Assalamualaikum............

Hai! Friendzzzz.........

Wellcome to my little world!

"Tempatku mencurahkan imaginasi liar tanpa batas! psttt jangan salah sangka kkkk,,,just for fun ^^"

" Berbagi dalam khayalan itu menyenangkan,,,,, "

Minggu, 25 Desember 2011

BEAUTIFUL GRACE // FF//PART 4

Annyeong Haseo..............
Kembali di lanjutan FF gaje hehheee.........here they are,,,,,,,,



BEAUTIFUL GRACE

Main cast             : Yunho , Ara
Other cast           : many of hallyu star ( every chapter are new cast )
Genre                   : Romantics, Friendship
Rating                   : 13 +
Category              : Chapter ( long I hope )




PART  4

Cheating…..

“Oemma…aku akan kerumah Tifanny, mungkin nanti sore aku baru kembali.”Ara menghampiri Oemmanya yang tengah duduk diruang tengah membaca majalah mode.
“Apa Minho menjemputmu?”
“Anyo Oemma, dia ada latihan basket hari ini jadi aku akan naik taksi saja.”
“Oh….hati-hati kalau begitu sayang,jangan pulang terlalu malam.”
“Nde Oemma.”Ara mencium pipi Oemma terkasihnya dan bergegas keluar.
‘Aku akan memberi kejutan padanya hari ini, pasti dia senang aku membawakan kue kesukannnya.’
Ara tersenyum didalam taksi yang melaju membawanya.
‘Mian Oemma………’ Ara masih juga merasa sedih setiap berbohong demi namja itu.
Rumah itu terlihat sepi, beberapa kali memencet bell tak ada yang membukakan pintu.Perlahan Ara mendorong pintu gerbang yang ternyata tak dikunci.
Ara celingukan mencari penghuni rumah tapi tak tampak satupun orang . Pintu depan yang terbuka membuat Ara perlahan masuk dengan suara pelan memanggil sang empunya rumah.
“Hyun!....Soohyun!….”tetap tak ada sahutan.
Ara melangkah keruang tengah dan kosong, kemudian kedapur tetap tak ada orang. Ara melongok taman belakang rumah dan menyapukan pandangannya keseluruh halaman tapi tak tampak seorangpun disana.
‘Mungkin dia masih tidur…’gumamnya memandang tangga.
Perlahan dia menaiki tangga menuju kamar Soohyun yang ada dilantai 2 rumah besar itu.
Secara perlahan pula Ara memutar gagang pintu kamar itu dengan ragu-ragu.
Bruk!! Pyar!!
Kue ditangan Ara jatuh berantakan beserta dengan topless kecil yang terbuat dari kaca tepat mengenai kakinya.
Ara menutup mulutnya, tak percaya apa yang dilihatnya didepan matanya.
“Mianhe………!!!”Ara berlari menuruni tangga dengan cepat dan keluar dari rumah Soohyun secepat yang dia bisa dan menyetop taksi yang kebetulan melintas didepan rumah.
“Ara! Ara! Ara!.......”Suara teriakan memanggil-manggil namanya tak dihiraukan Ara.
Airmata Ara menetes dengan deras tanpa bisa ditahan lagi.
Soohyun berteriak-teriak didepan rumahnya dengan wajah panik. Tapi taksi itu berlalu begitu saja meninggalkannya.
Tiffany berlari keluar menyusul Soohyun.
Saat Soohyun hendak menyetop taksi untuk menyusul Ara, Tifffany menahan tangan Soohyun.
“Kalau kau ingin menyusulnya setidaknya kau berpakaian dulu!”Tiffany berteriak melihat reaksi Soohyun yang sangat ekstrem.
Reflek Sooyhun melihat dirinya sendiri.
Soohyun syock setengah mati  begitu tahu dia hanya memakai boxer. Matanya membelalak melihat kesekitarnya, dan walaaa………….
Orang-orang memandangnya dengan bebagai ekspresi.
Melihat Soohyun yang hanya melongo karena syock Tiffany menyeret tangn Soohyun ke dalam rumahnya.
Soohyun terduduk di sofa dengan lemas. Lengkap sudah kesialannya pagi ini.
Pikirannya yang masih blank membuatnya tak bisa berpikir.
Dia memandang Tiffany dengan wajah kecewa, sementara Tiffany hanya menunduk.
Setelah beberapa saat mereka berdua hanya diam….
“Tiffany, kita harus menjelaskan ini pada Ara.”kata Soohyun dengan nada sura lemah.
Tiffany hanya mengangguk
“Pulanglah! Aku akan mencarinya sendiri.”Soohyun meninggalkan Tiffany yang masih tertunduk, naik kekamarnya dilantai dua.
Tiffany mendesah.
‘ maafkan aku Ara……..’
Tiffany merasakan matanya menghangat. Perlahan diusapnya airmata yang mulai menuruni pipinya. Dia berdiri dan memandang tangga rumah itu sesaat.
‘Aku tetaplah benalu diantara pohon cinta kalian…….’
Ada sakit yang dirasakan Tiffany dalam hatinya.
*****
Ara terduduk dibangku taman. Airmatanya belum berhenti mengalir. Kakinya terasa perih terkena pecahan kaca toples  tapi tak dihiraukan meskipun darah terus mengalir dari lukanya.
Ara benar-benar tak percaya apa yang dilihatnya. Ara menggigit bibirnya kuat kuat dan menggelengkan kepalanya dengan sama kuatnya.
Hatinya terasa sangat sakit, sakit sekali.
Tanpa isakan, airmata Ara terus membasahi pipinya. Tibat-tiba hpnya bergetar.Ara mengeluarkannya dari tas yang ada dipangkuannya. Saat melihat layar Ara langsung merijek panggilan itu dan mematikan ponselnya.
Ara menarik nafasnya dengan berat.
‘Kenapa dadaku sakit sekali…’bisik Ara dalam hati.
“Ini…….”Ara mendongakkan kepalanya saat sebuah tangan mengulurkan tissue kearahnya.
“Gomawo…”Yeoja cantik berkuncir kuda itu tersenyum pada Ara.
Ara dengan susah payah membalas senyumannya.
“Kenapa menangis sendiri disini?”tanya yeoja itu lagi.
Ara hanya menggelengkan kepalanya.
“Kau baru putus dengan pacarmu?”tanya yeoja itu lagi. Ara tak menjawab hanya terdiam.
“Aigooo…kakimu berdarah!”Yeoja itu panic melihat darah mengalir dari kaki Ara.
Ara hanya memandang kakinya tanpa berkata apa-apa.
“Ayo,kau harus ke dokter! Lukamu cukup dalam dan bisa infeksi kalau tak cepat di obati.”Yeoja itu mengulurkan tangannya.
Ara memandang yeoja itu dengan pandangan kosong. Badannya terasa sangat lelah, selain darah yang yang keluar terlalu banyak tapi Ara juga lelah karena pikiran dan hatinya yang kosong entah kemana.
“Kayo! Kenapa kau seperti patung tak bergerak.”Yeoja itu merangkul Ara dan menuntunnya menuju sebuah mobil yang tidak jauh terparkir dari bangku taman.
Dengan cepat Yeoja itu membawa mobilnya. Ara tidak tahu akan dibawa kemana. Pikirannya yang kosong tak menyadari apa yang tengah terjadi.
Yang dia tahu kepalanya tiba-tiba berkunang-kunang dan pandangannya menjadi sangat gelap. Ara pingsan didalam mobil seorang yeoja yang tak dikenalnya.
Perlahan Ara membuka matanya. Matanya menyusuri kamar bernuansa biru itu dengan perlahan. Itu bukan rumah sakit tapi sebuah kamar tidur seorang yeoja karena didinding tergantung beberapa foto yeoja cantik dengan berbagai pose dan beberapa boneka disamping kepalanya.
Perlahan Ara menangkat tubuhnya yang terasa sangat lemas.
“Kau sudah bangun?”sebuah suara mengagetkan Ara.
“Nde…aku dimana?”Yeoja yang dilihat ditaman itu tersenyum dengan ramah.
“Dirumahku! Tepatnya dikamarku.”ujar yeoja itu mendekati Ara yang masih diatas tempat tidurnya.
“Oh….gomawo sudah menolongku.”Ara merasa tidak enak sudah menyusahkan orang lain.
“Tadi kau pingsan dimobilku saat kita akan ke rumah sakit, karena aku tidak tahu rumahmu maka aku bawa kesini saja.”Yeoja tersenyummanis.
“Mianhe..menyusahkanmu.”Ara membungkuk.
“Sudahlah…oh ya siapa namamu? Aku Kim So Eun.”Yeoja cantik itu memperkenalkan diri.
“Go Ara imnida.”
‘Dia cantik dan baik…’ujar Ara dalam hati.
“Jam berapa sekarang?tanya Ara.
“Setengah tujuh.”jawab So Eun.
“Hah? Ah aku harus pulang.”Ara bergegas turun dari tempat tidur So Eun dan terhuyung karena merasakan perih dikaki kanannya yang kini sudah terbalut perban.
“Pelan-pelan Ara! Kakimu terluka cukup dalam untung hanya pangkal jarimu saja bukan telapak kakimu.”So Eun menuntun Ara yang terhuyung.
Ara meringis menahan sakit dikakinya yang beru terasa sekarang.
“Sebaiknya kau kuantar pulang.”kata So Eun lagi.
“Tidak usah So Eun, aku tidak mau merepotkanmu lagi.”Ara merasa enggan lebih menyusahkan Yeoja baik itu.
“Aku akan marah bila kau tolak!”So Eun mengancam Ara yang bersikeras tak mau diantar pulang.
Merasa tidak enak akhirnya Ara menagngguk membuat So Eun tersenyum.
So Eun menuntun Ara keluar kamarnya, saat sampai di ruang tengah keluarga mereka berpapasan dengan seorang namja tampan.
“So Eun siapa dia? Dan kenapa dengan kakinya?”tanya namja itu melihat Ara.
“Ini Ara, Oppa…kakinya terluka tadi ditaman, aku meolongnya.”So Eun tersenyum.
“Baik sekali adikku ini! Sekarang kalian mau kemana?”namja itu tersenyum pada Ara.
“Aku akan mengantarnya pulang Oppa.”jawab So Eun terus menuntun Ara menuju pintu keluar.
“Biar aku antar kalian.”namja tampan itu mengikuti So Eun dan Ara.
“Nde? Gomawo Oppa!”So Eun tersenyum senang.
Tak banyak kata yang diucapkan Ara dan So Eun didalam mobil menuju rumah Ara. Wajah Ara yang murung dan memandang kosong keluar jendela sesekali diperhatikan namja tampan yang juga kakak So Eun dari kaca spion.
Meski tak bercerita baik So Eun maupun kakaknya tahu bahwa Ara kini tengah patah hati dan sangat labil.
“Mianhe merepotkan…Kamsahamnida!”Ara membungkuk pada dua orang baru yang begitu baik padanya padahal mereka tak mengenalnya.
“Anneyong……”So Eun tersenyum melambaikan tangannya sementara namja itu hanya tersenyum.
“Sayang kau kenapa?”Oemma Ara nampak panik melihat kaki Ara diperban.
“Tadi terkena pecahan kaca ditaman Oemma, tapi sudah tidak apa-apa, sudah diobati.”Ara tak ingin membuat Oemmanya khawatir.
“Sincha? Aduh lain kali kau harus lebih hati-hati sayang.”Nyounya Go menciumi buah hati satu-satunya itu dengan sayang.
“Nde Oemma.”Ara mencoba tersenyum.
“Tadi Tifanny menelepon Oemma menanyakan apa kau sudah pulang atau belum.”kat a Oemmanya lagi.
“Oh…”
“Kau kemana sayang? ”tanya Oemmanya lagi.
“Aku berjalan-jalan ditaman Oemma.”Ara berbohong.
“Tapi kenapa sampai malam?”
“Itu karena aku tidak sengaja menginjak kaca Oemma jadi aku kerumah sakit untuk mengobati luka ini dulu.”jawab Ara.
“Sayang kenapa kau tak menelepon Oemma atau Appa atau Minho?”tanya Oemmanya mengelus lembut kepala Ara.
“Ah…. Oemma tidak usah dibesar-besarkan ini hanya luka kecil tak usah beritahu Minho.”kata Ara.
“Baiklah…apa kau sudah makan?”
Ara menggeleng.
“Bagaimana tubuhmu tidak kurus kalau makanpun kau masih harus diingatkan.”Oemmanya menuntun Ara menuju ruang makan.
Ara hanya mengikuti, meski dia sama sekali tak ingin makan tapi demi Oemmanya, Ara ingin mengabaikan tangis yang terus mendesaknya untuk ditumpahkan.
Ara menumpahkan tangisnya dalam pelukan teddy bear kesayangannya sampai kelelahan , membuat  segala kesedihan dan kelelahannya terbawa kealam mimpi.
*****
“Yunho-ah, bisa kita bicara?”tanya Yuri sepulang sekolah saat Yunho mengantarnya pulang.
“Bukankah kita sedang bicara Yul?”tanya Yunho bingung.
“Bukan itu..aku ingin bicara serius denganmu.”kata Yuri.
“Baiklah…”Yunho tersenyum.
Melihat Yunho tersenyum jantung Yuri langsung berdetak dengan cepat.
“Kau mau kita bicara dimana Yuri?”tanya Yunho.
“Bagaimana kalau di café ‘STAR’ saja?”tanya Yuri.
Yunho hanya mengangguk dan mengarahkan mobilnya menuju café langganan dia dan teman-teman dari tim basketnya nongkrong kalau sedang ada waktu.
Yunho dan Yuri memilih meja disudut  ruangan , café itu masih sepi karena hari memang masih siang sedangkan pengunjung akan ramai bila hari sudah mulai menjelang malam.
“Yun…”Yuri menatap Yunho yang memandangnya dengan dingin, meski senyum tersungging dibibirnya.
“Mmm……”Yunho memandang yeoja cantik didepannya yang tampak serius.
“Yun,apa salah kalau seorang yeoja menyatakan cinta lebih dulu?”tanya Yuri memandang Yunho dengan tatapan ragu.
“Mwo?”Yunho cukup tercekat mendengar pertanyaan Yuri, ingatanya kembali terlintas dengan pernyataan Tiffany beberapa hari yang lalu disekolah.
“Apa tidak akan memalukan bila seorang yeoja menyatakan cinta pada seorang namja?”
“Emmmm….entahlah aku pikir tak apa-apa, terkadang seorang namja juga malu menyatakan perasaannya dan mungkin dengan pengakuan yeoja itu akan membantunya.”kata Yunho.
“Sincha?”
Yunho menangguk.
“Kalau mereka saling menyukai aku pikir tak akan penting siapa yang menyatakan cinta.”meski masih SMA ternyata pola pikir Yunho sudah sangat dewasa.
“Bagaimana kalu namja itu menolaknya?”tanya Yuri lagi.
“Apa kau sedang menyukai seorang namja, Yuri?”tanya Yunho membuat Yuri gugup.
“Anyi…temanku sedang menyukai seorang namja.”Yuri berusaha menghindari mata Yunho yang memandangnya dengan penuh selidik.
“Oh…kukira kau.”Yunho tersenyum melihat kegugupan Yuri.
“Yun….”
“Hmm……..”
“Menurut pandanganmu tentang yeoja yang seperti itu bagaimana?”
“Maksudmu pendapat pribadiku?”tanya Yunho.
“Nde. Apa kau tidak akan memandang rendah padanya?”
Yunho menggeleng.
“Aku menghormati perasaan orang apalagi seorang yeoja, meski aku tak punya perasaan yang sama tapi aku akan berterima kasih karena sudah menyukaiku dan aku akan meminta maaf karena tak bisa membalasnya tapi aku tak akan pernah memandang rendah padanya.”kata Yunho panjang lebar.
“Sincha? Kau baik sekali Yun…”Yuri tersenyum miris karena dia tahu banyak yeoja di sekolahnya yang sudah menyatakan suka pada Yunho jauh sebelum dia berniat mengungkapkan perasaannya sendiri dan mereka semua ditolak dengan halus oleh Yunho.
Yuri menggigit bibir bawahnya, rasanya sangat sesak terus-menerus menahan perasaan sukanya pada Yunho tapi ia juga tak mau Yunho menjauhinya saat tahu bahwa ia menyukainya lebih dari seorang teman.
Yuri tak ingin hunbungannya dengan Yunho menjadi kaku dan aneh bila ia menyatakan perasaannya sementara dia sendiri tidak tahu apa Yunho menyukainya atau tidak.
“Yul…Yul! Yuri-ah!”Yunho memanggil Yuri dengan kencang tepat ditelinganya.
“Ah….kenapa kau bertariak Yunho!”Yuri kaget Yunho memanggilnya tepat ditelinganya.
“Kau melamun sampai jarak sedekat ini dipanggil tak terdengar.”Yunho mendengus.
“Ah benarkah? Mian…”Yuri tersenyum malu.
“Kita pulang saja, katanya mau bicara malah asyik melamun sendiri dan aku dicuekin.”Yunho berdiri tapi Yuri menahannya dengan memegang lengan  tangan Yunho.
Yunho berhenti dan memandang Yuri,Yuri reflek melepaskan tangannya.
“Kajja…..”Yuri menghindari tatapan Yunho dan menyembunyikan mukanya yang memerah.
Yunho hanya mengikuti Yuri yang kikuk.

*****

Pagi itu Ara bangun lebih cepat. Kakinya masih terasa sangat perih. Rasanya menangis semalaman membuat matanya bengkak dan susah untuk dibuka.
Ara mendekati jendela dan memandang keluar menikmati sinar matahari pagi yang menerobos masuk kekamarnya. Ditariknya nafasnya berkali-kali dan dihembuskannya berkali-kali. Sekitar lima menit Ara melakukan itu dan membuat perasaannya sedikit demi sedikit menjadi lebih rileks dan tenang.
‘Kau pasti bisa Ara!’
Ara berbicara sendiri.
‘Gwencana!gwencana!’
Ara memberi semangat pada dirinya sendiri.
‘Aku akan konsentarsi untuk ujian, agar lulus dengan nilai yang bagus.’
Ara mengusap airmata yang tanpa sadar masih mengalir dari sudut matanya. Ara membuka pintu kamar mandi dan berendan di bath tub cukup lama.
Air dingin itu terasa membasuh tubuhnya yang letih semalaman menangis dan membuang semua kegundahan hatinya.
Sekitar satu setengah jam kemudian Ara baru keluar dari kamar mandi.Ara bertekad melupakan kejadian menyakitkan itu dan menjalani hari-harinya seperti biasanya.
Ara kaget saat hpnya tiba-tiba berbunyi, saat melihat layar hpnya Ara mengerutkan keningnya melihat nomer baru disana.
“Yoboseo?”
“Yoboseo! Ara-ah?”tanya suara diseberang sana yang terdengar asing buat Ara.
“Nde! Ini siapa?”Ara mengeryitkan dahinya.
“Aku So Eun.”terdengar suara ceria diseberang sana.
“So Eun….oh… ne…ne…”Ara tersenyum senang,ini adalah senyum pertama Ara pagi ini.
“Apa kau punya waktu? Aku ingin mengajakmu kesuatu tempat.”Ujar So Eun.
“Setelah sekolah jam 1 siang aku bisa pergi.”kata Ara.
“Baiklah aku akan menjemputmu, di mana kau sekolah?”
“Aku sekolah dirumah?”
“Mwo? Sekolah dirumah? Haha…kau jangan bercanda Ara.”So Eun tertawa.
“Nde, aku tak bohong SoEun. Aku ambil home schooling.”jawab Ara serius.
“Hah! Mianhe Ara, akupikir kau hanya bercanda. Baiklah aku jemput kau jam 1,OK!”
“OK!”
Ara menutup teleponnya.
‘ Tak ada salahnya membuka pertemanan dengan orang baru…’
Gumam Ara sembari menyisir rambutnya yang masih setengah basah, dia melihat wajahnya yang kusut seperti tak punya gairah sama sekali. Ara tersenyum pada dirinya sendiri, mencoba tersenyum semanis mungkin didepan kaca.
“Sayang apa kau sudah bangaun?”terdengar suara nyonya Go dari luar kamar Ara.
“Nde Oemma!”
“Cepatlah sarapan…tutormu sudah menunggumu!”
“Nde!”
Ara bergegas membenarkan baju dan dandanannya agar tak terlihat pucat,Ara harus menyembunyikan perasaannya pada semua orang terutama orangtuanya .
Ara memandang hp-nya yang berbunyi tiap 5 menit. Tiffany dan Soohyun bergantian menghubunginya danmengiriminya sms.
Setelah mematikan hp-nya Ara menuju kebawah untuk memulai pelajarannya.
 Saat So Eun menjemputnya, Ara sangat senang , dia akan punya sahabat yang pasti akan sedikit membantu melupakan kejadian yang tak ingin diingatnya itu.
“Kau mau mengajakku kemana So Eun?”Ara bertanya saat So Eun membawanya menyusuri jalanan kota Seoul yang terasa panas siang itu.
“Ketempat les musikku”kata So Eun.
“Nde…..waeyo?”Aramengerutkan keningnya.
“Mian aku membuka dompetmu tapi aku lihat fotomu bermain piano jadi aku tahu kau juga pasti suka musik.”
“Kau membuka dompetku?”
“Ya saat kau pingsan kemarin aku mencari identitas karena ingin mengantar  kerumahmu tapi aku temukan alamat rumahmu di Kanada,ya jadi aku bawa kau pulang kerumahku.”kata So Eun.
“Oh…gomawo, proses kewargenagaraanku belum lengkap jadi aku masih memakai identitas lamaku.”Ara tersenyum.
“Nde aku mengerti. Sejak kapan kau bermain piano Ara?”
“Aku tidak tahu kapan tepatnya tapi aku rasa sejak kecil.”
“Sudah sampai!”So Eun tersenyum senang menatap bangunan berlanati 3 dengan cat warna-warni dan penuh dengan gambar art dan berbagai lukisan alat music didinding luarnya itu.
“Gedung yang unik.”Ara tersenyum.
“Kau suka?”So Eun senang melihat sahabat barunya itu tersenyum senang.
Ara menangguk. So Eun mengajaknya langsung naikkelantai 3 dan memasuki sebuah ruangan berbentuk aula yang cukup lebar dimana ada sebuah panggung mungil dengan berbagai alat music yang tergeletak disana.
Mata Ara berbinar melihat sebuah piano besar yang selalu ingin dicobanya. Ara memandang So Eun dan seakan tahu So Eun mengiyakan .
Sekitar 15 menit Ara memainkan piano itu ketika tanpa mereka sadari 3 pasang mata memandang mereka dari 10 menit yang lalu. Saat tuts terakhir Ara berhenti.
Plok! Plok! Plok!
Ara dan So Eun serentak  menengok kearah suara tepuk tangan yang cukup nyaring itu karena aula yang kosong jadi suara tepukan itu menjadi menggema.
“Hai…permainanmu bagus sekali.” 3 yeoja cantik itu menghampiri Ara dan So Eun.
“Kau?”
“Go Ara imnida.”Ara membungkuk memperkenalkan dirinya.
“Aku Yuri, ini Yoona dan itu Yoen Hee.”Yuri tersenyum mengetahui yang bermain piano adalah Ara teman Minho dari SMA Kyungsan.
“Anneyong…….”Ara tersenyum,Yoona dan Yoen Hee membalas dengan senyuman.
“Kalian sudah pernah bertemu?”tanya So Eun.
“Iya saat pertandingan basket antar sekolah, tapi belum sempat berkenalan.”kata Yoona.
“Oh…”So Eun mengangguk.
“Menurut kalian bagaimana permainan Ara?”tanya So Eun pada 3 teman lesnya  yang baru bergabung itu.
“Bagus …sangat bagus menurutku.”kata Yoen Hee.
“Aku rasa benar yang dikatakan Yoen Hee,permainnanya sangat bagus. Apa kau juga bisa music modern Ara?”tanya Yuri.
“Ya aku bisa…”Ara senang permainan pianonya disukai oleh teman-teman barunya ini.
“Kalau begitu ayo kita coba….”Yoona mengambil Biola.
Yoen Hee tak mau ketinggalan mengambil terompet, Yuri mengambil flute dan So Eun memegang gitar.
“Kau tahu lagu theme song  james bond?’tanya Yuri.
“Nde…”
“Kau bisa memainkannya?”
Ara mengangguk.
“Ok…1,2,3…”So Eun mengawali petikan gitarnya diikuti dentingan piano Ara.
Tanpa disadari mereka berlima sudah asyik dengan alat musiknya masing-masing dan larut dalam satu irama yang kompak dan terdengar indah.
Saat selesai mereka saling berpandangan satu dengan yang lain.
“Yeah……….!!!”Mereka tertawa bersama merasa senang karena bisa memainkan lagu itu sampai habis dengan baik.
“Kau harus masuk group kami Ara!”kata Yoen Hee.
“Aku?”Ara memandang 4 yeoja cantik didepannya dengan mata membulat.
“Ya, Ara! Kau lihat kita sangat kompak?”kata Yuri.
“Please Ara?”Yoona memperlihatkan puppy eyesnya.
“Kita akan jadi 5 yeoja paling keren hehe….”So Eun tersenyum senang.
“Mmmmm……..”
“Ayolah……..”Yoen Hee, Yuri, So Eun dan Yoona memandang Ara dengan memohon membuat Ara tak mampu menolak.
“Baiklah…..”
“Yeah………”Mereka memeluk Ara dengan senangnya.
Ara tersenyum melihat keempat sahabat barunya itu kegirangan, Ara tak bisa menyembunyikan kebahagiaan hatinya juga, disaat kesedihan tengah dialaminya datang kebahagiaan mengobati luka hatinya dengan cara yang ajaib.
Ara memejamkan matanya sejenak dan berdo’a keajaiban lain akan menghampirinya dengan cara yang juga luar biasa.Ara tersenyum.
Sore sudah menjelang dan mereka berjanji akan latihan ditempat itu setiap hari karena Yuri dan teman-temannya berencana tampil di acara perpisahan kelulusan meraka 2 bulan lagi.

******





Gomawoyon all..........
Still reading my imagination......hahaha........pede abis.
Part 7 udah ok tapi part 5 & 6 belum ready hehe.......aneh ya,,,,,,,,,yah itulah khayalanku suka lompat-lompat gak jelas.
Happy holiday..* _ *

Tidak ada komentar:

Posting Komentar