Assalamualaikum............

Hai! Friendzzzz.........

Wellcome to my little world!

"Tempatku mencurahkan imaginasi liar tanpa batas! psttt jangan salah sangka kkkk,,,just for fun ^^"

" Berbagi dalam khayalan itu menyenangkan,,,,, "

Selasa, 03 Januari 2012

BEAUTIFUL GRACE // FF//PART 5


BEAUTIFUL GRACE

Main cast             : Yunho , Ara
Other cast           : many of hallyu star ( every chapter are new cast )
Genre                   : Romantics, Friendship
Rating                   : 13 +
Category              : Chapter ( long I hope )




Annyeong........come back in part 5,happy reading ^^






Part 5

DATING?

Kini Ara sudah resmi bergabung dengan group musik yang digawangi Yuri itu. 

Siang itu setelah les selesai.

Seperti dikomando mereka berdiri diluar gedung menunggu jemputan masing-masing dan tertawa menyadari betapa banyak persamaan diantara mereka.

“Ahahaha…….pasti kau sedang menunggu jemputan?”tanya Yoen Hee.

“Nde, kau juga kan?”So Eun ikut tertawa melihat keempat temannya berjejer di pinggir jalan seperti menanti karnaval datang.

“Kenapa kita tidak menunggu dikantin seberang sana saja.”Tunjuk Ara pada sebuah kedai es krim di seberang jalan.

“Ah iya…kayo, kita suruh mereka menjemput kita disana.”Ujar Yoona.

“Setuju…”Yuri dan yang lainnya mengikuti langkah Yoona yang sudah ngacir duluan.

Dan serempak juga masing-masing mengeluarkan hp dari tasnya dan menulis pesan singkat kemasing-masing penjemput mereka.

“Banana split!”Pelayan es krim membulatkan matanya mendengar 5 yeoja cantik itu berkata bersamaan.

Ara, Yoen Hee,Yuri, Yoona dan So Eun saling pandang dan tertawa bersamaan. Pelayan es krim hanya menggelengkan kepalanya tapi tersenyum menyadari bahwa kelima yeoja itu memesan es krim yang sama.

Mereka asyik bercanda sambil menikmati es krim masing-masing dan tak menyadari kehadiran 6 orang namja tampan yang tengah memperhatikan tingkah mereka.

“Ah……Oppa!”So Eun berteriak menyadari Oppanya duduk di kap mobil memandangnya dengan senyum-senyum.

Sementara  4 mobil lainnya berjejer dibelakangnya, tapi tak satupun pemiliknya keluar.

Ara, Yoen Hee, Yuri , Yoona dan So Eunpun akhirnya beanjak dari tempat duduknya.

Yunho mengucek matanya yang tak gatal melihat yeoja disamping Yuri.

Kenapa dia ada disini? 

Bisik Yunho dalam hati.

Yunho keluar dari mobilnya dan tersenyum kearah 5 orang yeoja itu. Sejenak Yunho tercekat melihat Ara berjalan dengan terpincang-pincang dengan perban membalut telapak kakinya.

Rasanya Yunho ingin menghampiri dan menanyakan kenapa tapi…….

“Ara!kau kenapa? Apa yang terjadi padamu Ara?”Minho panik melihat Ara berjalan dengan terpincang-pincang dan kaki yang di balut perban.

“Gwencanayo Oppa, ini hanya luka kecil.”Ara tersenyum melihat kekhawatiran yang ditujukkan Minho.

“Choi Minho?”So Eun terkejut melihat siapa yang menghampiri Ara dan  terlihat sangat panik melihat keadaan Ara.

“K-kau…kau….Kim So Eun?”Minho membulatkan matanya melihat Yeoja disamping Ara yang tak sempat diperhatikannya karena dia panik melihat Ara.

“Nde……ah tidak kusangka kita akan bertemu disini.”So Eun tersenyum.

Minho tersenyum dengan kaku, tingkahnya menjadi serba salah dan itu ditangkap mata Ara.

“Kalian sudah saling kenal?”tanya Ara.

“Nde….kami kenal saat di elementary school.”jawab So Eun.

“Oh…”Ara hanya menangguk.

“Terima kasih kau menjemputku Oppa.”Yoona tersenyum senang.

Yunho hanya mengangguk, sekilas dia melirik Ara yang ternyata tengah memandangnya, saat mata mereka bertemu Yunho segera membuang pandangannya, begitupun dengan Ara.

Sekilas Yoona melirik Donghae yang ternyata menemani Minho menjemput Ara. Donghae tersenyum membuat wajah Yoona langsung memerah.

Minho menuntun Ara kemobilnya,sementara sekilas dia melirik So Eun yang tengah memandangnya dari kejauhan.

Dan Ara melirik Yunho yang membukakan pintu untuk Yoona dan Yuri kemudaian menyusul masuk ke mobilnya.

So Eun memasuki mobilnya dengan perasaan tak menentu,diikuti Oppanya yang juga entah kenapa tak bisa melepaskan pandangan dari mobil Yunho.

Saat mobil Yunho berlalu ada raut kecewa di muka Oppa So Eun, tapi So Eun yang juga sibuk dengan pikirannya sendiri tak terlalu memperhatikan  Oppanya.

Hanya Changmin dan Yoen Hee yang dengan tenang meninggalkan tempat les musik itu tanpa beban pikiran apa-apa.

Sementara yang lainnya punya begitu banyak pertanyaan dikepalanya masing-masing.

*****

Yunho memperhatikan Yuri yang diam saja didalam mobil.

 “Apa Ara juga les ditempat itu?”tanya Yunho pada Yoona.

“Nde. So Eun yang mengajaknya.”jawab Yoona.

“Apa kau mengenalnya Oppa?”tanya Yoona.

“Nde, kami diperkenalkan Tiffany.”jawab Yunho.

“Mwo?”Yoona mengeryitkan keningnya.

“Saat itu aku dan Junsu sedang mencari sepatu dan tidak sengaja bertemu mereka di mall.”kata Yunho menjelaskan.

“Oh……..”Yoona hanya mengangguk.

 “Kenapa bukan namjacingunya yang menjemput tapi Minho?”tanya Yunho lagi.

“Mwo?namjacingu Ara?”tanya Yuri.

“Nde, kalau tidak salah namanya Soo Hyun.”kata Yunho.

“Itu aku tidak tahu Yunho-ah. Ara saja baru bergabung beberapa hari ini dengan kami.”kata Yuri.

“Oh….”Yunho hanya mengangguk-angguk.

Yunho merasa senang hari ini mau menjemput Yoona ketempat lesnya padahal awalnya dia agak keberatan karena siangnya latihan basket.

Setidaknya ada sedikit kebahagiaan terselip di sudut hatinya melihat Ara ternyata les di tempat yang sama dengan Yoona.

Yunho berpikir dia tak akan menolak lagi bila Yoona memintanya untuk menjemputnya.

Tapi Yunho semakin penasaran dengan Ara, meski dia tahu Ara sudah punya kekasih tetapi ada Minho disampingnya membuat Yunho bingung.

Meski dia tidak tahu ada hubungan apa Ara dengan Minho tapi sebagai lelaki Yunho tahu betul bahwa Minho amat care pada Ara dan Yunho tahu betul itu bukan perhatian yang diberikan seorang sudara kepada saudaranya melainkan seorang namja kepada yeoja yang disukainya.

Kepala Yunho terasa sangat pusing tapi dia tak bisa menghentikan pikiran dan hatinya untuk memikirkan Ara.

*****

Siang itu sepulang Yunho dari rumah Jaejong untuk tugas kelompok, dia tak langsung pulang.

Dia duduk ditaman dan menikmati angin sore yang menyapu wajahnya perlahan dan menyejukkan. 

Tanpa banyak yang tahu Yunho diam-diam suka menyendiri ditaman ini, disini dia punya tempat rahasia yang tak pernah diberitahukan kepada sahabat-sahabatnya.

Tempat dimana Yunho menghabiskan kesendiriannya saat dia menginginkannya.

Yunho memincingkan matanya,memastikan apa yang dilihatnya benar.

Yunho kini benar-benar membulatkan mata sipitnya selebar mungkin. Jantungnya berdebar dengan kencang.

‘Aishhh……….kenapa mulai lagi.’

Yunho mengaruk kepalanya dengan keras mencoba menenangkan pikiran dan jantungnya yang tak mau berhenti berdebar.

Perlahan Yunho berdiri dan melangkah mendekati pemandangan yang membuatnya melupakan tujuannya ingin menyendiri.

Ini jauh lebih baik daripada menyendiri.

“Hai……….”Yunho tersenyum dengan kaku.

“Oh…h-h-hai!”Ara yang kaget disapa menjawab dengan gugup.

“Kau sedang apa disini Ara?”Yunhomemandang Ara yang menghapus airmatanya dengan cepat dan tersenyum kearahnya,tapi Yunho bersumpah senyum itu terlalu dipaksakan.

“Menikmati sore! Kau sendiri?” jawab Ara tampakberusaha menjawab senormal mungkin.

Yunho hanya tersenyum mendengar Ara berusaha menyembunyikan suranya yang serak.

“Sama denganmu…….”

‘Ah…..kenapa standar sekali jawabanku’

Yunho mengutuk dirinya sendiri.

Ara mengangguk-angguk.

‘Apa dia memang sedingin ini?’

Ara sepintas melirik Yunho yang memandang langit sore yang perlahan mulai memerah.

‘Aisshh……..’

Yunho memegangi lehernya dan sibuk berpikir apa yang mesti ditanyakan pada yeoja disampingnya. 

Yunho tak bisa menolong dirinya sendiri dari kehilangan kata-kata saat bersama Ara.

“Mmm……….”Mereka saling pandang saat menggumam bersamaan.

Yunho tersenyum garing begitupun dengan Ara.

“Kau dulu……”Yunho mempersilahkan Ara berbicara.

“Sebaiknya kau saja.”Ara menggeleng.

Yunho terdiam sesaat.

“Apa kau baik-baik saja Ara?”Yunho bertanya dengan hati-hati.

“Kenapa bertanya seperti itu?”

“Kau menangis sendirian disini.”

“Aku tidak menangis.”Ara tersenyum menyembunyikan kesedihannya tapi Yunho tahu Ara berbohong karena sejak awal melihatnya dibalik mata indah itu selalu saja terselip kesedihan.

“Mian Ara….tapi matamu mengatakan lain.”

Ara memandang Yunho.

“Sungguh Yunho-ahh aku tidak apa-apa.”Ara menggelengkan kepalanya.

“Baiklah kalau kau tak mau bercerita, itu hakmu.”Yunho agak sedikit kecewa dengan penolakan Ara.

Melihat Ara tampak begitu rapuh membuat hatinya tidak tenang.

Yunho tak bisa memungkiri perasaannya bahwa dia jatuh cinta pada pandangan pertama pada yeoja ini.

Meski dia tahu Ara adalah yeojacingu orang lain tapi tetap saja Yunho ingin lebih dekat dengan Ara.

Jauh dilubuk hatinya dia ingin Ara berpisah dengan Soohyun. Jahat? Mungkin. Tapi terkadang cinta memang bisa membutakan matahati orang.

Tapi sejauh ini Yunho tak ingin merebut paksa Ara dari siapapun sebelum dia tahu bahwa Ara juga menyukainya.

Saat ini yang ada dibenaknya hanyalah bagaimana dia bisa dekat dengan Ara dan mengenalnya lebih dalam.

Ara terdiam mendengar reaksi Yunho yang terdengar kecewa.

“Yunho…”Ara memandang Yunho yang tengah menatap tajam padanya. 

“Nde….”

“Apa aku bisa minta tolong padamu?”tanya Ara.

“Minta tolong?”Yunho tersenyum dalam hati.

Ara menangguk.

“Aku rasa kau namja yang baik, jadi ….”

“Katakan saja Ara apa yang harus aku lakukan untukmu?”

“Tapi maukah kau berjanji?”

Yunho memandang Ara.

‘Kenapa harus seribet ini hanya untuk menolong dia, coba kalau yeoja lain pasti sudah aku tolak mentah-mentah’ pikir Yunho tidak mengerti dengan jalan pikiran yeoja satu ini.

“Ok.”Yunho mengangguk.

“Berjanjilah kau tak akan bertanya.”kata Ara.

Yunho hanya menangguk.

“Bisakah aku pinjam bahumu? Aku hanya ingin bersandar sebentar.”Ara memandang Yunho tanpa ekspresi hanya ada suara keputusasaan yang terdengar disuara lembutnya.

Yunho membelalakkan matanya dan mulutnya terbuka otomatis karena terkejut dengan yang didengarnya.
Saat terlintas dibenaknya untuk bertanya, Yunho teringat janjinya untuk tidak bertanya.

Melihat Yunho diam, Ara menunduk kemudian memandang taman didepannya dengan pandangan kosong.
Yunho yang masih terkejut dan lupa untuk mengiyakan perlahan merasakan bahunya terbebani perlahan.

Meski itu sebuah beban tapi Yunho merasakan itu adalah sebuah hadiah yang sangat ringan dan menyenangkan. Membuat hatinya menghangat.

Yunho mencium wangi dari bahu kirinya yang ternyata dari rambut Ara yang perlahan jatuh di lengannya yang kebetulan hanya memakai baju basket tanpa lengan bernomor punggung 47.

Yunho tersenyum tanpa bisa bergerak, tubuhnya terasa sangat kaku dan jantungnya berdetak sangat cepat. Entahlah apa Ara mendengarnya atau tidak.

Hampir 15 menit Ara menyandarkan kepalanya dibahu Yunho. Ara tak merasakan kenyamanan itu seminggu belakangan ini.

Terakhir saat dia merasa sangat putus asa Soohyun selalu ada disampingnya. Menyediakan bahunya, menghapus airmatanya dan memeluknya.

Ara memejamkan matanya meski dia tahu dia bukan Soohyun tapi Ara merasa sangat nyaman.

Perlahan Ara membuka matanya dan kemudian menjauhkan kepalanya dari bahu Yunho.

Yunho masih terdiam dan agak sedikit kecewa kenapa terasa sangat sebentar ,dia baru saja merasakan perasaan yang sangat sulit untuk di gambarkan yang belum pernah dia rasakan selama ini.

“Gomawo……”Ara tersenyum, tapi bukan senyum bahagia melainkan senyum rapuh.

“Nde.”Yunho tersenyum menyadari bahwa dia tak menyangka sore ini akan merasakan sebahagia ini.

Krukkkkruuuukkruukkkk………….

Yunho memandang Ara.

“Kau lapar Ara?”

“Mmm………”Ara manunduk malu saat tak diduga perutnya berbunyi.

Sudah dua hari perut Ara tak terisi makanan hanya dua gelas susu saja.

Itupun karena Oemmanya menungguinya untuk memastikan susunya diminum didepannya karena untuk makanan alasan Ara selalu ada,sehingga Oemmanya tidak tahu bahwa makanan yang dibawanya kekamarnya tak pernah disentuh sama sekali.

“Ayo ikut aku!”Yunho berdiri.

“Kemana Yunho?”

“Makan.”

“Tapi……”

“Tidak pake tapi. Aku juga lapar.”kata Yunho.

Ara mengikuti langkah Yunho kesebuah restoran cepat saji yang ada disekitar taman itu.

Setelah memesan makanan Yunho memakan dengan lahap.

Ara yang melihatnya tersenyum.

“Kenapa tersenyum?”Yunho memandang Ara yang tersenyum padanya.

“Kau seperti tidak makan selama sebulan Yunho.”

Yunho tersenyum malu tapi dia senang melihat Ara tersenyum karena entah kenapa Yunho memandang senyum Ara kali ini tanpa beban dan lepas.

Menyadari itu Yunho punya rencana dalam hatinya.

Selesai makan Yunho mengajak Ara menemaninya mencari jaket olahraga. Sebenarnya Yunho tak berniat membeli apapun itu hanyalah alasan Yunho agar tak cepat berpisah dengan Ara.

Melewati Cinema 21 Yunho melihat film komedi baru ‘ Jack & Jill ‘ yang dibintangi actor komedi Hollywood kenamaan Adam Sadler.

“Kau mau aku traktir lagi?”tanya Yunho.

“Mwo?”Ara memandang Yunho bingung.

Yunho menunjuk poster film dan tersenyum.

“Sepertinya malam ini aku ingin tertawa.”Yunho berharap Ara mau menemaninya menonton.

“Apa kau mau mengajakku menonton Yunho?”tanya Ara.

“Kau mau kan?”Yunho sangat, sangat berharap Ara tak menolaknya.

“Mmmmmm…..”Ara berpikir sejenak sebelum menjawab.

 Berjalan bersamaYunho terasa sangat nyaman dan menyenangkan dan Ara merasa sangat terbantu dengan adanya Yunho disampingnya sepanjang siang sampai waktu tak terasa semakin malam. Ara merasa nyaman karena Yunho tak menyinggung apapun tentang dirinya.

Seakan tak ingin terlalu banyak mau tahu Yunho lebih memilih bercerita tentang keadaan sekitarnya dan bercanda dengan joke-joke ringan.

Ara akhirnya mengangguk.

Seandainya dirumah Yunho pasti sudah melompat-lompat dengan girang tapi disini Yunho berusaha untuk bersikap biasa saja tapi tersenyum senang.

Yunho memilih bangku di belakang meski tak dipojokan, dibelinya 3 bungkus pop corn berukuran besar dan beberapa coklat dan minuman kaleng.

“Kita akan bersenang-senang didalam.”Yunho tak menyembunyikan rasa senangnya.

Ara tersenyunm melihat tangan Yunho penuh dengan berbagai macam makanan.

“Apa kau belum kenyang?”Ara mengambil beberapa bungkusan ditangan Yunho dan membantu membawanya memasuki room 5.

“Kalau nonton tanpa popcorn itu belum lengkap.”Yunho hanya nyengir kuda.

“Wuah….ternyata sudah penuh.”Yunho kegirangan berhasil mengajak nonton Ara.

Ara langsung duduk sesuai dengan nomor tiket yang dia pegang dan Yunho duduk disampingnya persisi dipinggir tangga naik turun.

“Kau suka Adam Sadler?”tanya seorang namja pada Ara.

Ara yang bingung hanya bengong.

“Eh….iya.”jawab Ara sekenannya.

“Sama. Aku paling suka film-filmnya, dia kocak dan sangat menghibur.”Ujar namja itu lagi tersenyum pada Ara. Matanya tak lepas memandang Ara.

Yunho yang melihat itu langsung memerah mukanya menaham kesal dan marah.

“Ara kau duduk disini, disini sangat dingin.”Ujar Yunho beralasan hanya nuntuk menjauhkannya dari namja itu.

Ara yang juga merasa tidak terganggu dengan namja asing disebelahnya langsung berdiri.

Setelah mereka bertukar tempat,namja itu tampakkesal pada Yunho dan Yunho tersenyum penuh kemenangan.

“Apa kau pacarnya?”tanya namja itu tanpa rasa bersalah sedikitpun.

Yunho yang masih kesal langsung memasang muka masam dan kesal sambil menjawab.

“NDE!”

Namja itu langsung terdiam dan pura-pura konsentarsi melihat kelayar yang  berbarengan dengan dimatikannya lampu.

Yunho tak dapat melihat muka namja itu yang berubah pucat dan ngeri melihat kemarahan dimata Yunho.

Mereka asyik menonton film komedi itu ,tertawa lepas. Yunho sangat senang Ara dapat tertawa lepas menikmati cerita dalam film.

Yunho membuka kaleng minuman dan menyodorkannya pada Ara yang asyik memakan popcorn dan tanpa sadar menghabiskan dua bungkus besar.

“Ternyata kau yang masih lapar ya?”Yunho tersenyum.

“Mwo?”Ara memandang Yunho yang mukanya terlihat samar-samar.”Ah….mianhe..”Muka Ara memerah menyadari dia telah menghabiskan dua bungkus popcorn. Untung saja Yunho tak melihat karena keadaan gelap.

“Kau pasti haus kan?”

“Gomawo.”Ara mengulurkan tangannya mengambil minuman kaleng yang diberikan Yunho. 

Tanpa sengaja tangan mereka bersentuhan membuat muka mereka berdua semakin memerah karena malu dan salah tingkah, untung saja keadaan gelap jadi tak bisa melihat satu dengan yang lain.

Jantung Yunho berdetak tak beraturan dan sangat cepat.Bubar sudah konsentarsinya melihat film yang sedang ditonton didepannya,buatnya sebesar apapun sound dalam bioskop tak bisa mengalahkan suara detak jantungnya.

Ara sendiri merasa hal yang sama dengan Yunho,jantungnya tiba-tiba berdetak dengan cepat,rasanya Ara sudah sangat lama tak merasakan jantungnya berdebar dengan cepat seperti itu.

Ara segera mengalihkan matanya kelayar dan melarutkan diri dengan film yang sudah hampir mendekati akhir itu.

Berbeda dengan Yunho yang sudah tak merasa asyik lagi menonton dan lebih suka melihat Ara yang sesekali tergelak melihat adegan lucu dalam film.

Berkali-kali Yunho mengucek matanya dan mencubit kulitnya sendiri untuk memastikan bahwa  semua ini bukanlah mimpi. Berkali-kali juga Yunho meringis sendiri merasakan sakit akibat cubitannya sendiri.

Filmpun berakhir.

Lampu kembali menyala terang dan memperlihatkan wajah Ara yang tampak sangat senang, tak terlihat kesedihan seperti saat dia bertemu ditaman tadi sore.

“Apa kau lelah Ara?”tanya Yunho saat mereka keluar dari bioskop.

“Nde……..tapi aku senang.”Ara mengangguk tapi tersenyum dengan raut muka yang sangat sumringah.

“Sincha?”Yunho memandang wajah Ara dengan mata yang berbinar.

“Nde! Gomawoyo Yunho-ahh.”Ara tersenyummenyentuh tangan Yunho.

Jantung Yunho langsung berhenti berdetak begitu kulit lembut Ara menyentuh tangannya. Ara langsung melepaskan tangannya menyadari apa yang dilakukannya membuat Yunho malah jadi bengong.

“Aku akan mengantarmu.”kata Yunho menjajari langkah Ara menuju luar pertokoan yang masih ramai itu.

Yunho memakaikan jaket yang baru dibelinya kepunggung Ara.

“Udaranya sudah mulai dingain.”kata YUnho saat Ara memandangnya.

“Kau baik sekali Yunho.”Ara memandang Yunho yang tersenyum.

“Kita seperti benar-benar berkencan ya?”tanya Yunho memegang lehernya yang sebenarnya agak dingin karena masih memakai  kaos you can see.

Ara hanya terdiam.

“Ah mungkin bukan ya….”Yunho tersenyum kecewa melihat Ara tak menanggapi pertanyaannya.

“Gomawo Yun, ini adalah hari paling menyenangkan.”

Yunho sangat senang mendengar ucapan Ara.

“Mianhe……kalau hari ini aku menyusahkanmu.”Ujar Ara lagi membuat Yunho yang tersenyum langsung mengeryitkan keningnya.

“Ara…kau tahu,ini adalah hari terbaik sepanjang hidupku.”

“Sincha?waeyo?”tanya Ara.

“Mmmm……….aku bisa kenyang,bisa tertawa ditemani  yeoja cantik sepertimu.”

‘karena aku menyukaimu……..’ Yunho menjawab sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.

“Kau playboy juga Jung Yunho.”Ara tertawa melihat mimic wajah Yunho yang menjawab dengan wajah lucu.

Yunho hanya tersenyum dan tetap menyimpan jawaban sebenarnya dari  yeoja cantik disampingnya.

Yunho membuka pintu mobilnya dan mempersilahkan Ara masuk, Ara tersenyum menyadari betapa baik dan perhatian seorang Jung Yunho, namja yang belum lama dikenalnya dan bahkan belum menjadi temannya.

“Aku turun disini saja Yunho.”

Yunho menghentikan mobilnya didepan sebuah rumah besar dikomplek perumahan mewah itu.

“Ini rumahmu?”tanya Yunho .

“Anyo.”Ara menggeleng.”Rumahku dua rumah dari rumah ini.”Ara menunjuk sebuah rumah yang hampir sama besarnya dengan rumah didepan mereka.

“Oh……”Yunho hanya mengangguk.

“Mianhe Yunho,aku tak bisa mengajakmu masuk kerumahku.”Kata Ara merasa bersalah.

 “Gwencanayo…..aku mengerti.”Yunho hanya tersenyum getir menyadari betapa sulit mendekati yeoja ini.

Ara membuka pintu sebelumYunho yang berniat turun sempat membuka pintu.

“Tidak usah Yun. Terima kasih kau sudah sangat baik hari padaku.”Ara tersenyum.

Yunho menangguk dan tak jadi membuka pintu,tangannya masih diatas stir mobil hanya memandang Ara yangberdiri.

Ara melongokkan badannya kedalam mobil.

“Yun…..”

“Ara! Apa boleh aku meneleponmu?”tanya Yunho sebelum Ara sempat menyelesaikan ucapannya.

“Nde.”Ara mengangguk.

 “Gomawo.”Yunho terseyum.

“Yunho! Ini kencan yang sangat menyenangkan.”Ara menutup pintu mobil tanpa ekspresi.

Ara melangkah meninggalkan mobil Yunhoyang terparkir jauh dari rumahnya.

“MWO!”Yunho kaget mendengar ucapan Ara.

Tapi Ara tak mendengar teriakan Yunho yang terbengong dengan perkataan Ara.Matanya taklepas dari tubuh Ara yang perlahan menjauhinya dan terus menjauh.

Yunho benar-benar terhipnotis sampai tubuh Ara menghilang dibalik pagar sebuah rumah.

‘Hah? Jadi Ara juga menganggap ini sebuah  kencan?’tanya Yunho pada dirinya sendiri.

“YES! YES! YES!”

Yunho berteriak teriak sendiri dalam mobil meluapkan kegembiraannya. Yunho pulang dengan sejuta bunga warna-warni yang tiba-tiba tumbuh dihatinya.

*****

Gomawoyo,,,,,,,,,,,,,,^^
Terima kasih buat semua yang baca FF ngasal ini .............yah namanya juga khayalan jadi jangan kaget kalo aneh dan aneh,,,,,,,,,,,,heh,,,,,jadi bener-bener aneh dong?!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar