang masuk SMA Seoul dan mereka SMA Kyungsan?”tanya Junsu mencoba menebak.
“Anyo…..Ara home schooling dan Soo Hyung Di SMA Internasional Seoul.”
“Oh……..”Yunho dan Junsu mengangguk-angguk.
Yunho baru sadar pertama melihat Ara dipesta Yuri,mungkin karena dia bersama Tiffanny malam itu, karena Yuri atau Yunho dan yang lainnya tak mengenal Ara.
“Mmmm….Tiffanny-ah, apa mereka itu pacaran.”tanya Yunho hati-hati.
“Kenapa kau tanya itu?”Tifanny memandang Yunho penuh selidik.
“Anyi……mereka terlihat mesra.”Yunho berusaha menyembunyikan kegugupannya.
“Oh….Nde mereka pacaran.”jawab Tiffanny datar.
Yunho tersedak.
“Uhuk…uhuk..uhuk…”dengan gugup Yunho menutup mulutnya.
“Kau tidak apa-apa Yunho-ah.”Tifanny reflek memberikan tissue pada Yunho.
“Gwencana….gomawo.”
Yunho kecewa mendengar jawaban dari Tifanny.
Melihat reaksi Yunho mendengar jawabannya membuat Tiffanny curiga dan memandang Yunho dengan serius.
“Kenapa denganmu Yunho-ahh?!”kata Tifanny.
“Anyi….hanya tersedak.”Yunho berusaha sekuat mungkin agar Tifanny tak tahu isi kepalanya.
“Sincha? ”Tifanny masih belum puas dengan jawaban Yunho.
“Nde…”Yunho tersenyum menutupi kegugupannya.
 “Kenapa dia juga  menyukainya….”Tiffanny kembali bergumam.
“Mwo?”meski samar Junsu mendengar apa yang dikatakan Tifanny.
“Anyo..anyo…Aku harus pulang sekarang.”Tiffanny berdiri.
“Yunho-ah, sebaiknya kau tak berfikir untuk menyukainya.”Tiffanny meninggalkan Yunho yang bengong mendengar perkatannya.
“Nde?……Aishhh……”Yunho mengacak-acak rambutnya dengan gemas melihat Tiffanny menjauhinya dengan cepat dengan menimbulkan tanda tanya besar dikepalanya.
“Aku jadi bingung …”Junsu mengeryitkan keningnya.
“Apa lagi?” Yunho sendiri yang dibuat pusing dengan kata-kata terakhir Tifanny masih belum bisa mencerna perkatannya.
“Apa kau suka Ara?”Junsu mendekatkan mukanya pada Yunho.
 ‘‘Aishhh……kau ini. Siapa bilang aku menyukai Ara?”kata Yunho.
“Terlihat dimatamu saat kau melihatnya.”jawab Junsu enteng.
“Jangan sok tahu!”Yunho melotot.
“Kau tak pernah memandang yeoja lebih dari 3 detik.”
“Kau………..”Junsu memandang Yunho dengan menantang seolah berkata ‘ coba bilang kalau aku salah, apa kau berani?’ dan itu sukses membuat Yunho terdiam tak lagi mendebat Junsu.
Bagaimana pun dia berusaha menutupi perasaanya Junsu pasti tahu karena sahabat yang satu ini paling tahu apa yang membuat sesuatu disuka atau dibenci Yunho tanpa Yunho mengatakannya.
Tapi sekarang Yunho tahu bahwa Ara sudah punya namjacingu.
Kenapa aku merasa melihat kesedihan disaat dia tersenyum?
Bisik hati Yunho.
Dan kecewa kembali menggelitik perasaannya mengetahui kenyataan Soo Hyun-lah yang membuat Ara terlihat sangat bahagia.
Yunho menahan nafasnya dan menghembuskannya perlahan.
Ternyata rasanya tidak enak bila kecewa.

*****

Soo Hyun mengecup lembut kening Ara.
“Saranghae chagiya.”Soo Hyun tersenyum menatap kekasihnya itu.
“Hyun…apa kau benar-benar akan menungguku?”tanya Ara dengan lirih.
“Tentu chagi! Kita akan hadapi ini bersama nanti pada saatnya tiba.”Soo Hyun memeluk Ara dengan erat.
“Gomawo Hyun…kau sangat baik padaku.”Ada butiran lembut yang jatuh disudut mata Ara.
“Jangan menangis Ara. Aku tak akan bisa melihat kau bersedih.”Soo Hyun menghapus airmata Ara dengan ujung ibu jarinya.
“Kau sangat baik padaku padahal aku telah menghianatimu Hyun.”Ara tak bisa menyembunyikan kesedihan hatinya.
“Ara…aku tahu kau hanya mencintaiku,itulah alasanku kenapa aku tetap ingin disisihmu.”sesungguhnya Soo Hyun juga tak bisa menyembunyikan kesedihan dalam hatinya sendiri.
Ada ketakutan yang terus membayanginya kehilangan orang yang dicintainya sejak 2 tahun lalu itu karena meksipun dia tahu Ara mencintainya tapi setiap saat dia bisa mengambilnya dari sisinya karena Ara sekarang menjadi miliknya.
“Ara…aku akan pergi saat kau benar-benar memintaku untuk pergi.”Soo Hyun mempererat pelukannya seakan takut yeojacingunya itu terlepas dan hilang dari pelukannya.
“Saranghae Hyun.”Arapun mempererat pelukannya.
Momen seperti itu sangat tak ingin dilepaskan Ara dari hidupnya.Bagaimana mungkin dia bisa melepaskan Soo Hyun yang begitu mencintainya.
Hatinya sudah terlanjur diberikan pada Soo Hyun jauh sebelum dia datang dalam kehidupannya.
Ara menyukainya tapi setiap berdekatan dengan dia, Ara selalu merasa Soo Hyun yang menemaninya. Sekuat apapun Ara mencoba tapi bayangan Soo Hyun tak pernah bisa dihapuskan dari pikiran dan hatinya.
Soo Hyunlah yang selalu disisinya, yang membuat dia selalu merasa tegar dan kuat bertahan ditengah kebimbangannya.
“Pulanglah Hyun..”Ara melepaskan pelukan Soo Hyun.
“Nde…istirahatlah Ara,jangan terlalu kau pikirkan masalah ini,kau semakin kurus.”Soo Hyun membelai rambut Ara dengan lembut.
Ara hanya mengangguk dan tersenyum.
Soo Hyun meninggalkan Ara yang masih terpaku menatap mobil Soo Hyun yang menghilang di tikungan jalan.
“Kau dari mana Ara?”Nyonya Go menyambut Ara dipintu masuk.
“Bertemu teman Oemma.”jawab Ara berharap ibunya tak melihat Soo Hyun tadi.
“Ne…Ara sebaiknya kau ajak Minho bila ingin bertemu temanmu.”kata Oemmanya dengan bijak.
“Nde Oemma.”Ara mengangguk.
“Sekarang istirahatlah sudah malam.”
Ara menangguk dan meninggalkan Oemmanya dengan lega karena dia sama sekali tak menanyakan kemana dan dengan siapa dia pergi.
Rasanya menyakitkan sekali harus membohongi orang-orang yang disayangi.
Ara mengela nafas panjang. Selesai membersihkan diri Ara merebahkan badannya yang terasa pegal di tempat tidur.
Bayangan-bayangan itu muncul bergantian dikepalanya, bayangan yang terasa sangat menyakitkan sangat membebani pikirannya. Dan mata itu?
“Ah……..kenapa harus dia?”
Ara bergumam sendiri.
Tapi……..
Dibalik tatapannya yang dingin terasa ada sesuatu yang hangat disembunyikan namja itu dan itu menyentuh sudut hati Ara yang sangat jauh dan gelap.
Ada yang berbeda darinya…….
Pabo! Pabo!
Ara memukul sendiri kepalanya sampai dia meringis karena kesakitan sendiri.
Ara memejamkan matanya, diantara kesakitannya bayangan sosok baru itu seperti setetes embun  ditengah kegelapan hatinya.

*****

“Yunho-ah!”teriak seorang yeoja dari arah belakangnya.
Yunho yang berjalan bertiga dengan Yoochun dan Changmin serentak menengok kebelakang.
“Tifanny?”tanya Yoochun mengeryitkan kening melihat Tifanny berlari-lari mendekati mereka.
“Yunhho…apa kau ada waktu? Aku ingin bicara denganmu?!”tanya Tifanny dengan nafas yang masih terengah.
Yunho sejenak terdiam dan berfikir.
‘’Apa sangat penting?”tanya Yunho.
“Nde…”Tifannya menangguk.
Yunho mengeryitkan kening, mengingat pertemuan terakhir mereka Tifanny mengatakan sesuatu yang membuatnya tak habis pikir sampai sekarang.
“Baiklah…”Yunho memandang teman-temannya.
“Kami duluan Yun.”kata Changmin.
“Aku akan kerumahmu nanti malam!”kata Yoochun mengikuti Changmin yang sudah melangkah menjauhi Yunho.
“Nde!”Yunho mengangguk.
Yunho mengikuti Tifanny yang mengajaknya ketaman belakang sekolah yang sudah sepi karena memang sekolah sudah bubar dari jam 2 siang atau satu jam yang lalu tepatnya.
“Yunho….apa tidak apa-apa kalau aku bertanya masalah pribadi padamu?”tanya Tifanny.
“Mwo? Kau mau tanya apa?”Yunho mengeryitkan keningnya.
“Ada hubungan apa kau dengan Yuri?”
“Mwo?”
“Aku lihat kau sangat dekat dengan Yuri?”tanya Tiffanny serius.
“Dia temanku.”
“Sincha? Apa kalian hanya berteman saja?”
“Nde sama denganmu dan yang lainnya.”jawab Yunho datar.
“Apa kau benar-benar tidak punya yeojacingu?”
“Ne…”Yunho menggeleng tanpa menatapTifanny.
“Apa aku bisa menjadi yeojacingumu?”tanya Tifanny.
Meski Tifanny mengatakannya dengan ragu dan agak sedikit menekan suaranya tapi kata-katanya membuat Yunho terbelalak.
“MWO!!”reflek Yunho memandang Tifanny yang tengah menatapnya.
“Aku menyukaimu Jung Yunho.”Tifanny berkata dengan serius.
“Aku….”
“Kau tak harus mengiyakan sekarang, aku akan menunggumu.”
“Tapi……”
“Aku pulang……”
“Tifanny-ahh………”
Tifanny berlalu meninggalkan Yunho yang masih syock dengan pengakuan Tifanny yang terus terang dan sangat berani untuk ukuran seorang yeoja.
“Aku dengar semua!”Sebuah suara menengejutkan Yunho.
“Yoong? Kau belumpulang?”Yunho terkejut melihat Yoona menghampirinya.
Yoona menggelengkan kepalanya dan duduk disamping Yunho.
“Kau mendengarkan kami bicara?”tanya Yunho.
“Tidak! Saat aku lewat dan melihat kalian, aku ingin menyapa tapi karena kalian bicara serius jadi aku hanya berdiri disana.”Yoona menunjuk tiang yang hanya berjaraj 2 meter dari tempat mereka duduk.
“Dan tak sengaja mendengar kalian bicara.”
“Oh…..”
“Oppa,apa kau menyukainya?”Yoona memandang Yunho yang Nampak masih syock.
“Aishh……yeoja ini.”Yunho mendengus dan berdiri.
“Oppa!”Yoona mengikuti Yunho.
“Kuantar kau pulang.”Yunho tak menjawab pertanyaan Yoona dan langsung menuju ke parkiran mobil.
“Kau belum menjawab pertanyaanku.”Didalammobil Yoonamasih berusaha bertanya pada Yunho.
“Apaaku terlihat menyukainya?”Yunho malah balik bertanya.
“Aku tidak tahu.”Yoona menggelengkan kepalanya.
“KAu susuah ditebak, aku tidak tahu kau suka yeoja atau tidak.”Yoona tersenyum ketika mengatakan itu.
“Aissshh! Kau piker aku tidak normal!”Yunho mendelik melihat Yeoja disampingnya tersenyum mengejek.
“Aku tak pernah melihat kau menyukai yeoja, jadi wajar kan kalau aku berfikir Oppaku yang tampan ini tidak menyukai yeoja.”
“Yah!Apa kau mau aku turunkan disini?”Yunho memperlihatkan wajah evilnya yang malah membuat Yoona semakin ingin meledek Yuno.
“Hahahaha……….kau tidak pantas marah Oppa, bukannya seram wajahmu malah jadi lucu.”Yoona tertawa senang melihat Yunho Nampak sangat kesal.
Yunho hanya bisa menahan kekesalannya mendengar Yoona meledeknya. Meski Yoona lebih muda satu tahun darinya tapi mereka sekolah dan dikelas serta tingkat yang sama,karena kepintarannya maka Yoona setahun naik tingkat lebih dulu.
“Yoong, kenapa kau bisa pulang dengan Yunho?”Yoochun heran melihat Yoona pulang dengan Yunho.
“Aku bertemu Oppa disekolah.”Yoona tersenyummelihat Yoochun sudah ada di rumah Yunho.
“Kau bilang mau kesini nanti malam.”Yunho meletakkan kunci dimeja dan duduk dibangku teras disamping Yoochun.
“Hehhee..Aku penasaran.”Yoochun cengengesan.
“Ada apa denganmu Oppa?”Yoona memandang wajah Yoochun.
“Kau tahu tadi Tiffany berbicara serius dengan Yunho?”tanya Yoochun pada Yoona sambil melirik Yunho yang nampak acuh mengistirahatkan badannya.
“Aku tahu.”jawab Yoona.
“Hah! Jadi kau tahu juga Yoong?”tanya Yoochun dengan surprise.
“Nde,aku juga mendengar semuanya.”Yoona tersenyum.
“Hah?! Jadi apa yang mereka bicarakan?”Yoochun nampak sangat antusias.
“Hwang Tiffany menyukai Yunho Oppa.”
“HAH!!!!”Yoochun Nampak terkejut dan memandang Yunho yang Nampak biasa saja.
“WOW! Akhirnya hyung-ku ini dapat yeojacingu juga.”Yoochun menepuk pundak Yunho.
“Chukae!”Yoochun tersenyum sensing.
“Aku belumpunya yeojacingu!”Yunho mendelik melihat reaksi Yoochun yang berlabihan.
“Lho?!”Yoochun bingung memandang Yunho dan Yoona dengan tampang ploongonya.
“Oppa belum mengiyakannya.”kata Yoona melihat Yoochun heboh dengan tebakannya.
“Oh….”Yoochun garuk-garuk kepala menyadari sifat sok tahunya.
“Oppa! Aku tidak setuju kau dengan Tiffany,aku lebih suka kau dengan Yuri.”kata Yoonapada Yunhoyang sepertinya tidak terlalu tertarik dengan pembicaraan itu.
“Yun,kenapakau cuek saja sih.”Yoochun dibuat kesal melihat Yunho malah sibuk dengan Blackberry-nya.
“Ga terlalu penting.”jawab Yunho cuek.
“Kau ini… kau disukai dua yeoja cantik tapi malah ga perduli.”Yoochun malah jadi kebakaran jenggot melihat sikap Yunho.
“Dia kan tidak normal.”kata Yoona .
Alhasil membuat Yunhomemandangnya dengan wajah marahnya.
“Apa kau bilang?”Yunho melotot pada Yoona yang malah tersenyum.
“Tapi sepertinya aku mulai percaya Yoona.”kata Yoochun menyeringai.
Sepertinya dia memang harus dipancing.
Pikir Yoochun.
“Yah! Kalian! Suka seorang yeoja sekarang tapi bukan mereka berdua!”kata Yunho emosi.
“Aha! Thank’s God! Ternyata hyung-ku normal!”Yoochun tertawa senang mendengar pengakuan Yunho.
“Aisshh…kalian!”Yunho benar-benar salah tingkah mendapat tekanan dari dua sudaranya ini.
“Siapa yeoja itu Oppa?”tanya Yoona penasaran.
“Kalian tidak perlu tahu.”Yunho menghardik dan berdiri masuk kedalam rumah tanpa memperdulikan wajah-wajah penasaran dua orang yang memandangnya.
“Aku rasa aku tahu siapa yang dia suka?”Yoochun Nampak berpikir keras.
“Sincha?”Yoona memandang Yoochun.
“Nde…… tapi aku belum yakin.”Yoochun menggelengkan kepalanya.
“Ah…kau ini! Jangan membuatku penasaraan Oppa.”Yoona cemberut melihat reaksi Yoochu yang dari tampang serius yakin berubah dalam sekejap jadi hopeless.
“Yoong…kapan kau datang?”Seorang Ibu setengah baya keluar dari pintu dan menyapa Yoona yang duduk diteras.
“Oemonniem…tadi dengan YunhoOppa.”Yoona tersenyum melihat Oemma Yunho.
“Oh…kenapa tidak masuk yoong? Apa kau akan menginap disini?”
“Anyo…aku akan ikut Yoochun Oppa saja Oemmonim, Oemma sendiri dirumah.”Yoona menggeleng.
“Appamu keluar kota?”
“Nde.”
“Ya sudah, kalau kalian lapar makan saja didalam ajak Yunho, Oemonnie pergi dulu.”Nyonya Jung melangkah memanggil supir pribadinya dan berlalu dengan mobilnya.
“Apa Oemma sudah pergi?”Yunho yang sudah berganti baju kembali keteras rumahnya.
“Nde!”Yoona dan Yoochun menjawab bersamaan.
“Kalian lapar?”
“Tentu saja!”jawab Yoochun.
“Ya sudah …beli sana!”dengan cuek Yunho meninggalkanYoochun dan Yoona yang bengong mendengar ucapannya.
“Yah!Oppa!!!”Yoona mengikuti Yunho kedalam rumah tanpa diminta begitupun dengan Yoochun.
Mereka tahu Yunho hanya bercanda,tanpa dikomado mereka menyerbu meja makan yang ternyata full dengan berbagai macam makanan.
Yunho, Yoochun dan Yoona adalah saudara sepupu yang kebetulan sekolah disatu sekolah yang sama. Sejak kecil mereka tubuh dan main serta sekolah ditempat yang sama.

*****

Still hope be great story in the next part.!!

Gomawoyo......for reading ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar