Assalamualaikum............

Hai! Friendzzzz.........

Wellcome to my little world!

"Tempatku mencurahkan imaginasi liar tanpa batas! psttt jangan salah sangka kkkk,,,just for fun ^^"

" Berbagi dalam khayalan itu menyenangkan,,,,, "

Kamis, 05 Januari 2012

BEAUTIFUL GRACE // FF//PART 6


New chapter are running........hehehehee.......masih dengan FF yang belum tahu harus ada berapa chapter lagi untuk sampai endingnya,,,,,,,,,hope soonest have imagine to good write 'n make great story kekekeke.........^^
Happy reading...........
 
BEAUTIFUL GRACE

Main cast             : Yunho , Ara

Other cast           : many of hallyu star ( every chapter are new cast )

Genre                   : Romantics, Friendship

Rating                   : 13 +

Category              : Chapter ( long I hope )
 


PART  6

ROUND OF LOVE

Cinta memang aneh dan penuh misteri meski sudah tersakiti,meski ada yang lebih baik tapi tetap saja hati tak bisa dibohongi.

Dan itulah yang dialami Ara. Meski dia membenci Soo Hyun,meski dia sama sekali tak mau lagi bertemu dengan Soo Hyun tapi hatinya masih sangat merindukan sosok namja yang sudah mengisi hari-harinya selama hampir dua setengah tahun.

Pertama mengenal cinta kekasih juga pertama kali merasakan belaian lembut dan pelukan seorang namja itu dirasakan Ara bersama Soo Hyun.

Ara sama sekali tak menyangka Soo Hyun akan tega mengkhianatinya dan yang lebih menyakitkan adalah dia melakukannya dengan sahabatnya sendiri,sahabat yang dipercayanya selama ini.

Ara lebih banyak menghabiskan hari-harinya dengan menyendiri dan tenggelam dalam les musiknya sekarang, tapi tanpa sepengetahuan orang lain hatinya masih sangat rapuh, malam-malam Ara masih terisi tangis yang tak pernah diperdengarkan pada siapapun kecuali dirinya sendiri. 

Kegiatannya les musik sedikit mengobati kesedihannya saat dia tak sendiri, tapi saat kesendiririan itu datang Ara benar-benar merasa putus asa.

Sudah berualang kali Soo Hyun mencoba menghubungi  Ara tapi tetap tak berhasil. Soo Hyun sangat menyesal telah menyakiti hati kekasihnya itu tapi Soo Hyun sendiri merasa sangat rapuh, Soo Hyun tak bisa mengendalikan dirinya dan terkadang saat kerapuhan itu datang Tiffany datang untuk menghiburnya.

Semakin lama Soo Hyun semakin tergantung pada Tiffany, saat dia merindukan Ara dan membutuhkannya dan Ara tak bisa menemaninya maka Tiffany akan ada disana menggantikan Ara.

 “Aku seharusnya meninggalkannya Fany, itu mungin akan lebih baik dan tak menjadi serumit ini.”Soo Hyun menitikkan airmatanya.

“Mungkin lebih baik begini, Ara membenciku, jadi aku bisa melepaskannya , meski hatiku terasa sangat sakit.”ujar Soo Hyun Lirih.

Tiffany tak mampu menyembunyikan kekecewaan dalam hatinya, sekian lama dia memendam perasaan sukanya pada kekasih sahabatnya itu, bahkan meski Ara telah menyakitinya Soo Hyun tetap mencintainya.
Soo Hyun  tahu dia adalah salah satu alasan Ara menyimpan senyumnya selama ini, cinta Ara padanya yang terhalang dan itu membuat Ara tertekan, meski Ara berusaha terlihat bahagia saat bersamanya tapi dia tahu hati Ara sangat-sangat tersiksa.

Soo Hyun tak berkata apa-apa meski dia memeluk Tifanny dan berbagi kesedihan dengannya tapi hatinya tetap tertuju pada sosok yeoja cantik yang kini telah patah olehnya.

Soo Hyun kembali menitikkan airmatanya, dia tak ingin menangis karena cinta tapi hatinya terlalu sakit mengingat Ara dan kebersamaan mereka yang berakhir dengan tragis dan airmata itu jatuh tanpa dia menyadarinya.

“Aku harus menemuinya Fany.”Ujar Soo Hyun.

 “Aku akan cari cara Hyun.”Tifanny tersenyum.

“Gomawo.”Soo Hyun tersenyum meski sangat dipaksakan.

Tiffanny menggigit bibirnya. Sampai kapanpun dia tidak bisa memiliki hati namja itu. Cinta Soo Hyun terlalu besar untuk Ara.

Soo Hyun yang rela meninggalkan Kanada dan tinggal sendiri di Korea hanya untuk bersama dengan Ara, ternyata harus menerima kenyataan tragis, bahwa dia bukan satu-satunya yang memiliki Ara.Meski Soo Hyun tak pernah menyesal akan keputusannya tapi kerapuhannya begitu tampak diwajahnya.

Tifanny mengajak SooHyun kesuatu tempat.

Dari dalam mobil Soo Hyun melihat Ara yang tengah berbincang denga seorang Yeoja dan seorang namja.
Mata Soo Hyun berkaca-kaca, dia tak perduli Tiffany ada disampingya dan menanggapnya seorang namja yang cengang.

Hatinya terasa sangat sakit meilhat Ara tersenyum tapi bukan untuknya. Ingin rasanya dia berlari dan memeluknya.

Tak lama yeoja dan namja itu meninggalkan Ara, Soo Hyun dan Tiffany segera menghampiri Ara. Melihatnya mereka berdua menghampiri Ara, Ara bergegas berjalan menjauhi. Soo Hyun dan Tiffany berlari mengejar langkah Ara yang sangat cepat.

“Ara…..aku mohon.”SooHyun memegang tangan Ara memintanya berhenti.

Ara menghempaskan tangan Soo Hyun.

“Aku benci kalian.”Ara memandang jijik pada mereka berdua.

“Aku tahu kau benci kami tapi kumohon Ara biarkan aku menjelaskan padamu. Setelah itu kau tak mau mengenalkupun tak apa.”Soo Hyun sangat putus asa.

Ara hanya terduduk di bangku pinggir jalan tanpa mau melihat muka Soo Hyun dan Tiffany yang hanya bisa diam.

“Ara, apa yang kau lihat tak seperti dugaanmu.”Soo Hyun menelan ludahnya sesaat.

“Malam itu aku mabuk dan tertidur dikamarku. Aku tak tahu Tiffany datang kerumahku pagi hari dan saat kau lihat Tifanny ada dikamarku itu karena dia ingin membangunkanku Ara.”

Soo Hyun memandang Ara yang hanya diam saja tanpa berkata apa-apa.

“Soo Hyun benar Ara. Aku datang ketempat Soo Hyun karena dia takmengangkat teleponku meski aku meneleponnya berkali-kali. Aku khawatir padanya Ara karena malam itu Soo Hyun meneleponku dan sangat sedih saat bercerita tentang dirimu.”Tiffany berusaha menceritakan kejadian sebenarnya pada Ara.

“Apa semudah itu aku mempercayai kalian?”tanya Ara.

“Ara, aku tak akan bisa menghianatimu. Tidak dengan yeoja manapun.”Soo Hyun berlutut didepan Ara.
Ara kaget melihat Soo Hyun berlutut.

“Ara…mianheyo.”Soo Hyun menggenggam tangan Ara dengan erat.

“Soo Hyun………”Ara tercekat melihat Soo Hyun berkaca-kaca.

Tiffany benar-benar tak menyangka Soo Hyun akan melakukan itu. Hatinya sangat sakit juga terluka melihat  betapa Soo Hyun sangat mencintai Ara, sebegitu besarkah cintanya pada Ara sampai dia mengabaikan harga dirinya bahkan dipinggir jalan sekalipun.

“Bangunlah…..”Ara merasa tak enak melihat SooHyun tak juga bangun.

“Aku akan bangun kalau kau memaafkan aku Ara.”

Ara terdiam,hatinya sangat bimbang.

‘apa benar yang dikatakan Soo Hyun dan Tifanny'

Bisik hatinya.

Pagi itu Ara hanya melihat Soo Hyun yang masih tampak setengah telanjang ditempat tidur  dan melihat Tiffany dalam posisi duduk dipinggir tempat tidur membungkuk kearah wajah Soo Hyun seperti hendak menciumnya sementara tangannya membelai wajah SooHyun.

Ara juga sebenarnya tak tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka, Ara hanya melihat dalam posisi itu siapa yang tak akan salah paham melihatnya, siapapun pasti akan punya pikiran yang sama dengannya.

“Ara…….”Soo Hyun tetap berlutut.

“Aku..”Ara memandang Soo Hyun dan Tiffany bergantian dan melihat ketulusan dimata dua orang terdekatnya itu.

“Aku juga minta maaf.”Ara berkata lirih.

“Jadi kau maafkan aku Ara?”tanya Soo Hyun mengembangkan senyumnya.

Ara menangguk.

“Gomawo Ara,saranghae….”Soo Hyun  berdiri dan memeluk Ara.

Ara sebenarnya merasa risih tapi dia juga harus jujur pada hatinya bahwa dia merindukan Soo Hyun dan cintanya memang masih ada disana,rapi tersimpan dihatinya.

Tiffany hanya menunduk melihat pemandangan didepannya.

“Jagi…..mianheyo.”Soo Hyun memegang kedua pipi Ara.

“Jangan menangis lagi Ara, aku mohon. Aku tak akan pernah mambiarkanmu menitikkan airmata lagi.” Soo Hyun menggeleng melihat mata Ara yang mulai berkaca-kaca.

Ara memandang Soo Hyun mencari ketulusan dari perkataan namja yang sangat dicintainya itu.

“Tersenyumlah untukku Ara, aku ingin selalu melihatmu tersenyum.”

Ara tersenyum, dipeluknya Soo Hyun dengan erat menumpahkan kerinduan yang disimpannya selama ini dibalik sakit hati dan bencinya.

Ara menitikkan airmatanya, apa salah jika pilihan hatinya tetap tak bisa berubah meski dia tahu semua akan kembali dijalaninya dengan sejuta luka. 

Tiffany hanya mendesah berat,dia tersenyum, terluka sekaligus bahagia, terluka karena Soo Hyun benar-benar tak bisa hidup tanpa Ara dan bahagia melihat Soo Hyun tersenyum kembali juga Ara, sahabatnya.

*****

Yunho tak percaya apa yang dilihatnya.,Yunho menghentikan mobilnya mendadak melihat pemandangan dipinggir jalan itu tanpa sengaja. 

“Hey…apa yang kau lakukan!”Jaejoong berteriak kaget dibelakang mobil padahal lagi asyik ngantuk dan hampir terlelap.

“Kau melihatnya Yun?”tanya Junsu yang duduk disamping Yunho.

Yunho tak menjawab,pemandangan yang dilihatnya benar-benar membuat pikirannya blank.

“Lihat apa?”tanya Jaejoong.

Junsu menunjukkan ibu jarinya kepinggir jalan tak jauh dari mobil Yunho yang berhenti.

Jaejoong mengikuti telunjuk Junsu dan membalikkan badannya melihat seorang yeoja dan namja yang tengah berpelukan dipinggir jalan, juga Tiffany yang melihat kearah mereka.

“Itu……”Jaejoong mengeryitkan dahinya mencoba mengingat sesuatu.

“Tiffany? Atau dua orang yang sedang berpelukan?”tanya Jae belum mengerti maksud Junsu.

“Yang berpelukan! Dasar yadong!”dengan gemas Junsu menjitak kepala Jaejoong gemas.

“Aww! Sakit.”Jaejoong melotot kearah Junsu.

“Itukan temannya Minho?”Jaejoong menggaruk kepalanya masih belum mudeng.

Junsu hanya diam tak menaggapi Jaejoong,dia melihat wajah Yunho yang merah padam menahan geram.

Junsu tahu kalau perasaan Yunho pada Ara ternyata serius dan tak main-main.

“Kita pulang saja Yun.” Setelah beberapa lama terdiam Junsu menepuk bahu Yunho yang masih terdiam bak patung pancoran # hehe….kalo patungnya manekin Yunho pasti pancoran macet total tiap hari,,iseng.. ga penting # 

Tanpa menjawab Yunho memutar setirnya menjauhi jalan itu. Junsu sebenarnya merasa khawatir tapi dia tahu Yunho bukanlah namjayang cengeng dan ceroboh jadi Junsu membiarkan saja. Sementara Jaejoong yang belum paham situasi itu hanya memandang pemandangan dibelakangnya dengan penuh tanda tanya, dia melihat namja itu melepaskan pelukannya dan menggandenga yeoja itu menjauhi jalanan diikuti Tiffany dibelakang mereka.

*****

Ara tersenyum melihat Yoona menghampirinya diikuti Yunho.

“Apa Minho tak menjemputmu Ara?”tanya Yoona melihat Ara celingukan mencari taksi.

“ Oppa tak bisa menjemputku hari ini Yoona-ah.”jawab Ara tersenyum.

“Kau bisa ikut kami pulangnya Ara, iyakan Oppa?”tanya Yoona.

Yunho yang kaget hanya mengangguk dan tersenyum kaku, dia masih ingat kemarin sore melihat Ara berpelukan dengan Soo Hyun dan hanya bersikap biasa padanya tanpa pernah merasa sesuatu yang berbeda setelah kencan mereka. Yunho benar-benar tak habis pikir.

 “Gomawoyo… tapi aku bisa naik taksi kok.”Ara tersenyum melihat Yunho tak bereaksi dan sepertinya terpaksa menurut apa kata Yoona.

“Ah tidak apa-apa Ara, Oppa-ku ini orang yang baik, selain kau dia juga nanti mengantar Yuri.”kata Yoona tersenyum memandang Yunho.

“Memangnya aku supir!.”kata Yunho mendengar Yoona mempromosikan Yunho tukang antar teman-temannya,dia juga masih kesal dengan Ara.

Yoona mencubit pinggang Yunho.

“Ah……”Yunho berteriak kesakitan.

Ara hanya tersenyum melihat tingkah temannya itu.

“Ara!Yoong!”So Eun berteriak melihat dua temannya itu masih berdiri diluar gedung les.

“So Eun.”Ara dan Yoona berkata bersamaan.

So Eun mendekati Ara dan Yoona diikuti seorang namja tampan dibelakangnya.

“Oppa…”Ara tersenyum dan membungkuk  menyapa namja disamping So Eun.

“Yoona kenalkan ini Oppaku, Kim Ki Bum Oppa.”kata So Eun.

“Kim Ki Bum.”Ki Bum membungkuk dan tersenyum pada Yoona dan Yunho.

“Im Yoona imnida.”Yoona tersenyum.

“Oh ya ini juga Oppa sepupuku, namanya Jung Yunho.”

Yunho hanya tersenyum membungkuk  pada Ki Bum dan So Eun.

“Kemana Yuri,Yoong? Apa masih lama? Aku harus latihan basket.”Ujar Yunho menyadari Yuri tak juga kunjung datang.

“Yoona!!!”Yuri berlari-lari kearah mereka.

Dilihatnya Yoona sedang mengobrol bersama Ara,Yunho ,So Eun dan namja itu…………..

“Annyeong……mian lama menungguku.”Yuri menatap namja disamping So Eun dan mencoba mengingat sesuatu. 

“Kita pulang sekarang?”Yunho berdiri dari tempat duduknya, terlihat wajahnya menahan kesal entah pada siapa.

“Nde..”Yuri jadi merasa tidak enak melihat raut wajah Yunho yang terlihat beda dari biasanya, sangat dingin dan kaku.

‘ah apa aku sudah membuatnya kesal karena menungguku?’ Yuri hanya menunduk karena merasa bersalah.

“Yoong aku naik taksi saja.”

Melihat suasana yang tidak enak itu Arapun memilih untuk pulang sendiri saja,Ara hendak berjalan untuk mencari taksi saat tangan Yunho menggenggam tangan Ara dan mencegahnya.

“Kau akan kuantar, aku sudah janji pada Yoona.”

Semua yang ada disana terkejut dengan reaksi Yunho,menyadari itu Yunho melepaskan genggaman tangannya dan berjalan menuju mobilnya.

“Ayolah…….”Yoona menggandeng tangan Ara dan Yuri mengikuti Yunho.

“Bye.. So Eun,Ki Bum Oppa!”Ara melambaikan tangannya kearah So Eun dan Ki Bum.

Ki Bum dan SoEun hanya membalas lambaian tangan Ara sambil tersenyum.

“Ki Bum?”Yuri bergumam.

“Mwo?”Yoona memandang Yuri.

“Anyo…….”Yuri menggeleng.

“Apa kau mengenal Ki Bum Oppa?”tanya Ara.

“Anyo…….tapi sepertinya wajahnya tak asing, aku seperti pernah bertemu dengannya.” Yuri duduk dibelakang dengan Ara sementara Yoona disamping Yunho yang memegang setir.

“Sepertinya Ki Bum tadi juga terus memandangmu, Yul.”kata Yoona.

“Ah,sincha?”Yuri bertanya serius pada Yoona.

“Nde, sepertinya dia menyukaimu Yuri.”kata Yoona lagi tersenyum.

“Aisshh…kau terlalu berlebihan Yoong.”Yuri melirik Yunho, khawatir dengan reaksi Yunho mendengar perkataan Yoona tapi ternyata Yunho tetap acuh seolah tak perduli dengan pembicaraan mereka. Yuri mendesah.

Sementara Ara hanya terdiam,sesekali dia melirikYunho yang tampak diam dan acuh.

‘Apa aku melakukan kesalahan? Kenapa Yunho tak seperti malam itu? Dia acuh dan seperti tak mau mengenalku.’

Ara mendesah entah kenapa hatinya menjadi tidak tenang melihat Yunho  bersikap seperti itu,ingin sekali Ara bertanya tapi Ara tak ingin Yoona dan Yuri salah paham bila mereka tahu dia pernah pergi dengan Yunho karena Ara bisa melihat Yuri menyukai Yunho.

Sesekali Yunho melirik Ara .

‘Apa dia sama sekali tak ingat pernah tertawa bersamaku, apa memang hobbynya mempermainkan perasaan namja? Apa dia yeoja baik-baik?’ 

Yunho melirik wajah polos Ara dan tak percaya dengan pikirannya sendiri tentang yeoja yang disukainya itu.

“Gomawo Yunho-ahh.”Yuri tersenyum membungkuk pada Yunho. Yunho hanya mengangguk, tanpa berkata apa-apa meninggalkan Yuri yang masih terpaku melihat  sikap Yunho yang sangat acuh hari itu.

Yuri menunduk memasuki rumah. Jujur perasaannya sangat sakit melihat Yunho seperti itu, Yuri tahu bukan karena perkataan Yoona,Yunho bersikap seperti itu, Yuri tak tahu apa sebabnya. Dia juga sedikit terkejut dengan sikap Yunho saat menahan Ara tadi.

‘Apa Yunho dan Ara sedekat itu?’

Yuri memegangi kepalanya yang terasa berdenyut.

Yuri tak bisa membohongi perasaannya bahwa dia cemburu pada Ara meski Yunho tak mengatakan apapun tapi Yuri bisa melihat pandangan Yunho berbeda saat melihat Ara.

Didalam Yoona memandang Yunho dengan pandangan marah. Yunho yang menyadari Yoona memandangnya dengan tajampun bertanya.

“Wae?”

“Jelaskan padaku?”kata Yoona ketus.

“Apa?”tanya Yunho.

“Kenapa kau bersikap seperti itu pada Yuri? Apa kau cemburu?”tanya Yoona lagi.

“Aisshh…..apa maksudmu,memangnya aku kenapa?”tanya Yunho tak merasa melakukan sesuatu yang salah pada Yuri.

“Kau lihat tadi Oppa? Yuri sangat sedih.”kata Yoona menyalahkan Yunho.

“Kenapa harus sedih? Aku tak melakukan apa-apa.”

“Karena kau tak melakukan apa-apa membuat Yuri sedih.”kata Yoona ketus.

“waeyo? Aisshh….. kenapa yeoja-yeoja ini membuatku pusing.”Yunho menggaruk kepalanya yang tak gatal.

“Yeoja-yeoja?”Yoona memincingkan matanya.

Yunho tak menjawab dia pura-pura konsentarsi pada kemudinya menuju rumah Ara.

Sementara Ara hanya menjadi pendengar yang baik diantara mereka. Tanpa tahu Yunho bersikap seperti itu pada Yuri karena perasaan kesalnya pada Ara. Lebih tepatnya cemburu.

“Oppa apa kau cemburu?”tanya Yoona.

“Cemburu?”Yunho mengeryitkan dahinya.

“Kau bersikap uring-uringan seperti orang yang sedang cemburu.”kata Yoona sok tahu.

“Anyo……..siapa yang aku cemburui?”Sepintas Yunho melirik Ara yang tengah memandang jalanan disampingnya.

“Pada Ki Bum Oppa?”

“Mwo? Aisshh……anyo!”Yunho menghardik Yoona.

‘Bagaimana Yoona bisa berpikir aku cemburu pada Ki Bum,sebenarnya ya aku cemburu tapi pada Soo Hyun bukan Ki Bum.’

“Terus apa yang membuatmu seperti anak kecil?”

“Sudah! Cerewet.” Yunho menghentikan mobilnya.

Ara membuka pintu, sebelum turun dia memandang Yoona dan Yunho.

“Gomawo….Yunho-ahh,Yoona-ahh.”Ara menundukkan wajahnya sejenak.

“Nde.”Yoona tersenyum sementara Yunho hanya mengangguk saja seperti pada Yuri.

Ara turun dan berjalan kearah depan membuat Yoona sedikit mengeryitkan keningnya. Setelah Ara memasuki sebuah rumah Yunho baru meninggalkan komplek perumahan itu.

Yoona yang masih bingung dengan Ara memandang Yunho.

“Oppa bagaimana kau tahu rumah Ara?”tanya Yoona.

“Eh itu……Minho yang memberitahuku.”Yunho jadi gugup mendapat pertanyaan Yoona.

“Sincha?”Yoona tak percaya dengan jawaban Yunho.

“Kau bohong!” 

“Mwo? Aisshh………”Yunho tahu Yoona tak bisa dibohongi karena dia sudah mengenalnya sejak kecil.

“Apa yeoja yang kau sukai Ara,Oppa?”tanya Yoona memandang serius sepupunya itu.

“Mwo? Anyo…anyo…”Yunho menggeleng tapi terdengar gugup.

“Jangan bohong padaku Oppa! Kau menyukai Ara kan?”

Yunho terdiam, rasanya dia memang harus membagi perasaannya dengan orang lain setidaknya Yoona bisa ia percaya sebagai sudara perempuannya dan dia tahu Yoona bisa menyimpan rahasianya.

Yunho memandang Yoona tanpa menjawab.

“Aisshh….Oppa! jadi benar kau menyukainya?”Yoona membulatkan matanya melihat Yunho memandangnya dengan mata yang seolah-olah mengatakan iya.

Yunho mengangguk dengan wajah lesu.

“Oppa bukan aku tak setuju kau dengan Ara, aku percaya Ara itu cantik dan baik tapi dia sudah punya kekasih kan? Kau sendiri yang mengatakannya.”kata Yoona.

“Aku tahu…tapi aku tak bisa membohongi perasaanku Yoong. Apa yang harus aku lakukan?”tanya Yunho memelas.

“Aku tidak tahu Oppa.”Yoona menggeleng”Kau disukai dua yeoja cantik tapi malah menyukai yeoja yang sudah punya namjacingu.”

Yunho hanya mendesah.

“Oppa apa kau tidak bisa melupakan saja Ara dan memilih Yuri atau Tiffany.”  Kata Yoona sedikit khawatir dengan Yunho.

“Aisshh……kau pikir perasaanku bisa dibagi-bagi begitu saja.”kata Yunho.

Yoona hanya terdiam.

“Aku juga masih bingung Oppa, apa hubungan Ara dengan Minho, ya?”tanya Yoona.

“Aku juga tak tahu.”kata Yunho baru teringat disamping Soo Hyun masih ada namja lain disamping Ara yaitu Minho.

“ Oppa……..mmmm ,,apa kau mengenal teman Minho?”tanya Yoona sedikit ragu.

“Heh….siapa? Donghae?”tanya Yunho.

“Nde.”

“Waeyo? Kau suka padanya ya?”Yunho melihat muka Yoona yang memerah.

“Anyo…”Yoona pura-pura memandang jalanan.

“Ayolah……kau tak usah malu, Oppa tadi sudah mengaku sekarang kau.”kata Yunho yang tahu sepupunya itu tertarik dengan Lee Donghae.

“Dia pasti sudah punya yeojacingu.”kata Yoona tanpa melihat kearah Yunho.

“Kau mau aku tanyakan padanya?”tanya Yunho tersenyum.

“Aisshh…jangan Oppa! Kau membuatku malu saja.”Muka Yoona semakin memerah.

Yunho hanya mengangguk-angguk tapi dalam hatinya berjanji akan membantu sepupunya itu.

“Janji Oppa ,kau jaga rahasiaku?”Yoona mengulurkan kelingking kanannya, Yunho mengulurkan kelingkingnya juga dan menautkannya dengan kelingking Yoona.

“Kita sama-sama jaga rahasia.”Yunho tersenyum.

Putaran cinta memang sangat sulit ditebak kemana arahnya dan Yunho juga tidak tahu apa dia bisa mendapatkan cinta Ara atau tidak, padahal dia tahu ada Soo Hyun dan juga Minho diantara mereka.
Yunho memandang jalanan didepannya dengan perasaan tidak menentu.

*****

Gomawoyo......to always be here with FF,,,,,hehe,,,,FF ga jelas tapi seneng nulisnya,,,,,,,,^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar