BEAUTIFUL GRACE
Main cast :
Yunho , Ara
Other cast :
many of hallyu star ( every chapter are new cast )
Genre :
Romantics, Friendship
Rating :
13 +
Category :
Chapter ( long I hope )
Annyeong........come back in part 5,happy reading ^^
Part
5
DATING?
Kini
Ara sudah resmi bergabung dengan group musik yang digawangi Yuri itu.
Siang
itu setelah les selesai.
Seperti
dikomando mereka berdiri diluar gedung menunggu jemputan masing-masing dan
tertawa menyadari betapa banyak persamaan diantara mereka.
“Ahahaha…….pasti
kau sedang menunggu jemputan?”tanya Yoen Hee.
“Nde,
kau juga kan?”So Eun ikut tertawa melihat keempat temannya berjejer di pinggir
jalan seperti menanti karnaval datang.
“Kenapa
kita tidak menunggu dikantin seberang sana saja.”Tunjuk Ara pada sebuah kedai
es krim di seberang jalan.
“Ah
iya…kayo, kita suruh mereka menjemput kita disana.”Ujar Yoona.
“Setuju…”Yuri
dan yang lainnya mengikuti langkah Yoona yang sudah ngacir duluan.
Dan
serempak juga masing-masing mengeluarkan hp dari tasnya dan menulis pesan
singkat kemasing-masing penjemput mereka.
“Banana
split!”Pelayan es krim membulatkan matanya mendengar 5 yeoja cantik itu berkata
bersamaan.
Ara,
Yoen Hee,Yuri, Yoona dan So Eun saling pandang dan tertawa bersamaan. Pelayan
es krim hanya menggelengkan kepalanya tapi tersenyum menyadari bahwa kelima
yeoja itu memesan es krim yang sama.
Mereka
asyik bercanda sambil menikmati es krim masing-masing dan tak menyadari
kehadiran 6 orang namja tampan yang tengah memperhatikan tingkah mereka.
“Ah……Oppa!”So
Eun berteriak menyadari Oppanya duduk di kap mobil memandangnya dengan
senyum-senyum.
Sementara
4 mobil lainnya berjejer dibelakangnya,
tapi tak satupun pemiliknya keluar.
Ara,
Yoen Hee, Yuri , Yoona dan So Eunpun akhirnya beanjak dari tempat duduknya.
Yunho
mengucek matanya yang tak gatal melihat yeoja disamping Yuri.
Kenapa dia ada disini?
Bisik
Yunho dalam hati.
Yunho
keluar dari mobilnya dan tersenyum kearah 5 orang yeoja itu. Sejenak Yunho
tercekat melihat Ara berjalan dengan terpincang-pincang dengan perban membalut
telapak kakinya.
Rasanya
Yunho ingin menghampiri dan menanyakan kenapa tapi…….
“Ara!kau
kenapa? Apa yang terjadi padamu Ara?”Minho panik melihat Ara berjalan dengan
terpincang-pincang dan kaki yang di balut perban.
“Gwencanayo
Oppa, ini hanya luka kecil.”Ara tersenyum melihat kekhawatiran yang ditujukkan
Minho.
“Choi
Minho?”So Eun terkejut melihat siapa yang menghampiri Ara dan terlihat sangat panik melihat keadaan Ara.
“K-kau…kau….Kim
So Eun?”Minho membulatkan matanya melihat Yeoja disamping Ara yang tak sempat diperhatikannya
karena dia panik melihat Ara.
“Nde……ah
tidak kusangka kita akan bertemu disini.”So Eun tersenyum.
Minho
tersenyum dengan kaku, tingkahnya menjadi serba salah dan itu ditangkap mata
Ara.
“Kalian
sudah saling kenal?”tanya Ara.
“Nde….kami
kenal saat di elementary school.”jawab So Eun.
“Oh…”Ara
hanya menangguk.
“Terima
kasih kau menjemputku Oppa.”Yoona tersenyum senang.
Yunho
hanya mengangguk, sekilas dia melirik Ara yang ternyata tengah memandangnya,
saat mata mereka bertemu Yunho segera membuang pandangannya, begitupun dengan
Ara.
Sekilas
Yoona melirik Donghae yang ternyata menemani Minho menjemput Ara. Donghae
tersenyum membuat wajah Yoona langsung memerah.
Minho
menuntun Ara kemobilnya,sementara sekilas dia melirik So Eun yang tengah
memandangnya dari kejauhan.
Dan
Ara melirik Yunho yang membukakan pintu untuk Yoona dan Yuri kemudaian menyusul
masuk ke mobilnya.
So
Eun memasuki mobilnya dengan perasaan tak menentu,diikuti Oppanya yang juga
entah kenapa tak bisa melepaskan pandangan dari mobil Yunho.
Saat
mobil Yunho berlalu ada raut kecewa di muka Oppa So Eun, tapi So Eun yang juga
sibuk dengan pikirannya sendiri tak terlalu memperhatikan Oppanya.
Hanya
Changmin dan Yoen Hee yang dengan tenang meninggalkan tempat les musik itu
tanpa beban pikiran apa-apa.
Sementara
yang lainnya punya begitu banyak pertanyaan dikepalanya masing-masing.
*****
Yunho
memperhatikan Yuri yang diam saja didalam mobil.
“Apa Ara juga les ditempat itu?”tanya Yunho
pada Yoona.
“Nde.
So Eun yang mengajaknya.”jawab Yoona.
“Apa
kau mengenalnya Oppa?”tanya Yoona.
“Nde,
kami diperkenalkan Tiffany.”jawab Yunho.
“Mwo?”Yoona
mengeryitkan keningnya.
“Saat
itu aku dan Junsu sedang mencari sepatu dan tidak sengaja bertemu mereka di
mall.”kata Yunho menjelaskan.
“Oh……..”Yoona
hanya mengangguk.
“Kenapa bukan namjacingunya yang menjemput
tapi Minho?”tanya Yunho lagi.
“Mwo?namjacingu
Ara?”tanya Yuri.
“Nde,
kalau tidak salah namanya Soo Hyun.”kata Yunho.
“Itu
aku tidak tahu Yunho-ah. Ara saja baru bergabung beberapa hari ini dengan
kami.”kata Yuri.
“Oh….”Yunho
hanya mengangguk-angguk.
Yunho
merasa senang hari ini mau menjemput Yoona ketempat lesnya padahal awalnya dia
agak keberatan karena siangnya latihan basket.
Setidaknya
ada sedikit kebahagiaan terselip di sudut hatinya melihat Ara ternyata les di
tempat yang sama dengan Yoona.
Yunho
berpikir dia tak akan menolak lagi bila Yoona memintanya untuk menjemputnya.
Tapi
Yunho semakin penasaran dengan Ara, meski dia tahu Ara sudah punya kekasih
tetapi ada Minho disampingnya membuat Yunho bingung.
Meski
dia tidak tahu ada hubungan apa Ara dengan Minho tapi sebagai lelaki Yunho tahu
betul bahwa Minho amat care pada Ara dan Yunho tahu betul itu bukan perhatian
yang diberikan seorang sudara kepada saudaranya melainkan seorang namja kepada
yeoja yang disukainya.
Kepala
Yunho terasa sangat pusing tapi dia tak bisa menghentikan pikiran dan hatinya
untuk memikirkan Ara.
*****
Siang
itu sepulang Yunho dari rumah Jaejong untuk tugas kelompok, dia tak langsung
pulang.
Dia
duduk ditaman dan menikmati angin sore yang menyapu wajahnya perlahan dan
menyejukkan.
Tanpa banyak yang tahu Yunho diam-diam suka menyendiri ditaman
ini, disini dia punya tempat rahasia yang tak pernah diberitahukan kepada
sahabat-sahabatnya.
Tempat
dimana Yunho menghabiskan kesendiriannya saat dia menginginkannya.
Yunho
memincingkan matanya,memastikan apa yang dilihatnya benar.
Yunho
kini benar-benar membulatkan mata sipitnya selebar mungkin. Jantungnya berdebar
dengan kencang.
‘Aishhh……….kenapa
mulai lagi.’
Yunho
mengaruk kepalanya dengan keras mencoba menenangkan pikiran dan jantungnya yang
tak mau berhenti berdebar.
Perlahan
Yunho berdiri dan melangkah mendekati pemandangan yang membuatnya melupakan
tujuannya ingin menyendiri.
Ini
jauh lebih baik daripada menyendiri.
“Hai……….”Yunho
tersenyum dengan kaku.
“Oh…h-h-hai!”Ara
yang kaget disapa menjawab dengan gugup.
“Kau
sedang apa disini Ara?”Yunhomemandang Ara yang menghapus airmatanya dengan
cepat dan tersenyum kearahnya,tapi Yunho bersumpah senyum itu terlalu
dipaksakan.
“Menikmati
sore! Kau sendiri?” jawab Ara tampakberusaha menjawab senormal mungkin.
Yunho
hanya tersenyum mendengar Ara berusaha menyembunyikan suranya yang serak.
“Sama
denganmu…….”
‘Ah…..kenapa
standar sekali jawabanku’
Yunho
mengutuk dirinya sendiri.
Ara
mengangguk-angguk.
‘Apa
dia memang sedingin ini?’
Ara
sepintas melirik Yunho yang memandang langit sore yang perlahan mulai memerah.
‘Aisshh……..’
Yunho
memegangi lehernya dan sibuk berpikir apa yang mesti ditanyakan pada yeoja
disampingnya.
Yunho tak bisa menolong dirinya sendiri dari kehilangan kata-kata
saat bersama Ara.
“Mmm……….”Mereka
saling pandang saat menggumam bersamaan.
Yunho
tersenyum garing begitupun dengan Ara.
“Kau
dulu……”Yunho mempersilahkan Ara berbicara.
“Sebaiknya
kau saja.”Ara menggeleng.
Yunho
terdiam sesaat.
“Apa
kau baik-baik saja Ara?”Yunho bertanya dengan hati-hati.
“Kenapa
bertanya seperti itu?”
“Kau
menangis sendirian disini.”
“Aku
tidak menangis.”Ara tersenyum menyembunyikan kesedihannya tapi Yunho tahu Ara
berbohong karena sejak awal melihatnya dibalik mata indah itu selalu saja
terselip kesedihan.
“Mian
Ara….tapi matamu mengatakan lain.”
Ara
memandang Yunho.
“Sungguh
Yunho-ahh aku tidak apa-apa.”Ara menggelengkan kepalanya.
“Baiklah
kalau kau tak mau bercerita, itu hakmu.”Yunho agak sedikit kecewa dengan
penolakan Ara.
Melihat
Ara tampak begitu rapuh membuat hatinya tidak tenang.
Yunho
tak bisa memungkiri perasaannya bahwa dia jatuh cinta pada pandangan pertama
pada yeoja ini.
Meski
dia tahu Ara adalah yeojacingu orang lain tapi tetap saja Yunho ingin lebih
dekat dengan Ara.
Jauh dilubuk hatinya dia ingin Ara berpisah dengan Soohyun.
Jahat? Mungkin. Tapi terkadang cinta memang bisa membutakan matahati orang.
Tapi
sejauh ini Yunho tak ingin merebut paksa Ara dari siapapun sebelum dia tahu
bahwa Ara juga menyukainya.
Saat
ini yang ada dibenaknya hanyalah bagaimana dia bisa dekat dengan Ara dan
mengenalnya lebih dalam.
Ara
terdiam mendengar reaksi Yunho yang terdengar kecewa.
“Yunho…”Ara
memandang Yunho yang tengah menatap tajam padanya.
“Nde….”
“Apa
aku bisa minta tolong padamu?”tanya Ara.
“Minta
tolong?”Yunho tersenyum dalam hati.
Ara
menangguk.
“Aku
rasa kau namja yang baik, jadi ….”
“Katakan
saja Ara apa yang harus aku lakukan untukmu?”
“Tapi
maukah kau berjanji?”
Yunho
memandang Ara.
‘Kenapa
harus seribet ini hanya untuk menolong dia, coba kalau yeoja lain pasti sudah
aku tolak mentah-mentah’ pikir Yunho tidak mengerti dengan jalan pikiran yeoja
satu ini.
“Ok.”Yunho
mengangguk.
“Berjanjilah
kau tak akan bertanya.”kata Ara.
Yunho
hanya menangguk.
“Bisakah
aku pinjam bahumu? Aku hanya ingin bersandar sebentar.”Ara memandang Yunho
tanpa ekspresi hanya ada suara keputusasaan yang terdengar disuara lembutnya.
Yunho
membelalakkan matanya dan mulutnya terbuka otomatis karena terkejut dengan yang
didengarnya.
Saat
terlintas dibenaknya untuk bertanya, Yunho teringat janjinya untuk tidak
bertanya.
Melihat
Yunho diam, Ara menunduk kemudian memandang taman didepannya dengan pandangan
kosong.
Yunho
yang masih terkejut dan lupa untuk mengiyakan perlahan merasakan bahunya
terbebani perlahan.
Meski
itu sebuah beban tapi Yunho merasakan itu adalah sebuah hadiah yang sangat
ringan dan menyenangkan. Membuat hatinya menghangat.
Yunho
mencium wangi dari bahu kirinya yang ternyata dari rambut Ara yang perlahan
jatuh di lengannya yang kebetulan hanya memakai baju basket tanpa lengan
bernomor punggung 47.
Yunho
tersenyum tanpa bisa bergerak, tubuhnya terasa sangat kaku dan jantungnya
berdetak sangat cepat. Entahlah apa Ara mendengarnya atau tidak.
Hampir
15 menit Ara menyandarkan kepalanya dibahu Yunho. Ara tak merasakan kenyamanan
itu seminggu belakangan ini.
Terakhir
saat dia merasa sangat putus asa Soohyun selalu ada disampingnya. Menyediakan
bahunya, menghapus airmatanya dan memeluknya.
Ara
memejamkan matanya meski dia tahu dia bukan Soohyun tapi Ara merasa sangat
nyaman.
Perlahan
Ara membuka matanya dan kemudian menjauhkan kepalanya dari bahu Yunho.
Yunho
masih terdiam dan agak sedikit kecewa kenapa terasa sangat sebentar ,dia baru
saja merasakan perasaan yang sangat sulit untuk di gambarkan yang belum pernah
dia rasakan selama ini.
“Gomawo……”Ara
tersenyum, tapi bukan senyum bahagia melainkan senyum rapuh.
“Nde.”Yunho
tersenyum menyadari bahwa dia tak menyangka sore ini akan merasakan sebahagia
ini.
Krukkkkruuuukkruukkkk………….
Yunho
memandang Ara.
“Kau
lapar Ara?”
“Mmm………”Ara
manunduk malu saat tak diduga perutnya berbunyi.
Sudah
dua hari perut Ara tak terisi makanan hanya dua gelas susu saja.
Itupun karena
Oemmanya menungguinya untuk memastikan susunya diminum didepannya karena untuk
makanan alasan Ara selalu ada,sehingga Oemmanya tidak tahu bahwa makanan yang
dibawanya kekamarnya tak pernah disentuh sama sekali.
“Ayo
ikut aku!”Yunho berdiri.
“Kemana
Yunho?”
“Makan.”
“Tapi……”
“Tidak
pake tapi. Aku juga lapar.”kata Yunho.
Ara
mengikuti langkah Yunho kesebuah restoran cepat saji yang ada disekitar taman
itu.
Setelah
memesan makanan Yunho memakan dengan lahap.
Ara
yang melihatnya tersenyum.
“Kenapa
tersenyum?”Yunho memandang Ara yang tersenyum padanya.
“Kau
seperti tidak makan selama sebulan Yunho.”
Yunho
tersenyum malu tapi dia senang melihat Ara tersenyum karena entah kenapa Yunho
memandang senyum Ara kali ini tanpa beban dan lepas.
Menyadari
itu Yunho punya rencana dalam hatinya.
Selesai
makan Yunho mengajak Ara menemaninya mencari jaket olahraga. Sebenarnya Yunho
tak berniat membeli apapun itu hanyalah alasan Yunho agar tak cepat berpisah
dengan Ara.
Melewati
Cinema 21 Yunho melihat film komedi baru ‘ Jack & Jill ‘ yang dibintangi
actor komedi Hollywood kenamaan Adam Sadler.
“Kau
mau aku traktir lagi?”tanya Yunho.
“Mwo?”Ara
memandang Yunho bingung.
Yunho
menunjuk poster film dan tersenyum.
“Sepertinya
malam ini aku ingin tertawa.”Yunho berharap Ara mau menemaninya menonton.
“Apa
kau mau mengajakku menonton Yunho?”tanya Ara.
“Kau
mau kan?”Yunho sangat, sangat berharap Ara tak menolaknya.
“Mmmmmm…..”Ara
berpikir sejenak sebelum menjawab.
Berjalan bersamaYunho terasa sangat nyaman dan
menyenangkan dan Ara merasa sangat terbantu dengan adanya Yunho disampingnya
sepanjang siang sampai waktu tak terasa semakin malam. Ara merasa nyaman karena
Yunho tak menyinggung apapun tentang dirinya.
Seakan
tak ingin terlalu banyak mau tahu Yunho lebih memilih bercerita tentang keadaan
sekitarnya dan bercanda dengan joke-joke ringan.
Ara
akhirnya mengangguk.
Seandainya
dirumah Yunho pasti sudah melompat-lompat dengan girang tapi disini Yunho berusaha
untuk bersikap biasa saja tapi tersenyum senang.
Yunho
memilih bangku di belakang meski tak dipojokan, dibelinya 3 bungkus pop corn
berukuran besar dan beberapa coklat dan minuman kaleng.
“Kita
akan bersenang-senang didalam.”Yunho tak menyembunyikan rasa senangnya.
Ara
tersenyunm melihat tangan Yunho penuh dengan berbagai macam makanan.
“Apa
kau belum kenyang?”Ara mengambil beberapa bungkusan ditangan Yunho dan membantu
membawanya memasuki room 5.
“Kalau
nonton tanpa popcorn itu belum lengkap.”Yunho hanya nyengir kuda.
“Wuah….ternyata
sudah penuh.”Yunho kegirangan berhasil mengajak nonton Ara.
Ara
langsung duduk sesuai dengan nomor tiket yang dia pegang dan Yunho duduk
disampingnya persisi dipinggir tangga naik turun.
“Kau
suka Adam Sadler?”tanya seorang namja pada Ara.
Ara
yang bingung hanya bengong.
“Eh….iya.”jawab
Ara sekenannya.
“Sama.
Aku paling suka film-filmnya, dia kocak dan sangat menghibur.”Ujar namja itu
lagi tersenyum pada Ara. Matanya tak lepas memandang Ara.
Yunho
yang melihat itu langsung memerah mukanya menaham kesal dan marah.
“Ara
kau duduk disini, disini sangat dingin.”Ujar Yunho beralasan hanya nuntuk
menjauhkannya dari namja itu.
Ara
yang juga merasa tidak terganggu dengan namja asing disebelahnya langsung
berdiri.
Setelah
mereka bertukar tempat,namja itu tampakkesal pada Yunho dan Yunho tersenyum
penuh kemenangan.
“Apa
kau pacarnya?”tanya namja itu tanpa rasa bersalah sedikitpun.
Yunho
yang masih kesal langsung memasang muka masam dan kesal sambil menjawab.
“NDE!”
Namja
itu langsung terdiam dan pura-pura konsentarsi melihat kelayar yang berbarengan dengan dimatikannya lampu.
Yunho
tak dapat melihat muka namja itu yang berubah pucat dan ngeri melihat kemarahan
dimata Yunho.
Mereka
asyik menonton film komedi itu ,tertawa lepas. Yunho sangat senang Ara dapat
tertawa lepas menikmati cerita dalam film.
Yunho membuka kaleng minuman dan
menyodorkannya pada Ara yang asyik memakan popcorn dan tanpa sadar menghabiskan
dua bungkus besar.
“Ternyata
kau yang masih lapar ya?”Yunho tersenyum.
“Mwo?”Ara
memandang Yunho yang mukanya terlihat samar-samar.”Ah….mianhe..”Muka Ara
memerah menyadari dia telah menghabiskan dua bungkus popcorn. Untung saja Yunho
tak melihat karena keadaan gelap.
“Kau
pasti haus kan?”
“Gomawo.”Ara
mengulurkan tangannya mengambil minuman kaleng yang diberikan Yunho.
Tanpa
sengaja tangan mereka bersentuhan membuat muka mereka berdua semakin memerah
karena malu dan salah tingkah, untung saja keadaan gelap jadi tak bisa melihat
satu dengan yang lain.
Jantung
Yunho berdetak tak beraturan dan sangat cepat.Bubar sudah konsentarsinya melihat
film yang sedang ditonton didepannya,buatnya sebesar apapun sound dalam bioskop
tak bisa mengalahkan suara detak jantungnya.
Ara
sendiri merasa hal yang sama dengan Yunho,jantungnya tiba-tiba berdetak dengan
cepat,rasanya Ara sudah sangat lama tak merasakan jantungnya berdebar dengan
cepat seperti itu.
Ara
segera mengalihkan matanya kelayar dan melarutkan diri dengan film yang sudah
hampir mendekati akhir itu.
Berbeda
dengan Yunho yang sudah tak merasa asyik lagi menonton dan lebih suka melihat
Ara yang sesekali tergelak melihat adegan lucu dalam film.
Berkali-kali
Yunho mengucek matanya dan mencubit kulitnya sendiri untuk memastikan
bahwa semua ini bukanlah mimpi.
Berkali-kali juga Yunho meringis sendiri merasakan sakit akibat cubitannya
sendiri.
Filmpun
berakhir.
Lampu
kembali menyala terang dan memperlihatkan wajah Ara yang tampak sangat senang,
tak terlihat kesedihan seperti saat dia bertemu ditaman tadi sore.
“Apa
kau lelah Ara?”tanya Yunho saat mereka keluar dari bioskop.
“Nde……..tapi
aku senang.”Ara mengangguk tapi tersenyum dengan raut muka yang sangat
sumringah.
“Sincha?”Yunho
memandang wajah Ara dengan mata yang berbinar.
“Nde!
Gomawoyo Yunho-ahh.”Ara tersenyummenyentuh tangan Yunho.
Jantung
Yunho langsung berhenti berdetak begitu kulit lembut Ara menyentuh tangannya.
Ara langsung melepaskan tangannya menyadari apa yang dilakukannya membuat Yunho
malah jadi bengong.
“Aku
akan mengantarmu.”kata Yunho menjajari langkah Ara menuju luar pertokoan yang
masih ramai itu.
Yunho
memakaikan jaket yang baru dibelinya kepunggung Ara.
“Udaranya
sudah mulai dingain.”kata YUnho saat Ara memandangnya.
“Kau
baik sekali Yunho.”Ara memandang Yunho yang tersenyum.
“Kita
seperti benar-benar berkencan ya?”tanya Yunho memegang lehernya yang sebenarnya
agak dingin karena masih memakai kaos
you can see.
Ara
hanya terdiam.
“Ah
mungkin bukan ya….”Yunho tersenyum kecewa melihat Ara tak menanggapi
pertanyaannya.
“Gomawo
Yun, ini adalah hari paling menyenangkan.”
Yunho
sangat senang mendengar ucapan Ara.
“Mianhe……kalau
hari ini aku menyusahkanmu.”Ujar Ara lagi membuat Yunho yang tersenyum langsung
mengeryitkan keningnya.
“Ara…kau
tahu,ini adalah hari terbaik sepanjang hidupku.”
“Sincha?waeyo?”tanya
Ara.
“Mmmm……….aku
bisa kenyang,bisa tertawa ditemani yeoja
cantik sepertimu.”
‘karena
aku menyukaimu……..’ Yunho menjawab sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
“Kau
playboy juga Jung Yunho.”Ara tertawa melihat mimic wajah Yunho yang menjawab
dengan wajah lucu.
Yunho
hanya tersenyum dan tetap menyimpan jawaban sebenarnya dari yeoja cantik disampingnya.
Yunho
membuka pintu mobilnya dan mempersilahkan Ara masuk, Ara tersenyum menyadari
betapa baik dan perhatian seorang Jung Yunho, namja yang belum lama dikenalnya dan
bahkan belum menjadi temannya.
“Aku
turun disini saja Yunho.”
Yunho
menghentikan mobilnya didepan sebuah rumah besar dikomplek perumahan mewah itu.
“Ini
rumahmu?”tanya Yunho .
“Anyo.”Ara
menggeleng.”Rumahku dua rumah dari rumah ini.”Ara menunjuk sebuah rumah yang
hampir sama besarnya dengan rumah didepan mereka.
“Oh……”Yunho
hanya mengangguk.
“Mianhe
Yunho,aku tak bisa mengajakmu masuk kerumahku.”Kata Ara merasa bersalah.
“Gwencanayo…..aku mengerti.”Yunho hanya
tersenyum getir menyadari betapa sulit mendekati yeoja ini.
Ara
membuka pintu sebelumYunho yang berniat turun sempat membuka pintu.
“Tidak
usah Yun. Terima kasih kau sudah sangat baik hari padaku.”Ara tersenyum.
Yunho
menangguk dan tak jadi membuka pintu,tangannya masih diatas stir mobil hanya
memandang Ara yangberdiri.
Ara
melongokkan badannya kedalam mobil.
“Yun…..”
“Ara!
Apa boleh aku meneleponmu?”tanya Yunho sebelum Ara sempat menyelesaikan
ucapannya.
“Nde.”Ara
mengangguk.
“Gomawo.”Yunho terseyum.
“Yunho!
Ini kencan yang sangat menyenangkan.”Ara menutup pintu mobil tanpa ekspresi.
Ara
melangkah meninggalkan mobil Yunhoyang terparkir jauh dari rumahnya.
“MWO!”Yunho
kaget mendengar ucapan Ara.
Tapi
Ara tak mendengar teriakan Yunho yang terbengong dengan perkataan Ara.Matanya taklepas
dari tubuh Ara yang perlahan menjauhinya dan terus menjauh.
Yunho
benar-benar terhipnotis sampai tubuh Ara menghilang dibalik pagar sebuah rumah.
‘Hah?
Jadi Ara juga menganggap ini sebuah
kencan?’tanya Yunho pada dirinya sendiri.
“YES!
YES! YES!”
Yunho
berteriak teriak sendiri dalam mobil meluapkan kegembiraannya. Yunho pulang
dengan sejuta bunga warna-warni yang tiba-tiba tumbuh dihatinya.
*****
Gomawoyo,,,,,,,,,,,,,,^^
Terima kasih buat semua yang baca FF ngasal ini .............yah namanya juga khayalan jadi jangan kaget kalo aneh dan aneh,,,,,,,,,,,,heh,,,,,jadi bener-bener aneh dong?!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar